Home » » Komponen-Komponen Peta

Komponen-Komponen Peta

Komponen-Komponen Peta
Perhatikan komponen-komponen peta yang terdapat pada peta Provinsi NTB di atas!

Menyambung pembahasan kita tentang syarat-syarat pembuatan peta beberapa hari yang lalu, maka pada kesempatan kali ini admin akan membahas mengenai unsur-unsur atau komponen-komponen yang harus ada pada peta, sehingga mudah dibaca dan dipahami.

Di bawah ini adalah unsur-unsur atau komponen-komponen yang terdapat pada peta.

1. Judul peta. Biasanya ditaruh di tengah atas dengan menggunakan huruf kapital tegak. Judul peta dimaksudkan untuk menunjukkan informasi yang terdapat pada peta.

2. Skala. Perbandingan jarak atau skala ini biasanya ditulis di bawah legenda atau di bawah judul peta. Skala ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
  • skala angka (numerik), yaitu skala yang dinyatakan dengan angka. Contoh skala 1 : 100.000 artinya 1 cm di peta sama dengan 1 km jarak sebenarnya di bumi.
  • Skala garis (grafik), yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk gambar garis yang disertai dengan angka dan ukuran.
  • Skala verbal, yaitu skala yang dinyatakan dengan kalimat. Contoh 1 cm di peta = 5 km di lapangan.
3. Garis astronomis, yaitu garis bujur dan garis lintang. Garis astronomi ini dapat memberikan informasi yang jelas tentang posisi wilayah yang dipetakan. Dan dapat menggambarkan keadaan iklim dan daerah waktu yang ada pada wilayah yang dipetakan tersebut.

4. Penunjuk Arah (tanda orientasi/mata angin), yaitu tanda yang menunjukkan arah pada peta dan biasanya digambarkan dengan tanda panah dengan ujungnya ditulisi huruf U, yang berarti arah utara.

5. Simbol, merupakan tanda, berupa simbol garis, simbol titik, bidang (daerah), dan simbol warna, yang digunakan untuk mewakili objek yang dipetakan.

6. Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang digunakan pada peta, sehingga memudahkan pembaca dalam melihat dan memahami peta. Legenda kebanyakan ditempatkan pada bagian bawah peta, baik di pinggir maupun di tengah dalam bentuk kolom.

7. Inset adalah peta kecil yang disisipkan pada peta utama, digunakan untuk menunjukkan wilayah lebih luas di sekitar peta utama. Inset ini berguna juga untuk memudahkan pembaca peta menemukan letak wilayah yang dipetakan.

8. Sumber dan tahun pembuatan peta. Fungsinya untuk mengetahui kapan peta itu dibuat dan dari mana atau siapa sumbernya. Hal ini penting karena adanya pemekaran wilayah sehingga peta juga harus diubah. Di letakkan di bagian bawah kolom legenda atau di sudut kiri bawah di luar tepi peta.

9. Lettering, gaya atau bentuk penulisan yang terdapat pada peta. Misalnya: huruf kapital tegak untuk judul peta, hal-hal yang berkaitan dengan air ditulis miring, dan sebagainya.

10. Garis tepi, yang digunakan untuk penempatan angka garis lintang dan garis bujur.


Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/12/2016

0 komentar:

Post a Comment