Home » » FAKTA MENGENAI PLANET YUPITER

FAKTA MENGENAI PLANET YUPITER

FAKTA MENGENAI PLANET YUPITER
Solar System-Planet Yupiter merupakan planet ke-5 dari sistem Tata Surya kita

Fakta Mengenai Planet Yupiter

Planet Yupiter merupakan planet yang terbesar, di antara planet-planet yang lain di dalam sistim Tata Surya kita. Planet ini merupakan planet raksasa yang terang dan memiliki 16 satelit, dan 4 dari bulannya sebesar planet. Bahkan orang-orang Romawi kuno menjuluki Jupiter adalah raja langit.

Ukuran Planet Yupiter dan Jaraknya dengan Matahari

Diameter ekuatorial Planet Yupiter 142.980 km atau 11 kali diameter Bumi (12.760 km). Memiliki masa 318 kali masa Bumi, dan 1300 kali lebih besar dari Planet Bumi. Sedangkan kerapatan (air) adalah 1/4 kerapatan Bumi, karena sebagian besar Jupiter terdiri atas gas, terutama hidrogen dan helium. Adapun jarak rata-rata Yupiter dengan Matahari adalah 778 juta km.

Yupiter sang raja langit ini, membutuhkan 9 jam 55 menit untuk melakukan rotasi dan 12 tahun waktu di bumi untuk mengelilingi Matahari (revolusi). Banyangkan pergantian siang dan malam di planet itu kurang dari 10 jam. Wow, kalau begini cepat pergantian waktu di bumi kita, apa yang bakalan terjadi, ya?

Satelit-Satelit Planet Yupiter

Seperti planet yang lainnya, Yupiter juga memiliki satelit alias bulan. Bahkan tidak tanggung-tanggung planet ini memiliki 16 satelit. Ke-16 satelit itu, adalah Metis, Adrastea, Amalthea, Thebe, Io, Europa, Ganymede, Callisto, Leda, Himalia, Lysithea, Elara, Ananke, Carme, Pasiphae, dan Sinope.

Io, Callisto, Europa, dan Ganymede adalah bulan-bulan yang ditemukan oleh Galileo Galile. Io adalah bulan yang terdekat dari Yupiter. Erupsi sebuah gunung besar yang berada di satelit Io dapat menghamburkan 300 km ke luar angkasa.

Callisto adalah bulan Yupiter kedua terbesar setelah Ganymede dan banyak kawahnya, yang tidak seperti bulan kita karena yang dimaksud adalah kawah es. Daerah-daerah yang terang yang terdapat pada Callisto adalah kawah es yang terbentuk oleh dampak benda dari angkasa.

Sebagaimana yang telah sedikit kita singgung di awal tulisan ini, 4 dari 16 satelit Yupiter sebesar planet, yaitu Ganymede (terbesar), Callisto, Europa, dan Io. Kemudian 2 satelit dari 16 satelit tersebut mempunyai arah peredaran yang berbeda dengan arah peredaran Yupiter dan jaraknya sangat jauh dari Yupiter.

Bulan-bulan ini mengelilingi Yupiter sambil berotasi, sebagaiman halnya dengan bulan terhadap bumi. Kenyataan ini berdasarkan penelitian sistematis yang dilakukan oleh Galileo pada tahun 1610, terhadap 4 satelit terbesar Yupiter. Pernyataan ini memberikan lebih banyak bukti untuk menggugurkan teori geosentris yang menempatkan Bumi sebagai pusat Alam Semesta.

Atmosfer Planet Yupiter

Berbeda dengan planet dalam yang padat, Yupiter terdiri atas gas hidrogen dan gas helium. Di bawah tataran awan, tekanannya sangat besar sehingga hidrogen dimampatkan dalam bentuk cairan dan ke bawah menjadi hidrogen logam.

Planet ini menyebarkan lebih banyak radiasi panas dari Matahari karena terus tenggelam pada laju beberapa milimeter per tahun. Jika Yupiter memiliki masa lebih besar, garis pada intinya akan panas dan cukup rapat untuk reaksi fusi nuklir dan Yupiter akan menjadi bintang.
Awan pada puncak Yupiter tampaknya terbagi atas pita-pita berbagai warna (dari foto penelitian). Pita yang terang disebut zona dan pita yang gelap disebut sabuk. Zona Trofis Utara (sama dengan zona sedang bagian utara) adalah yang paling terang. Warna putihnya menunjukkan awan amonia yang tinggi.

Sabuk Khatulistiwa, mengelilingi khatulistiwa Yupiter, selalu tampak kacau, dengan atmosfer yang selalu disinggahi angin kencang. Di sebelah planet terdapat sejumlah oval putih atau merah. Itu adalah sistem awan yang besar. Pita warna cokelat dan jingga menunjukkan adanya meolekul organik, termasuk etana.

Ekuator Yupiter menonjol keluar akibat rotasi yang sangat cepat. Menyebabkan berputar pula inti hidrogen logam Yupiter yang mengakibatkan terjadinya medan magnet yang sangat besar di sekelilingnya, 10 kali lebih besar dari kekuatan medan magnet bumi. Magnosfer ini didorong kembali oleh angin surya dan ekornya menyebar sampai jauh dari Matahari.

Pola angkasa Planet Jupiter yang paling menonjol adalah bintik merah besar. Bintik lonjong ini berukuran 40.000 kilometer kali 13.000 kilometer. Diduga bintik tersebut merupakan pusaran massa gas yang bertiup seperti badai yang tak pernah reda (sistem badai). Warna merah pada bintik diduga disebabkan oleh fosfor.

Walaupun Yupiter bukan bintang, pesawat penjelajah antariksa yang memerlukan beberapa tahun untuk sampai di sana harus dilindungi dari sabuk radiasi yang dapat menghancurkan peralatan. Pesawat apa pun yang dikirim ke atmosfer yang bergolak ini akan rebah seperti kaleng tipis di bawah tekanan. Baca juga artikel berikutnya: Mengenal Planet Mars.

Sumber tulisan:
Jendela Iptek Astoronomi, Balai Pustaka Jakarta, 2001.
Sumber bacaan lainnya
Gambar: Solar System-Fixabay.com
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 11/27/2015

0 komentar:

Post a Comment