Home » » Dampak Kegiatan Produksi Terhadap Lingkungan

Dampak Kegiatan Produksi Terhadap Lingkungan

Dampak Kegiatan Produksi Terhadap Lingkungan

Tuntutan kebutuhan manusia yang semakin besar dan beragam akan pemenuhan barang dan jasa menyebabkan kegiatan produksi semakin meningkatkan dan memperbesar kapasitas produksinya, hal ini tentu saja akan memiliki dampak, baik positif maupun negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam artikel kali ini kita akan membahas apa saja dampak dari kegiatan produksi tersebut terhadap lingkungan alam sekitarnya dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah dampak negatifnya.

Kegiatan produksi dapat diartikan kegiatan untuk menghasilkan dan menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Pada tahap pelaksanaan proses produksi tentunya terdapat berbagai limbah dan gas buangan yang apabila tidak dikelola dengan baik akan dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Karena itu sudah sepatutnya perusahaan-perusahaan tidak hanya berorintasi kepada hasil produksi dan keuntungan semata, tetapi juga harus ikut aktif menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaannya.

Mari kita identifikasi apa saja dampak-dampak yang mungkin timbul dari pelaksanaan produksi tersebut. Secara garis besar kegiatan produksi tersebut menyebabkan timbulnya dampak-dampak postif dan dampak-dampak negatif.

Dampak-dampak positif dari kegiatan produksi

1. Mengurangi jumlah pengangguran, terutama di sekitar pabrik. Karena perusahaan mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup besar untuk menyerap tenaga kerja terutama yang berasal dari lingkungan pabrik atau perusahaan.

2.  Meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar pabrik. Meningkatnya penghasilan masyarakat berarti meningkatnya tarap hidup ekonomi masyarakat sehingga hidup menjadi sejahtera, hidup menjadi layak, tingginya tingkat pendidikan dan kesehatan.

3. Membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan. Karena pemerintah mendapatkan devisa dari kegiatan produksi tersebut.

Sedangkan dampak-dampak negatif dari kegiatan produksi antara lain:

1. Pencemaran udara karena asap pabrik dan material seperti serpihan debu selama proses produksi berlangsung, terutama pada pabrik semen. Pencemaran udara ini dapat menyebabkan timbulnya berbagai gangguan pernapasan, seperti sesak nafas dan asma. Di samping itu asap dan debu-debu yang keluar dari cerobong pabrik menyebabkan meningkatnya suhu udara.

2. Pencemaran suara. Pencemaran ini berasal dari mesin-mesin pabrik selama kegiatan produksi dilaksanakan, sehingga menimbulkan kebisingan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran penduduk yang berada di lingkungan pabrik.

3. Pencemaran air. Kualitas air menurun karena limbah cair pabrik yang dibuang ke sungai. Limbah juga bisa berupa material lepas dari bahan baku yang terbuang ke sungai sehingga menyebabkan pendangkalan pada sungai. Limbah-limbah ini dapat mengganggu ekosistem air dan meimbulkan penyakit gatal-gatal pada penduduk yang bertempat tinggal di bantaran sungai.

Di samping yang kita sebutkan di atas tadi kegiatan produksi juga dapat menimbulkan pencemaran tanah, kerusakan flora dan fauna dan lain-lain.

Upaya Pencagahan Dampak Negatif

Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam usaha mencegah timbulnya dampak negatif dari kegiatan produksi industri ini, yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungannya dan upaya pemilik industri itu sendiri bersama pemerintah dalam mengatasi dampak negatif dari kegiatan indistri itu.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemilik industri bersama pemerintah dapat dilakukan dengan membuat sistem penanganan limbah industri yang baik sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar. Sebelum mendirikan pabrik hendaknya perusahaan membuat perencanaan yang tepat yang bertumpu pada kelangsungan kelestarian lingkungan sehingga tercipta industri yang ramah lingkungan.

Berikut beberapa contoh dalam upaya mengatasi dan menanggulangi pencemaran akibat kegiatan produksi.
  1. Perusahaan harus membuat cerobong asap yang tinggi dengan menggunakan saringan (filter) untuk menghindari pencemaran udara.
  2. Untuk menghindari pencemaran air, semua industri harus memiliki pengolahan air limbah pabrik. Sehingga air buangan dari pabrik tersebut tidak membahayakan kesehatan penduduk dan lingkungan sekitar.
  3. Dan untuk upaya menghindari pencemaran tanah dari sampah beracun, hendaknya sisa industri diolah terlebih dahulu sebelum dibuang di tempat pembuangan yang telah disediakan khusus untuk limbah industri. Dan tidak dibuang di daerah pemukiman penduduk, area pertanian dan peternakan.
Baca juga:
Semoga bermanfaat!
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/03/2016

0 komentar:

Post a Comment