Home » » RAPAT RAKSASA IKADA

RAPAT RAKSASA IKADA

Apakah yang ada dibenak anda ketika membaca judul artikel ini? Mungkin sebagian dari pembaca ada yang menjawab bahwa Rapat Raksasa Ikada merupakan rapat yang dihadiri oleh sejumlah orang banyak dari tokoh-tokoh yang berada di Lapangan Ikada, atau mungkin ada juga yang tidak tahu harus menjawab apa. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya mari simak terus pembahasannya di bawah ini.

Rapat Raksasa ini terjadi pada tanggal 19 September 1945 di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta). Rapat Raksasa Ikada ini dipelopori oleh Komite Van Aksi yang bermarkas di Jalan Menteng 31 Jakarta. Sekitar 200.000 orang atau lebih dari 300.000 orang dari sumber yang berbeda, ikut mengahidiri pertemuan di Ikada tersebut. Pertemuan ini dikawal dan dijaga ketat oleh tank-tank dan para serdadu Jepang dengan sangkur terhunus.

Paling tidak ada 3 alasan kenapa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada, Jakarta tersebut terlaksana:
  1. Dimaksudkan sebagai bentuk dukungan terhadap berdirinya negara Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan.
  2. Sebagai bentuk protes terhadap pengumuman panglima tentara Jepang di Jawa tanggal 10 September 1945 yang menyatakan bahwa kekuasaannya di Indonesia akan diserahkan kepada Sekutu/Belanda bukan kepada Indonesia.
  3. Pertemuan para pemimpin penting dengan rakyatnya. Pada kesempatan ini Soekarno berpidato secara langsung di depan rakyat yang hadir pada pertemuan itu.
Rapat Raksasa Ikada dihadiri oleh Presiden Ir. Soekarno dan Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta serta sejumlah menteri. Untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah, Presiden menyampaikan pidato yang intinya berisi permintaan agar rakyat memberi kepercayaan dan dukungan kepada pemerintah RI, mematuhi perintahnya, tunduk, serta disiplin. Di akhir pidato beliau meminta rakyat yang hadir bubar dan tenang. Berikut pidato/istruksi singkat yang disampaikan oleh Presiden Soekarno pada pertemuan tersebut.

 
“Percayalah rakyat kepada Pemerintah Republik Indonesia. Kalau memang saudara-saudara percaya kepada Pemerintah Republik Indonesia yang akan mempertahankan proklamasi kemerdekaan itu, walaupun dada kami akan dirobek-robek, kami akan tetap mempertahankan. Maka berilah kepercayaan kepada kami dengan cara tunduk pada perintah-perintah dan tunduk kepada disiplin”.

Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/16/2016

0 komentar:

Post a Comment