Home » » NILAI-NILAI KARAKTER DALAM CTL

NILAI-NILAI KARAKTER DALAM CTL

Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel mengenai nilai-nilai karakter dalam CTL ini, ada baiknya pembaca sekalian membaca artikel saya sebelumnya: Strategi Pembelajaran Konstekstual (CTL) yang sudah saya posting beberapa waktu yang lalu, biar nyambung.

Oke, sekarang waktunya kita melanjutkan, apa yang menjadi pembahasan inti kita.

Berikut ini adalah nilai-nilai karakter yang didapat peserta didik dalam penerapan strategi pembelajaran kontekstual. (Dikutip dari buku Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, oleh Suyadi, M.Pd.I)

1. Kerja Keras

Tidak diragukan lagi bahwa strategi pembelajaran kontekstual menuntut peserta didik belajar keras untuk menguasai materi pembelajaran. Kemudian menghubungkannya dengan pengalaman hidup sehari-hari, selanjutnya digunakan sebagai strategi pemecahan masalah sehari-hari. Tentu saja pola pembelajaran seperti ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memeras seluruh kemampuan, baik tenaga maupun pemikiran.

2. Rasa Ingin Tahu

Bagi peserta didik yang belajar dengan strategi pembelajaran kontekstual, menguasai pembelajaran yang diberikan guru di kelas saja tidak cukup. Secara alamiah peserta didik akan terus mencari tahu, apa dan bagaimana materi tersebut berhubungan dan dapat digunakan sebagai pemecahan masalah. Memang banyak ide maupun gagasan yang muncul, tetapi dalam prakteknya tidak sedikit peserta didik yang gagal dan harus mencari ide lain untuk menghubungkan dan menggunakan materi yang telah dikuasai tersebut sebagai problem solver. Namun kegagalan demi kegagalan tidak menyurutkan peserta didik untuk memecahkan masalah, karena ia akan terus berusaha mencari cara lain yang dapat ditempuh. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual mampu menanamkan nilai karakter, khususnya menumbuhkan rasa ingin tahu.

3. Kreatif

Masih berhubungan dengan nilai karakter rasa ingin tahu, nilai karakter lain dari penggunaan strategi pembelajaran kontekstual adalah kreatif. Proses menghubungkan materi pelajaran di dalam kelas ke dalam pengalaman hidup sehari-hari, terlebih lagi menggunakannya sebagai problem solver, dibutuhkan kreatifitas yang tinggi, bukan sekadar intelektualitas. Cara-cara kreatif biasanya lebih elegan dan tepat sasaran daripada cara-cara intelektualitas. Mengapa demikian? Karena kreatifitas adalah kerja otak kanan yang syarat dengan fleksibilitas, keindahan dan seni, sedangkan intelektualitas syarat dengan linieritas, sistematisasi yang rumit, kaku, prosedural dan ketat. Dengan demikian, strategi pembelajaran kontekstual mempunyai kekayaan kreatifitas yang tinggi.

4. Mandiri

Strategi pembelajaran kontekstual (CTL) menuntut kemandirian yang tinggi, meskipun strategi ini dapat dilakukan secara kelompok. Hal ini karena Strategi pembelajaran kontekstual secara tidak langsung menyangsikan kegagalan harus ditanggung sendiri jika ternyata cara mengatasi masalah yang dipilih gagal. Konsekuensi ini menuntut kemandirian yang tinggi, sehingga peserta didik terdorong untuk memilih cara-cara mengatasi masalah dengan penuh kepercayaan diri, dan tidak terpikir sedikitpun untuk menyalahkan orang lain atas kegagalan dirinya.

5. Tanggung Jawab

Nilai karakter dalam strategi pembelajaran kontekstual yang lain adalah nilai tanggung jawab. Nilai karakter ini sebenarnya hanyalah kelanjutan dari nilai-nila karakter yang lain, khususnya kreatifitas dan kemandirian. Kreatifitas diperlukan keberanian untuk mengambil risiko kegagalan, sedangkan kemandirian diperlukan sikap keberanian bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Dengan demikian, nilai tanggung jawab yang terkandung dalam strategi pembelajaran kontekstual merupakan keniscayaan yang tidak dapat diragukan lagi.

6. Peduli Lingkungan Sosial

Sebagaimana disinggung di atas, bahwa strategi pembelajaran kontekstual dapat digunakan secara kelompok maupun individu. Ketika strategi ini digunakan secara kelompok, secara otomatis hal itu dapat menanamkan nilai karakter kepedulian sosial. Sedangkan kemampuan peserta didik dalam mengaitkan materi kelas dengan kehidupan nyata serta menggunakannya sebagai problem solver, secara otomatis dapat menanamkan nilai karakter kepedulian lingkungan.

Terima kasih Anda telah membaca artikel "Nilai-Nilai Karakter dalam CTL" ini. Silahkan telusuri terus artikel-artikel menarik lainnya di blog ini! Insya Allah semuanya bermanfaat.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 12/14/2015

0 komentar:

Post a Comment