Meteor dan Meteorit

Meteor dan Meteorit. Ketika kamu memandang ke arah langit di malam hari yang cerah tidak jarang kamu melihat sebuah benda terang jatuh seakan-akan ke bumi. Benda terang itu adalah meteor atau sebagian orang juga menyebutnya bintang jatuh.
Meteor dan Meteorit

Tahukah kamu bagaimana sebuah meteor terbentuk?

Sisa-sisa bahan pembentuk tata surya yang mengandung bermilyar butiran es yang disebut komet. Sekali-kali terdapat komet yang akan terpental keluar dari lintasannya dan memasuki lintasan ke arah matahari, di sini es tersebut akan mendidih membentuk kepala yang besar serta "ekor" yang panjang. Dalam perjalanannya serpihan komet akan tercecer. Dari bumi, serpihan yang tercecer itu kelihatan seperti hujan cahaya dan disebut meteor.

Hujan meteor juga dapat terjadi, ketika orbit bumi membelah aliran meteor. Bahan meteor tampak bersinar ketika bergesekan dengan lapisan atmosfer bumi. Lapisan bumi yang membuka meteor ini disebut lapisan Mesosfer. Tapi adakalanya meteor ini tidak terbakar seluruhnya dan menghantam bumi. Meteor yang menembus atmosfer bumi ini kemudian dinamai meteorit. Pada umumnya meteorit biasanya terdiri-dari ikatan mineral nikel (Ni) dan besi (Fe).

Perlu kamu ketahui, meteorit terbagi atas tiga jenis dengan nama yang mengucapkan campuran unsur yang ditemukan dalam setiap contoh. Meteorit berbatu tampak seperti batu, tapi biasanya mempunyai kulit yang lebur disebabkan panas tinggi ketika meteorit melewati atmosfer bumi. Meteor besi berisi kristal nikel - besi, dan meteorit besi batu adalah sebagian besi dan sebagian batu.
Meteor dan Meteorit

Meteorit yang terhempas ke bumi memiliki ukuran yang beragam ada yang sebesar kelereng (Tektite), ada yang sebesar penumbuk, namun ada juga meteorit yang lebih besar seperti yang pernah jatuh di Arizona, Amerika Serikat sehingga menyebabkan terbentuknya kawah selebar 1,3 km. Ada juga yang jatuh di Quebec, Kanada membentuk kawah selebar 66 km. Kini kawah tersebut digunakan untuk listrik tenaga air. (Baca juga Benda-Benda Langit Penjelajah)
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/24/2015

Proses Terbentuknya Tanah


Proses Terbentuknya Tanah
Proses terbentuknya tanah berawal dari pelapukan batuan. Batuan lapuk dapat diakibatkan oleh ketiga macam pelapukan, seperti pelapukan kimia, mekanik, dan organisme (yang disebabkan oleh makhluk hidup). 

Proses pelapukan-pelapukan ini menghasilkan timbunan berbagai bahan lepas atau regolith. Bahan lepas ini terdiri-dari serpihan batuan dan penguraian jasad makhluk hidup yang sudah mati.

Kemudian timbunan berbagai bahan lepas (Bahan Induk) ini kemudian juga mengalami proses pelapukan (Proses Pedagonik) yang kemudian pada akhirnya nanti menjadi lapisan tanah.

Dalam proses pembentukan tanah tersebut terdapat lima faktor yang secara bekerjasama baik secara fisik atau kimia. Berikut ini lima faktor tersebut adalah:

1. Iklim. Unsur iklim yang paling berpengaruh adalah suhu dan curah hujan. Suhu dan curah hujan berpengaruh terhadap reaksi kimia dan fisika di dalam tanah. Reaksi ini akan mengakibatkan tanah mengalami pelapukan.

2. Bahan Induk. Bahan ini berupa batuan, mineral-mineral, dan zat organik. Tanah yang memperlihatkan sifat-sifat (terutama kimia) yang sama dengan bahan induknya digolongkan dalam tanah endodynamomorf, adapun yang berbeda dengan sifat asalnya disebut tanah ectodynamomorf.

3. Organisme. Proses pembentukan tanah juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia dalam mengolah lahan, aktivitas binatang, dan adanya vegetasi. Contoh pola bercocok tanam pada lahan yang miring dapat mempercepat erosi (pengikisan), Sehingga proses pembentukan tanah terganggu. Cacing dan guguran vegetasi melalui proses penguraian dan dan perombakan dapat mempercepat proses pembentukan tanah.

4. Topografi. Kondisi topografi seperti lereng, kemiringan, dan panjang lereng akan mempengaruhi prsose eksogen seperti erosi, denudasi serta sedimentasi sehingga akan berakibat pada pembentukan jenis tanah yang berbeda.

5. Waktu. Berhubungan dengan lamanya bahan induk mengalami pelapukan dan perkembangan tanah memainkan peranan dalam menentukan pembentukan jenis tanah.

Terima kasih anda telah membaca artikel tentang Proses Terbentuknya Tanah ini. Dan jangan lupa baca juga artikel kami yang berjudul Keunggulan Tanah di Indonesia. Terima kasih. Selamat membaca.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/19/2015

Akhir dan Dampak Perang Dunia II

Akhir dan Dampak Perang Dunia II. Bom atom yang dijatuhkan di kota Nagasaki dan Hiroshima mendorong Jepang menyerah dan menandatangani perjanjian di atas kapal USS Missouri tanggal 2 September 1945 di Teluk Tokyo. Blok Sentral sebelumnya telah menyerah kepada Sekutu pada bulan Mei 1945.

Akhir dan Dampak Perang Dunia II

Sebab-Sebab Kekalah Blok Sentral

Kekalahan Blok Sentral melawan Sekutu pada dasarnya disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab kekalahan antara lain Blok Sentral tidak ditunjang oleh sumber-sumber kekayaan alam yang tidak mencukupi kebutuhan perang; masuknya Rusia ke dalam Blok Sekutu; Sekutu memiliki daerah jajahan yang dapat menunjang kebutuhan perang; serta Blok Sekutu lebih memiliki keunggulan teknologi persenjataan.

Penandatangan Perjanjian

Perjanjian-perjanjian yang mengakhiri Perang Dunia II sebagai berikut.

1. Perjanjian Postdam, dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 1945 untuk menentukan nasib Jerman. Berdasarkan perjanjian Postdam, Jerman dibagi menjadi dua daerah pendudukan. Jerman Timur diduduki Rusia dan Jerman Barat diduduki oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

2. Perjanjian antara Sekutu dan Jepang pada tanggal 2 September 1945 di kapal USS Missouri. Pada peristiwa itu ditandatangani dokumen Japanese Instrument of Surrender yang kemudian disahkan di San Fransisco tanggal 8 September 1945. Isi perjanjian ini antara lain untuk sementara Kepulauan Jepang diperintah oleh tentara pendudukan Amerika Serikat; Pulau Kurile dan Sakhalin diserahkan kepada Rusia; Mancuria dan Taiwan diserahkan kepada Tiongkok; pengedilan terhadap penjahat perang; serta Jepang diharuskan membayar kerugian perang.

3. Perjanjian perdamaian Paris pada bulan Februari 1945 menentukan nasib Italia. Isi kesepakatan dalam perjanjian Paris antara lain daerah Italia dipersempit; Triest menjadi daerah merdeka di bawah pemerintahan PBB; Ethiopia dan Albania bebas dari kekuasaan Italia; semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil oleh Inggris; serta Italia harus membayar kerugian perang.

Dampak Perang Dunia II

Perang Dunia II yang berakhir dengan kemenangan Sekutu ternyata menimbulkan dampak luas bagi peta perpolitikan dunia. Sejak saat itu Amerika Serikat dan Uni Soviet muncul sebagai negara superpower. Peran negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Italia, dan Jerman dalam percaturan politik dunia pun memudar. Bahkan, dalam perkembangannya terjadi persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam sebuah era yang dinamakan perang dingin.

Demikian artikel kali ini yang saya beri judul Akhir dan Dampak Perang Dunia II, yang saya ambil atau kutip dari buku PR IPS Terpadu untuk SMP/MTs Kelas IX. Intan Pariwara 2013. Terima kasih atas kesempatan dan kesediaannya berkunjung ke blog ini.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/12/2015

Perang Dunia II suatu catatan ringkas

Trauma buruk akibat Perang Dunia I terulang kembali melanda masyarakat dunia yang dilanda Perang Dunia II. Korban jiwa dan kerugian material pada saat terjadi perang dunia pertama tidak mampu dijadikan sebagai sebuah pelajaran, justeru perang dunia kedua ini dijadikan sebagai sebuah ajang balas dendam bagi negara yang kalah perang. Pada saat peristiwa PD II ini, persenjataan sudah jauh lebih canggih dibandinkan pada saat perang dunia pertama, otomatis korban jiwa dan kerugian material berlipat-lipat lebih banyak. Berikut ini saya coba memberikan suatu catatan ringkas mengenai Perang Dunia II. Semoga bisa memberi manfaat kepada kita semua, terutama dalam proses KBM (kegiatan belajar mengajar) disekolah.
Perang Dunia II suatu catatan ringkas

Perang Dunia II

Perang ini terjadi di segala penjuru, hampir melanda seluruh negara dibelahan bumi. Perang ini terjadi selama tahun 1939 sampai 1945. Perang antara dua kelompok kekuatan yang sangat besar, yaitu blok Axis yang berideologikan Fasis dan Sekutu yang berideologikan Liberalis.

Perang ini terjadi karena perjanjian damai setelah perang dunia kesatu gagal. Negara-negara yang kalah pada perang dunia pertama tidak lagi memandang Liga Bangsa-Bangsa (LBB) sebagai organisasi keamanan dunia. Di samping itu muncul rasa nasionalisme yang sangat berlebihan (ultranasionalisme) di negara-negara yang menjalankan fasisme, sehingga meremehkan bangsa atau negara lain yang lebih kecil. Keadaan inilah yang mengakibatkan negara-negara nasionalis kiri (ekstrem) menginvasi atau menyerang negara lain.

Pasca PD I dibedakan menjadi dua. Tahun 1919 - 1939 disebut masa interbellum, yakni masa di antara dua perang atau genjatan senjata. LBB masih dapat memerankan fungsinya dengan baik. Dan yang kedua tahun 1930 - 1939. Pada tahun-tahun ini masyarakat dunia mulai dihantui perang dunia I. Negara totaliter mencari aliansi atau rekanan dan melancarkan agresi terhadap negara lain.

Berikut ini adalah sebab-sebab umum dan khusus terjadinya Perang Dunia II.

Sebab-Sebab Umum PD II

1. Munculnya negara-negara fasis

Fasisme merupakan paham golongan nasionalis yang menganjurkan dijalankannya kekuasaan pemerintah otoriter. Paham ini mengutamakan kepetingan negara di atas segala-segalanya. Dengan sistem kekuasaan otoriter, pemerintah menjadikan warga negara sebagai alat untuk mencapai tujuan politik. Rakyat harus rela mengorbankan segalanya demi negara. Rakyat tidak boleh mengeluarkan pendapat yang bertentangan dengan penguasa, karena setiap penentang akan dihukum dan ditindasnya. Selain itu, negara-negara yang berpaham fasis senantiasa bertindak ekspansif yang membahayakan perdamaian dunia. Negara-negara fasis, seperti Jerman, Italia, dan Jepang.

2. Timbulnya pertentangan ideologi negara

Ada tiga kelompok negara yang bertentangan paham atau ideologi, yaitu
  • Kelompok negara-negara fasis
  • Kelompok negara-negara komunis, yaitu Rusia (pada tahun 1941 Sampai berakhir perang bergabung dengan blok Sekutu)
  • Kelompok negara Liberalis, yaitu Prancis, Inggris dan Amerika Serikat 
3. Perlombaan persenjataan antarnegara

Ketiga kelompok tersebut memperebutkan hegemoni dunia. Mereka berlomba dan memperkuat diri dengan berbagai persenjataan dan perlengkapan perang. Pada waktu itu Inggris telah membangun armada udara Royal Air Force dan Jerman membuat kapal tempur Bismarck dengan peluru kendali Vergeltung (pembalasan). Jepang membangun armada laut dan telah memiliki kapal tempur terbesar di dunia yang dinamai Yamato dan Musashi.

4. LBB gagal mewujudkan tugas perdamaian dan keamanan dunia

Penyebab kegagalan ini karena LBB tidak memiliki kekuatan untuk mencegah tindakan-tindakan negara fasis yang melakukan ekspansi ke negara lain. Dengan kata lain LBB tidak memiliki wibawa di mata dunia internasional.

Adapun sebab khusus terjadinya Perang Dunia II, yaitu

1. Serbuan Jerman ke Polandia pada 1 September 1939 yang menjadi penyebab perang dunia di Eropa. Serangan ini dilakukan dengan dalih mengembalikan kota Danzig di Polandia yang sebagian besar penduduknya berbangsa Jerman.

2. Serbuan Jepang atas pangkalan armada laut Amerika Serikat di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941 menyebabkan pecahnya perang dunia kedua di Asia-Pasifik. Serangan ini dilakukan sesuai dengan rencana Jepang untuk memperoleh kemenangan dan kekuasaan di Asia Timur Raya.

Medan petempuran Perang Dunia II dibagi kedalam 3 wilayah pertempuran, yaitu:
  1. Front Eropa. Medan pertempuran antara Jerman melawan Sekutu dan Uni Soviet. Berlangsunp pada tahun 1939-1945 yang dipicu oleh Serbuan Jerman ke Danzig Polandia. Perang di wilayah Eropa ini berakhir dengan menyerahnya Jerman di kota Rheims kepada Sekutu pada tanggal 7 Mei 1945.
  2. Front Afrika. Perang antara Italia - Jerman melawan Inggris dan sekutunya, berlangsung pada tahun 1940 ditandai dengan invasi Italia terhadap Mesir. Perang ini berakhir pada tahun 1943 dengan kekalahan di pihak Italia - Jerman.
  3. Front Asia Pasifik. Baca artikel sebelumnya dengan judul Perang Dunia II Front Asia-Pasifik






Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/08/2015

Reaksi Terhadap Kolonialisme Barat Di Indonesia.

Reaksi Terhadap Kolonialisme Barat Di Indonesia. Kesewenang-wenangan kolonialisme Barat terhadap penduduk pribumi menimbulkan berbagai protes dan konflik di tanah jajahan mereka. Protes dan konflik ini meletus menjadi perlawanan atau peperangan di antara kedua belah pihak. Di Indonesia secara keseluruhan, perlawanan itu mewarnai perajalanan bangsa selama di bawah dominasi kolonial sampai abad XIX. Hanya saja perlawanan ini bersifat lokal yaitu perjuangan hanya dilakukan oleh masing-masing daerah tanpa menggalang persatuan dengan daerah lain di Indonesia yang senasib. Hal ini masih bisa di maklumi, mengingat pada masa itu, daerah-daerah di Indonesia masing-masing memiliki raja-raja tersendiri yang memiliki kerajaan di masing-masing daerahnya. Sehingga tidak jarang timbul pertentangan diantara mereka.

Reaksi Terhadap Kolonialisme Barat Di Indonesia.

Banyak hal atau faktor yang menimbulkan perlawanan raja atau rakyat di masing-masing kerajaan tersebut. Di antaranya yaitu adanya ideologi religius. Perbedaan paham keagamaan antara kolonial dan penduduk setempat sering berubah menjadi perang agama. Walaupun pada dasarnya perlawanan terhadap kolonial utamanya disebabkan konflik pada bidang ekonomi perdagangan maupun sosial politik. Tapi maksud saya konflik-konflik tersebut bisa berubah menjadi konflik agama.

Permasalahan utama yang menyebabkan gagalnya perjuang rakyat terhadap kolonialisme Barat adalah karena adanya reaksi yang berbeda di dalam menyikapi kedatangan kolonialisme Barat di Indonesia tersebut. Dalam sebuah kerajaan, ada kelompok yang menolak dengan keras, ada pula yang dengan senang hati menerima kedatangan bangsa Barat, dan ada pula yang justeru memanfaatkan kedatangan bangsa Barat demi kepentingan politik ekonomi kelompoknya. Perbedaan reaksi inilah yang memudahkan Belanda (VOC) untuk menjalankan politik devide et impera. Hal inilah yang memperlemah perlawanan rakyat, keadaan ini berlangsung sampai abad XIX. Lebih-lebih bangsa Barat (Belanda) ditunjang dengan teknologi perang yang jauh lebih maju dibanding dengan senjata yang digunakan penduduk.

Pada akhir abad XIX, upaya-upaya penaklukan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial hampir selesai. Satu-satunya daerah yang belum bisa ditaklukkan adalah Aceh. Maka setelah Aceh bisa dikuasai pada tahun 1904, seluruh Hindia Belanda (Indonesia) praktis jatuh dalam cengkeraman kolonialisme. Ini artinya seluruh wilayah yang ada disatukan di bawah pemerintahan Hindia Belanda, yang memiliki sistem hukum dan birokrasi yang utuh dan terpadu.

Setelah seluruh wilayah diintegrasikan dalam satu pemerintahan di bawah Gubernur Jenderal yang berkedudukan di Batavia, dampak yang timbul kemudian muncul masyarakat perkotaan. Timbul kota-kota besar seperti Batavia, Semarang, Surabaya, Medan, Makasar, dan lain-lain. Pada masa ini pemerintahan kolonial menerapkan opendourpolitcke atau politik pintu terbuka. Pada masa ini, di kota-kota dibangun beragam fasilitas, seperti Industri, sekolah, perkantoran, stasiun, pelabuhan, dan masih banyak yang lainnya.

Penyatuan wilayah dan kemudahan-kemudahan berupa berbagai fasilitas yang dibangun ini, berdampak buruk bagi pemerintahan kolonial Belanda. Dampak yang muncul dari penyatuan wilayah itu munculnya perasaan senasib dan sependeritaan diseluruh penduduk pribumi Hindia Belanda. Munculnya benih persatuan diluar dugaan pemerintah kolonial. Kenapa bisa terjadi demikian? Sebabnya, fasilitas-fasilitas yang dibangun tersebut menjadi alasan orang-orang dari berbagai daerah dan suku bangsa datang dan berinteraksi di pusat-pusat pemerintahan Belanda. Transportasi dan komunikasi yang dikembangkan oleh pemerintah kolonial, dengan sendrinya justeru mendukung proses terbentuknya kesadaran nasional. Orang tidak lagi memandang suku bangsa di mana dilahirkan, tetapi mulai merasakan kehadiran suku bangsa lain yang sama-sama ditindas kolonial.

Kesadaran nasional yang mulai muncul ini terus berkembang dan semakin kuat sehingga memunculkan semangat baru yang dahsat yaitu dengan munculnya rasa nasionalisme Indonesia yang begitu kuat disebagian besar rakyat. Lebih-lebih dengan munculnya Pendidikan Barat berupa sekolah-sekolah yang didirikan oleh Belanda. Pegawai-pegawai lulusan pendidikan barat ini yang diperuntukkan untuk kebutuhan birokrasi kolonial dijadikan sebagai tempat diskusi intelektual dan berubah menjadi alat perjuangan bangsa.

Dengan demikian, sikap kesukuan digantikan dengan semangat nasionalisme. Perjuangan tidak lagi bersifat priomodial dan tidak selalu melakukan perlawanan dengan senjata tapi perjuangan sudah mengarah ke ranah intlektual dan politik. Inilah perjuangan yang dilakukan sejak akhir abad XIX (memasuki awal abad XX) sampai kemudian Indonesia berhasil mengusir dan menghapus segala bentuk penjajahan di bumi Indonesia. Terima kasih Semoga bermanfaat!
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/06/2015

Download Ebook IPS Terpadu Kelas 7 dan 9

Kali ini saya akan mencoba membagikan beberapa buku pelajaran IPS Terpadu untuk para pelajar tingkat SMP / MTs kelas 7 dan 9 yang dapat dengan mudah di download atau diunduh di blog ini. Tiada lain tujuan saya membagikan ebook IPS Terpadu ini adalah untuk membantu para pelajar menunjang kegiatan belajar mereka baik di sekolah maupun di rumah. Semoga apa yang saya lakukan ini memiliki manfaat atau faedah yang sangat banyak. Bagi para penulis dan penerbit buku pelajaran IPS terpadu ini semoga mendapatkan kemudahan dan ganjaran yang setimpal dari Allah Yang Maha Kaya.

Download Ebook IPS Terpadu Kelas 7 dan 9

Berikut buku-buku yang dapat saya sediakan untuk di unduh :

1. IPS Terpadu Jilid 4 untuk Kelas 7

2. IPS Terpadu Kelas 7 Waluyo

3. Pengetahuan Sosial 1

4.IPS untuk SMP/MTs Kelas IX

5. Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX

Demikian dulu file buku yang dapat saya bagikan. Mohon maaf kalau ada kekeliruan dan kekurangan. Terima Kasih
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/05/2015

Darwinisme Tengah Mengalami Kemunduran

 Artikel ini saya ambil dari karya Harun Yahya  dengan title Darwinisme tengah mengalami kemunduran, dan tidak mampu lagi membohongi Dunia. Semoga bermanfaat!

Darwinisme mengemukakan bahwa terdapat fosil-fosil bentuk peralihan, namun kenyataannya tidak ditemukan ... Darwinisme mengemukakan bukti ilmiah yang tidak absah ... Meskipun seluruh fosil yang telah ditemukan dengan jelas membuktikan penciptaan, Darwinisme bersikukuh menyatakan hal yang sama sekali bertolak belakang ... Teori ini berupaya meyakinkan orang untuk mempercayai bahwa para seniman, ilmuwan dan profesor dapat terbentuk sebagai hasil dari ketidaksengajaan, melalui pembentukan protein-protein, yang memiliki peluang pembentukan secara kebetulan sebesar 1 per 10950, dengan kata lan "sebuah kemustahilan". Darwinisme bahkan berusaha menjadikan orang percaya bahwa para profesor yang terbentuk dengan cara seperti ini mendirikan universitas-universitas untuk mengkaji bagaimana diri mereka sendiri muncul menjadi ada secara tidak disengaja atau kebetulan.

Darwinisme menganggap kromosom di dalam sel makhluk hidup yang mengandung kode informasi lebih banyak daripada sebuah perpustakaan raksasa sebagai buah karya peristiwa kebetulan semata ... Teori ini menyatakan bahwa kekuatan mahahebat dari peristiwa kebetulan menjadikan atom-atom yang tidak dapat melihat, mendengar dan berpikir berubah menjadi manusia yang dapat melihat, mendengar, merasakan, berpikir dan berkesadaran… Bagi Darwinisme, peristiwa kebetulan atau ketidaksengajaan adalah tuhan yang melakukan karya-karya luar biasa. Dalam uraian ini akan Anda pahami betapa mantra hitam Darwinisme ini telah terhapuskan.

1. Darwinisme tidak lagi mampu mengatakan bahwa protein dapat terbentuk melalui evolusi. Sebab peluang terbentuknya satu protein saja dengan urutan yang benar secara acak  adalah 1 per 10950, sebuah angka yang menunjukkan kemustahilan secara matematis.

2. Darwinisme tidak lagi merujuk kepada fosil-fosil sebagai bukti terjadinya evolusi. Hal ini dikarenakan seluruh penggalian yang dilakukan di seluruh dunia dari pertengahan abad ke-19 hingga hari ini, tak satu pun dari "bentuk-bentuk peralihan" yang menurut para evolusionis seharusnya ada dalam jumlah jutaan ternyata tidak pernah ditemukan. Telah disadari bahwa bentuk-bentuk "mata rantai" ini tidak lain hanyalah sebuah kisah khayalan.

3. Para evolusionis berputus asa di hadapan fosil-fosil yang berjumlah tak berhingga yang telah berhasil digali hingga saat ini. Hal ini disebabkan semua fosil-fosil ini memiliki seluruh ciri-ciri yang mendukung dan membuktikan penciptaan.

4. Para evolusionis tidak lagi mampu menyatakan bahwa Archaeopteryx adalah nenek moyang burung, sebab penelitian terkini terhadap fosil-fosil Archaeopteryx telah sama sekali menggugurkan pernyataan bahwa Archaeopteryx adalah makhluk "setengah-burung." Telah diketahui bahwa Archaeopteryx memiliki struktur anatomi dan otak yang sempurna yang diperlukan untuk terbang, dengan kata lain Archaeopteryx adalah seekor burung sejati, dan "dongeng khayal tentang evolusi burung" tidak lagi dapat dipertahankan keabsahannya.

5. Darwinisme tidak lagi dapat menggunakan urutan palsu yang dikenal sebagai "silsilah evolusi kuda." Telah diketahui bahwa urutan silsilah palsu ini tersusun dari sejumlah spesies terpisah yang hidup di zaman yang berbeda dan di wilayah yang berbeda. 

6. Darwinisme tidak lagi dapat menggunakan fosil yang dikenal sebagai Coelocanth untuk mendukung dongeng khayal peralihan dari air ke darat, sebab sejak pernyataan tersebut dikemukakan diketahui bahwa makhluk ini, yang sebelumnya dikukuhkan sebagai bentuk peralihan yang punah, ternyata ikan yang menghuni dasar lautan yang kini masih hidup, dan lebih dari 200 ikan hidup dari jenis tersebut hingga kini telah berhasil ditangkap.

7. Darwinisme tidak mampu lagi menyatakan bahwa makhluk hidup seperti Ramapithecus dan serangkaian Australopithecus (A. Bosei, A. Robustus, A. Aferensis, Africanus dst.) adalah para nenek moyang manusia. Hal ini disebabkan penelitian terhadap fosil-fosil ini telah memperlihatkan bahwa semua makhluk ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan manusia dan merupakan spesies-spesies kera sejati yang punah.

8. Darwinisme tidak akan lagi mampu membohongi masyarakat dengan gambar-gambar rekonstruksi [reka ulang], sebab para ilmuwan telah dengan jelas mengungkapkan bahwa rekonstruksi ini, yang didasarkan pada sisa-sisa tubuh hewan yang pernah hidup di masa lalu, tidaklah bernilai ilmiah dan sama sekali tidak dapat dipercaya.

9. Darwinisme tidak mampu lagi mengemukakan "Manusia Piltdown" sebagai bukti bagi evolusi, sebab penelitian menunjukkan bahwa fosil seperti "Manusia Piltdown" tidak pernah ada dan selama 40 tahun masyarakat telah dibohongi dengan sepotong rahang orang hutan yang direkatkan pada sebongkah tengkorak manusia.

10. Darwinisme tidak dapat lagi menyatakan bahwa "Manusia Nebraska" dan keluarganya membenarkan evolusi, sebab telah dikukuhkan bahwa fosil-fosil gigi geraham yang dijadikan bukti bagi kisah "Manusia Nebraska" ternyata milik sejenis babi liar yang telah punah.

11. Darwinisme tidak lagi mampu menyatakan bahwa seleksi alam mendorong terjadinya evolusi, sebab telah dibuktikan secara ilmiah bahwa mekanisme yang dimaksud tidak dapat menyebabkan makhluk hidup berevolusi dan tidak dapat menyebabkan mereka memperoleh sifat-sifat baru. Silahkan baca juga : Lubang Hitam karya Harun Yahya yang lainnya.

Para pendukung Darwinisme telah melakukan banyak sekali penyebaran informasi keliru sebagaimana disebutkan di atas, dan waktu telah mengungkap bahwa semua hal tersebut tidaklah benar. Misalnya, telah diketahui bahwa mutasi yang dulunya dinyatakan memiliki daya evolusi ternyata malah sama sekali bersifat merusak, dan berdampak menimbulkan penyakit, cacat atau kematian, dan bukan perbaikan... Telah diketahui bahwa struktur pada embrio manusia yang dulunya dikatakan oleh para Darwinis sebagai insang ternyata adalah cikal bakal saluran telinga bagian tengah, kelenjar paratiroid and kelenjar timus. Telah terungkap pula bahwa perubahan-perubahan telah sengaja dilakukan pada gambar-gambar embrio untuk memberi dukungan pada evolusi. Telah diketahui bahwa informasi genetik bagi kekebalan terhadap berbagai antibiotik yang terdapat pada bakteri ternyata telah ada pada DNA mereka "sejak saat bakteri tersebut ada di dunia ini".. (info@harunyahya.com)


Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/03/2015