Home » » MACAM-MACAM PERIKLANAN

MACAM-MACAM PERIKLANAN

MACAM-MACAM PERIKLANAN
Macam-macam periklanan. Beberapa waktu yang lalu, admin telah juga membahas arti dan fungsi periklanan. Untuk menyegarkan kembali ingatan kita, ada baiknya kita ulangi dulu pengertian dari periklanan itu sendiri. Periklanan merupakan komunikasi yang dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah biaya, yang dilakukan melalui berbagai media untuk menyampaikan informasi, membujuk, menyampaikan image kepada pihak lain atau konsumen baik individu maupun kelompok.

Setelah kita merefreh ingatan kita tentang pengertian iklan tersebut, mari langsung saja kita bahas jenis-jenis atau macam-macam periklanan itu sendiri.

Secara garis besar jenis periklanan itu, dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

A. Periklanan barang (Product Advertising)

Dari namanya saja kita bisa mengetahui bahwa yang menjadi pokok dari periklanan barang ini adalah produk. Jadi dalam hal ini perusahaan atau produsen menggunakan media periklanan untuk memasang iklan dengan maksud untuk menyatakan tentang produk mereka yang ditawarkan kepada pasar.

Product Advertising ini sediri, dibagi lagi menjadi beberapa macam periklanan, di antaranya:
  1. Primary demand advertising. Periklanan ini digunakan untuk menaikkan permintaan pada suatu barang atau produk secara keseluruhan tanpa menyebut merk atau nama perusahaan. Contoh "Gunakan pasta gigi 3 x sehari untuk kesehatan mulut anda!"
  2. Selective demand advertising. Sama dengan jenis periklanan di atas cuma merk disebutkan. Contoh: "Gunakan pasta gigi pepsodent 3x sehari untuk kesehatan mulut anda!"
  3. Periklanan Langsung. Ini digunakan untuk mendapat tanggapan cepat dari konsumen terhadap iklannya. Biasanya dilakukan dengan memberikan kupon kepada pelanggan yang kemudian langsung diserahkan kembali kepada perusahaan.
  4. Periklanan tidak langsung. Digunakan untuk mendorong permintaan dalam periode waktu yang lebih lama. Iklan ini dibuat untuk menyatakan kepada konsumen bahwa produk itu ada dan menguntungkan.

B. Periklanan Kelembagaan (Institutional Advertising)

Jenis perikalanan ini digunakan untuk menarik simpati konsumen terhadap penjual, sehingga perikalanan ini disebut juga corporate-image advertising.

Periklanan kelembagaan ini juga dibagi lagi menjadi 3 golongan :
  1. Patronage institutional advertising. Menarik minat konsumen dengan mengungkap motif pada penjual bukan motif membeli barang tertentu. Misalnya membeli di sini, barang diantar sampai rumah.
  2. Public relations institutional advertising. Periklanan yang dilakukan untuk menyatakan pengertian yang baik bagi perusahaan. Misal : Perusahaan menyatakan akan mengurangi polusi yang ditimbulkan oleh pabriknya.
  3. Public service institutional advertising. Periklanan yang digunakan untuk mendorong masyarakat menggunakan sesuatu, misalnya kendaraan secara berhati-hati. Di sini, perusahaan asuransi jiwa dapat membantu dengan memberikan petunjuk kepada masyarakat dalam memilih kendaraan.

C. Periklanan berdasar daerah geografisnya

Perikalanan ini dibedakan menjadi 3 yakni :
  1. Periklanan Nasional (General advertising). Periklanan yang digunakan oleh para produsen dengan distribusi nasional. Media yang digunakan adalah media yang berskala nasional.
  2. Periklanan Regional. Perikalanan yang hanya terbatas pada daerah tertentu dari sebuah negara. Contohnya : periklanan yang hanya dituju untuk masyarakat pulau Jawa saja.
  3. Periklanan Lokal. Periklanan ini disebut juga retail advertising. Periklanan lokal biasanya dilakukan oleh pengecer atau retail dan ditujukan untuk pasar lokal saja.

D. Periklanan Pasar

Periklanan ini tergantung pada jenis dan sifat pasar yang dituju. Periklanannya tergantung pada sasaran yang dituju, apakah konsumen consumer advertising, perantara pedagang, atau pemakai industri. Macam periklanan pasar ini adalah :
  1. Consumer advertising, ditujukan kepada konsumen
  2. Trade advertising, ditujukan kepada perantara pedagang, terutama pengecer.
  3. Industrial advertising, ditujukan kepada pemakai industri.

Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 11/08/2015

0 komentar:

Post a Comment