TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL

Tipe-Tipe Pranata Sosial

Berdasarkan fungsi-fungsi secara umum, pranata sosial dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut. Berikut ini beberapa tipe pranata sosial.

1. Berdasarkan perkembangannya, pranata sosial dapat dibedakan menjadi:
  • Crescive institution adalah pranata sosial yang secara tidak sengaja tumbuh dari kebiasaan masyarakat. Misalnya: tata cara perkawinan, norma-norma, dan berbagai upacara adat.
  • Enacted institution adalah pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Misalnya: lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga keuangan.

2. Berdasarkan sistem nilai/kepentingan yang diterima masyarakat :
  • Basic institution adalah pranata sosial yang dianggap penting dalam upya pengawasan terhadap tata tertib di masyarakat. Misalnya, keluarga, sekolah, dan negara.
  • Subsidiary institutions adalah pranata yang dianggap kurang penting. Misalnya tempat-tempat hiburan atau rekreasi.

3. Berdasarkan penerimaan masyarakat, pranata dibedakan menjadi:
  • Approved institution adalah bentuk pranata yang diterima secara umum oleh masyaraka. Misalnya lembaga pendidikan, lembaga peradilan, dan lain-lain.
  • Unsanctioned institution adalah bentuk pranata sosial yang secara umum ditolak oleh masyarakat. Misalnya berbagai perilaku penyimpangan, seperti merampok, memeras, pusat-pusat perjudian, prostitusi, dan lain-lain.

4. Berdasarkan faktor penyebarannya.
  • General institution adalah bentuk pranata sosial yang diketahui dan dipahami masyarakat secara umum. Misalnya keberadaan agama dalam kehidupan.
  • Restricted institution adalah bentuk pranata sosial yang hanya dipahami oleh anggota kelompok tertentu. Misalnya pelaksanaan ajaran agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, atau berbagai aliran kepercayaan lainnya.

5. Berdasarkan fungsinya, pranata sosial dapat dibedakan menjadi 2 juga, yaitu:
  • Cooperative institution adalah bentuk pranata sosial yang berupa kesatuan pola dan tata cara tertentu. Misalnya pranata perdagangan dan pranata industri.
  • Regulative institution adalah bentuk pranata sosial yang bertujuan mengatur atau mengawasi pelaksanaan nilai-nilai atau norma-norma yang berkembang di masyarakat. Misalnya pranata hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. (sumber: LKS IPS untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester II. CV. Teguh Karya).
Silahkan baca juga artikel sebelumnya: Mengenal Pranata Sosial.

Demikianlah Tipe-Tipe Pranata Sosial yang dapat kami hadirkan ketengah-tengah para pembaca sekalian. Semoga berguna.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/31/2016

Langkah-Langkah Penting Meraih Prestasi

Langkah-Langkah Penting Meraih Prestasi

Langkah-Langkah Penting untuk Meraih Prestasi


Walaupun prestasi identik dengan reward (penghargaan) macam-macam, tetapi sebenarnya bahwa prestasi itu tidak hanya diukur dengan banyak piala yang kamu raih, bukan piagam dan bukan pula bentuk penghargaan yang lainnya. Prestasi tidak pula dilihat dari pencapain materi. Tapi yang paling penting, prestasi itu adalah apa yang bisa kamu lakukan atau perbuat yang mendatangkan manfaat atau faedah bagi dirimu, keluargamu dan orang lain. Pastinya, kamu bisa berprestasi dengan apa yang kamu punya dan apa yang kamu mampu. Untuk itu, mari perhatikan langkah-langkah penting meraih prestasi tersebut.

1. TUJUAN KAMU JELAS


Ini pasti dong! Kamu mengaku sebagai pemudi muslim? Of course! Nah, tentu saja tujuan kamu kudu selaras dengan komitmen sebagai seorang muslim. Ringkasnya ada di QS. Adz-Dzariat: 56. “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” Jelaskan? Jadi segala sesuatu yang kita lakukan tak lain dalam rangka mengabdi pada Allah. Dalam kerangka ini tentu saja tak lepas dari niat dan pelaksanaan. Niat yang ikhlas dan pelaksanaan sesuai syariat. Kamu ingin cerdas, sok belajar yang bener. Cerdaslah luar dalam, sebab banyak orang yang cerdas tapi keblinger. Kamu ingin jadi penulis fiksi karena gemes dengan karya-karya picisan yang tak mencerdaskan, sok menulis yang oke. Mau..

2. JANGAN KEBANYAKAN MIKIR


Bukan berarti gak berfikir. Tapi, kamu perlu secepatnya memulai. Hari ini juga, detik ini, do it now! Banyak sekali perubahan yang harus dilakukan, buat diri sendiri, orang lan, masyarakat dan seterusnya. So, if you think something needs to be changed - do something to make that change. You don’t have time? Make time! Kamu hanya butuh langka pertama. Ingin jadi penulis? Ayo mulai, walau hanya satu paragraf. Ingin pintar, ya belajar. Ingin punya uang saku sendiri? Sok atuh, cari peluang. Ingin menjahit, memasak, menyapu, mencuci piring (lho?). lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan, yang positif tentunya.

3. CARI TELADAN


Nabi dan Rasul tentu saja teladan terbaik sepanjang masa. Namun sering kali kita butuh seseorang yang berada di hadapan kita langsung, yang dapat kita tiru. Open your eyes and open your heart (cieee..) ada banyak pelajran yang bisa didapat dari orang lain. Ada banyak rahasia sukses yang tersimpan. Nah, dalam meneladani orang yang harus diperhatikan adalah bagaiman akeperibadiannya, prinsif hidup, lingkungan tempat hidupnya, dan jalan hidup yang dilaluinya. Janganlah meniru habis-habisan, tetaplah menjadi diri sendiri alias never to walk in anyone shadow. Karena kamu berbeda dengan orang lain, kamu memilik kekhasan sendiri.

4. KERJA KERASLAH


Tidak ada prestasi tanpa ketekunan, keuletan dan kesungguhan. Prestasi luar biasa berasal dari komitmen yang juga luar biasa. Belajarlah pada semut yang sedang bekerja, halangi jalannya dengan kakimu. Semut akan berusaha melewati bawah kita kita, berusaha menyeberangi kaki, dan berusaha melewatinya. Berapa lama dia mencoba? Sampai mati! So, berusahalah sampai ajal menjemput. Ingat ‘kan dengan hadis, kalaupun kita tahu besok hari kiamat dan ditangan kita ada benih, maka tetap di suruh untuk menanam. Atau kisah sahabat Rasul yang demi misi ke sebuah negeri, mempelajari bahasa negeri itu. Lepas dari kecerdasan sahabat tersebut yang nampaknya di atas rata-rata, tanpa keuletan rasanya tak mungkin beliau bisa cepat menguasai bahasa tersebut.

5. TERAKHIR, LANDASAN IMAN 


Adalah jiwa yang suci. Landasan keikhlasan adalah hati yang jernih. Landasan tekad adalah semangat yang membara. Landasan usaha adalah kemauan yang keras, dan landasan pengorbanan adalah akidah yang kokoh. (Sumber: Majalah Annida).

Kesimpulan

Semua manusia masing-masing diberi potensi yang ada pada dirinya, tinggal bagaimana masing-masing orang mengenal, menggali dan mengembangkan potensi tersebut. Tidak berlebihanlah dengan potensi yang dimiliki tersebut maka setiap orang tentu saja mampu meraih prestasi, asal ada tekad yang kuat untuk berprestasi.

Setelah kalian membaca Langkah-Langkah Penting Meraih Prestasi di atas, tentunya kamu pasti termotivasi untuk segera mengeksplore diri kalian, bukan? Ok, kalau gitu tunggu apa lagi...!
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/28/2016

Ciri-Ciri Orang Sok Tahu

Ciri-Ciri Orang Sok Tahu

Ciri-Ciri Orang Sok Tahu


Kamu tentu tidak mau dicap sebagai seorang yang sok tahu, bukan? Sok tahu ini adalah sebuah ungkapan atau jargon bagi orang-orang yang merasa dirinya pandai dan mengetahui semuanya, tapi sebenarnya dia kurang tahu atau tidak tahu apa-apa. Sayangnya orang yang memiliki sifat demikian, seringkali tidak menyadari kekuarangannya itu, sehingga tetap saja dia tidak sadar kebodohannya, bahkan ujung-ujungnya meremehkan orang lain, tidak mau mendengar pendapat dan nasehat orang  lain. Orang yang sok tahu ini juga sudah digambarkan dalam Alquran suci, seperti yang terdapat dalam surat al-‘Alaq. Karena itu dengan menggunakan persfektif surat ini kita akan mengungkap ciri-ciri dari orang yang sok tahu tersebut.

1. Tidak Mau Membaca

Ciri pertama dari orang yang sok tahu ini adalah tidak mau dan malas membaca. Orang-orang seperti ini merasa diri serba tahu, sebenarnya hal ini timbul dari rasa pesimis akan kemampuaanya dalam memahami apa-apa yang dibacanya, padahal ia belum berusaha semaksimal mungkin, ia berdalih, “Yang penting prakteknya, tidak penting segala teori-teori yang sulit dipahami.

Berbeda dari orang yang pesimis akan kemampuannya itu, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, akibatnya orang tersebut merasa tidak perlu memperdalam pengetahuannya lagi. Misalnya orang yang berkata, “Untuk apa baca-baca al-Qur’an lagi, toh aku sudah beberapa kali khatam.” Atau orang yang berkata, “Buat apa belajar ilmu agama, dari SD hingga perguruan tinggi sudah diajarin terus. Padahal Qur’an itu merupakan sumber segala ilmu pengetahuan, cahaya dalam kegelapan. Dan juga, ilmu agama itu adalah ilmu kehidupan dunia dan akhirat.  

Ingatlah ini! Ketika Nabi Muhammad saw, pertama kali dituruni wahyu, beliau disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. (QS. Al-‘Alaq: 1-5). Dan Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui. 

2. Tidak Mau Menulis

Ciri-ciri orang sok tahu yang kedua ialah orang-orang yang tidak mau atau enggan menulis apa-apa yang didengar dan yang dibacanya. Orang seperti ini merasa cukup dengan kemampuannya untuk mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia menganggap, seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Dia tidak ingat lagi bahwa sifat lupa merupakan bagian dari sifat manusia! Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia. 

Coba bayangkan, bagaimana dengan orang-orang yang memiliki kekurangan atau kelemahan dalam menghafal dan mengingat-ingat, tapi dia malas menulis atau mencatat? Dijamin deh, pasti orang yang seperti ini, jika mengeluarkan pendapat, pasti lebih banyak salah daripada benarnya atau bahkan ngalor-ngidul!

3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan


Ciri ketiga ketiga adalah membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah. 

Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.

4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham

Ciri keempat, yaitu merendahkan pendapat orang yang tidak sepaham dengannya. Di kalangan umat Islam seringkali kita mendengar dan membaca sekelompok orang yang gemar sekali mengklaim orang melakukan bid’ah, sesat, meremehkan agama, bahkan menganggap orang atau kelompok lain kafir, dengan sebab berbeda faham dengannya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32) 

Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."

5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain


Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi). 

Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."

6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat


Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli. 

7. Suka Berdebat Kusir


Ciri yang paling akhir yang dapat kita ungkap dari orang sok tahu ini adalah jika pendapatnya dikritik orang lain, dia berdaya upaya dan berusaha keras mempertahankan pendapatnya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Dia tidak mau tahu dan enggan mencari-cari kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran. 

Kesimpulan


Orang sok tahu adalah orang pesimis akan kemampuan dan potensi yang dimilikinya, dan berusaha untuk menutupi semua kelemahan tersebut dengan segala pendapat yang dipertahankan sekuatnya walaupun tanpa dalil yang kuat dan benar. Ciri-ciri orang sok tahu tersebut dapat anda baca dan pahami dari Al-Qur’an Surat al-‘Alaq. Maka, “Baca dan pahamilah! (Sumber: Aisha Chuang, eramuslim).
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/27/2016

Macam-Macam Pengangguran

Macam-Macam Pengangguran

Macam-Macam Pengangguran


Pengangguran merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh setiap negara terutama negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Meskipun demikian di Indonesia tingkat penganggurannya terus menerus mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat dari peninggkatan pertumbuhan ekonominya.
Penggangguran tidak hanya terjadi karena kesenjangan antara jumlah tenaga kerja dan daya serap tenaga kerja tersebut (lapangan kerja), namun banyak faktor lainnya yang memicu timbul dan meningkatnya jumlah pengangguran tersebut. Karena itulah pada kesempatan kali ini, kita akan menggolongkan macam-macam pengangguran sesuai dengan penyebab munculnya pengangguran tersebut.
Namun pada dasarnya pengangguran dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

1.Open unemployment


Open unemployment dalam bahasa Indonesianya kita kenal dengan istilah pengangguran terbuka. Yang digolongkan dalam kelompok ini adalah orang (usia kerja) yang sama sekali belum memiliki pekerjaan, sehingga mereka tidak bekerja dan tentunya akan menjadi beban karena mereka belum mendapatkan penghasilan. Karena keadaan tanpa penghasilan, orang tersebut masih berkutat atau berjuang untuk mendapatkan pekerjaan.

Dan digolongkan juga dalam kelompok pengangguran terbuka ini adalah orang yang sedang mempersiapkan usaha, orang yang merasa dirinya tidak mampu untuk bekerja dan setiap orang yang sudah memperoleh pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja. 

2.Under employment


Under employment atau setengah menganggur atau juga disebut pengangguran semu orang yang bekerja tidak optimal atau belum dimanfaatkan secara penuh, baik ditinjau dari segi jam kerja, produktivitas kerja, maupun pendapatan.

Under employment dibedakan menjadi dua:

a.Setengah pengangguran kentara, yaitu mereka yang bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu.
b.Setengah pengangguran tidak kentara atau pengangguran terselubung (disguised unemployment), yaitu mereka yang produktivitas kerja dan pendapatannya rendah.

Baca untuk perbandingan: Pengangguran, Macam, dan Dampaknya.

Adapun jenis-jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya sebagai berikut:

1.Pengangguran struktural, yaitu perubahan yang terjadi karena perubahan dalam struktur atau komposisi perekonomian karena perkembangan ekonomi yang sangat pesat. Misal, perubahan struktur ekonomi agraris ke struktur ekonomi industri. Angkatan kerja yang tidak memiliki kualifikasi di bidang industri akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan dibidang industri.

2.Pengangguran friksional, yaitu pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer (sementara) dalam mempertemukan antara pencari kerja dan lowongan pekerjaan yang ada. Penyebabnya adalah kesenjangan waktu, letak geografis, informasi dan keinginan untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

3.Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang terjadi karena pergantian musim, sehingga menyebabkan perubahan permintaan tenaga kerja. Pengangguran jenis ini biasanya terjadi pada sektor pertanian yang produktivitas produksinya dipengaruhi siklus tanam. Pada waktu memasuki musim tanam dan panen, pekerjaan sangat padat, sehingga memerlukan tenaga kerja yang banyak. Sebaliknya, pada saat masa penantian yakni antara musim tanam dan musim panen tenaga kerja tersebut tidak memiliki pekerjaan lagi.

4.Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan pemakaian tenaga kerja kerja. Yang kita maksudkan di sini adalah perubahan dari tenaga manusia ke tenaga mesin. Teknologi dan pemakaian mesin modern saat ini banyak mengakibatkan berkurang penggunaan tenaga manusia (tenaga kerja). Hal ini pula yang mendorong meningkatnya pengangguran.

Saran bacaan untuk lebih mendapatkan pemahaman tentang macam-macam pengangguran ini:
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/25/2016

Uranus: Planet Teleskop Pertama

Uranus: Planet Teleskop Pertama
Adalah seorang astronomi Inggris bernama William Herschel yang menemukan planet Uranus, setelah dia melakukan pengamatan menggunakan teleskop. Uranus inilah merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop. Sebelumnya planet ini tidak dapat dilihat dengan pengamatan biasa saja. Uranus ditemukan oleh Herschel pada tanggal 13 Maret 1781.

Sejak diketemukan planet Uranus tersebut, para ilmuwan bertambah gairah untuk terus mencari planet lainnya, sehingga membawa pada penemuan planet lainnya seperti Neptunus dan Pluto. Lalu pada tahun 1977 ditemukan cincin yang mengitari Uranus. Uranus memiliki cincin yang berbeda dengan cincin Saturnus. Cincin Uranus lebih kecil dan gelap. Planet ini letaknya sangat jauh dari Matahari, kurang lebih 2.869/2.870 juta km, besarnya 50 kali besarnya Bumi.

Uranus berwarna hijau kebiru-biruan, dengan diameter 51.120 km. Sedangkan jaraknnya dengan Matahari sekitar 2.900 juta km. Planet Uranus terselubung kabut tebal, seperti halnya dengan Yupiter dan Saturnus. Atmosfer atau udara Uranus terdiri-dari hidrogen, helium, dan metana. Dan intinya berbatu

Poros Uranus mempunyai kemiringan 98 derajat terhadap garis yang tegak lurus dengan bidang edarnya. Poros planet ini hampir berimpitan dengan bidang orbitnya dan oleh karena itu tampak bagaikan gasing yang menggelinding setelah rebah. Uranus memiliki 11 cincin tipis. Pesawat Voyager 2 yang diluncurkan dari Bumi tahun 1977 berhasil mendekati Uranus pada tahun 1986. Pengamatan Voyager memperlihatkan bahwa cincin Uranus memang sangat tipis.


Uranus berputar pada sumbu yang miring tadi (98 derajat) dari latar orbitnya. Hal ini berarti, dibandingkan dengan semua planet lainnya pada Sistem Tata Surya, Uranus berputar di sisinya. Selama orbit 84 tahun Matahari, Kutub Utara Uranus akan mengalami musim panas cerah sepanjang 42 tahun, sedangkan Kutub Selatan akan mengalami musim dingin tanpa matahari dengan panjang waktu yang sama, sebelum pergantian musim. Sumbu yang aneh ini mungkin adalah hasil tabrakan sewaktu pembentukan Sistem Tata Surya. 

Menurut sebuah teori, Uranus terdorong miring pada masa lalu, yaitu pada saat sebuah benda langit lain menabraknya. Sisa-sisa tabrakan dahsyat ini mungkin telah membentuk bulan serta cincin-cincin planet itu. Berkaitan dengan teori di atas, misi Voyager 2 tidak menemukan bukti apa pun untuk mendukung teori itu atau mengajukan teori lain.

Suhu di permukaan sangat rendah sekitar -210 derajat celcius, karena diselubungi oleh awan yang sangat tebal. Kala rotasi Uranus 17 jam 14 menit dan kala revolusinya 84 tahun. Arah rotasi dari timur ke barat.

Bulan Sastra


Uranus mempunyai 15 satelit, 9 satelit kecil ditemukan tahun1986 oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2, seperti: Cordelia, Ophelia, Cressida, Desdemona, Juliet, Portia, Rosalind, Belinda (satelit kecil) dan Puck, Miranda, Ariel, Umbriel, Oberon, dan Titania (terbesar).

Semua satelit atau bulan dari planet ini diberi nama tokoh-tokoh dari karya kesusastraan Inggris. Astronom Amerika  Gerard P. Kuiper (1905-1973) menemukan Miranda pada tahun 1948. (Miranda dan Ariel adalah tokoh-tokoh The Tempest karya William Shakespeare). Satelit ini mempunyai bentangan yang berbeda dari satelit lainnya. Miranda tampak terdiri atas blok-blok besar. Para ilmuwan menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh dampak besar sewaktu Miranda benar-benar hancur. Potongan-potongan kembali bersatu dengan adanya gaya tarik gravitasi, membentuk campuran batu dan es yang aneh.

Bulan Titania merupakan bulan yang paling besar di antara semua satelit yang dimiliki Uranus. Titania dan Oberon adalah dua satelit terbesar yang diketemukan oleh William Herschel pada tahun 1789. Oberon dan Titania adalah tokoh raja dan ratu drama Shakespeare berjudul A Midsummer Night's Dream).

Astronom Inggris William Lassell (1799-1880) menemukan Ariel dan Umbriel pada tahun 1851. Miranda ditemukannya pada tahun1948 dan delapan satelit lagi ditemukan pada perjalanan Voyager 2 tahun 1986.


Sumber: 

IPBA
Jendela Iptek: Astronomi, Balai Pustaka Jakarta, 2001.


Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/24/2016

Investasi Jangka Panjang Dalam Bentuk Saham

Investasi Jangka Panjang Dalam Bentuk Saham

Investasi Jangka Panjang Dalam Bentuk Saham 


Artikel ini masih membahas tentang investasi seperti yang pernah kita muat di blog ini kemarin. Pada artikel tersebut ada kita sebutkan investasi jangka panjang. Salah satu bentuk investasi jangka panjang adalah dalam bentuk saham. Investasi jangka panjang dalam bentuk saham ini bisa berbentuk saham biasa (common stock) dan bisa juga berbentuk saham istimewa (preferent stock).

Silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: Pengertian Investasi dan Pembagiannya!

Adapun tujuan dari investasi jangka panjang dalam bentuk saham ini adalah:

1.Mengendalikan/menguasai perusahaan lain.
2.Mendapatkan pasaran produk yang dihasilkan dan supply bahan baku yang diperlukan.
3.Mendapatkan deviden.

Cara-cara perolehan saham

Sangat penting kita pahami di sini, pada saat perusahaan mendapatkan atau memperoleh saham, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet rekening Investasi dan mengkredit rekening kas atau hutang ataupun akitva lainnya sebesar harga perolehannya (cost).
Baik sekarang kita membahas cara-cara perolehan saham yaitu:

Pembelian Tunai


Saham yang diperoleh dibayarkan secara tunai, maka investasi dicatat sebesar harga yang dibayar untuk saham tersebut. Harga disesuaikan dengan besarnya kurs pada saat itu kemudian ditambahkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan berhubungan dengan transaksi pembelian tersebut, seperti komisi, pajak, dan lainnya.

Pembelian Saham Secara Lumpsum


Lumpsum atau harga gabungan berlaku apabila perusahaan membeli dengan mengabungkan harga dua atau lebih jenis saham. Dengan catatan perusahaan hendaknya menetukan harga perolehan tiap jenis saham dengan harga pasar untuk tiap jenis saham tersebut.

Ketentuannya adalah sebagai berikut:

1.Jika tiap jenis saham diketahui harga pasarnya, maka alokasi harga perolehan dengan dasar harga pasar relatif/perbandingan.

2.Apabila hanya salah satu jenis saham saja yang diketahui harga pasarnya, maka harga pasar saham tersebut dianggap sebagai harga perolehan saham yang bersangkutan, sedangkan sisanya dianggap sebagai harga perolehan saham lainnya.

3.Dan jika semua jenis saham tersebut tidak diketahui harga pasarnya, maka alokasi harga perolehan ditangguhkan sampai ada yang terjual. Jumlah keseluruhan harga perolehan kemudian dikurangi dengan harga jual saham yang terjual dianggap sebagai harga perolehan saham yang tersisa.

Diperoleh dengan cara Menukarnya dengan Aktiva selain Kas


Apabila saham diperoleh dengan hasil menukar dengan aktiva lain selain kas, maka investasi tersebut dicatat sebesar harga aktiva yang diserahkan. Tetapi jika harga pasar aktiva keduanya tidak diketahui, maka investasi dicatat dengan penaksiran. Dan pada saat terjadinya pertukaran diakui adanya laba atau rugi yang timbul akibat pertukaran tersebut.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/21/2016

Pengertian Investasi dan Pembagiannya

Pengertian Investasi dan Pembagiannya
Pengertian Investasi dan Pembagiannya. Secara umum kita dapat mengartikan investasi itu sebagai pengeluaran atau penyimpanan sejumlah dana atau aset yang dimiliki oleh seseorang atau badan (perusahaan) untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan pada waktu yang akan datang.

Jika ditinjau dari teori ekonomi, maka investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contoh pembelian mesin pabrik dan pembangunan lintasan kereta api.

Dalam operasi normal suatu perusahaan, yaitu penjualan barang dan jasa hasil produksinya, maka perusahaan harus mengiventasikan dana yang dimiliki dalam aktiva-aktiva yang mendukung penjualan, misalnya investasi dalam persediaan, piutang, mesin, dan sebagainya.

Tetapi jika terdapat dana yang melebihi dari yang dibutuhkan, maka perusahaan dapat mengiventasikannya dalam aktiva lain yang kadang-kadang tidak ada hubungannya dengan usaha pokok perusahaan.

Jadi hasil dari investasi ini bukan merupakan penghasilan pokok perusahaan, tetapi investasi ini dilakukan karena adanya beberapa tujuan.

Karena itulah, berdasarkan tujuannya, investasi dibagi menjadi dua, yaitu: 1) Investasi Jangka Pendek; dan 2) Investasi Jangka Panjang.

Pengertian Investasi Jangka Pendek

Investasi Jangka Pendek adalah investasi yang umumnya dalam bentuk surat-surat berharga yang dapat segera diuangkan dan tujuannya untuk menghindari adanya dana yang menganggur atau idle cash. 

Pengertian Investasi Jangka Panjang

Investasi Jangka Panjang adalah investasi dalam bentuk saham, obligasi, tanah, dana-dana serta investasi lainnya yang direncanakan untuk dimiliki oleh perusahaan dalam jangka waktu beberapa tahun, yang tujuannya antara lain:
1.    Untuk mengendalikan usaha dan manajemen perusahaan lain.
2.    Untuk mendapatkan pasaran produk yang dihasilkan dan supply bahan yang diperlukan.
3.    Untuk mendapatkan penghasilan yang tetap.
4.    Untuk membentuk dana-dana khusus.

Ada yang penting untuk kita tambahkan berkaitan dengan Investasi ini. Adalah investasi merupakan suatu bagian atau komponen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Dirumuskan seperti berikut: PDB = C + I + G + (X-M). 

Keterangan rumus: 

C = konsumsi
I = Investasi
G = Pemerintah
X = Eksport
M = Import.

Dilihat dari asfek ini maka fungsi investasi dibagi menjadi investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). 

Investasi juga mempunyai makna suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga. Ini berarti Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar,  sedangkan tingkat bunga yang tinggi akan berakibat pada menurunnya  minat untuk  melakukan investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga. (Dari berbagai Sumber).

Semoga tulisan di atas meskipun ringkas dapat membantu memberikan pemahaman bagi para pembaca sekalian yang budiman. Terimakasih atas kunjungannya dan salam!
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/20/2016

Faktor-Faktor dari Luar yang Mendorong Terjadinya Hubungan Sosial

Faktor-Faktor dari Luar yang Mendorong Terjadinya Hubungan Sosial
Faktor-faktor dari luar yang mendorong terjadinya hubungan sosial, di antaranya yakni: simpati, motivasi, empati, sugesti, imitasi, dan identifikasi.

Silahkan baca: Pengertian Hubungan Sosial.

Selanjutnya mari kita akan uraikan masing-masing pengertian dari faktor-faktor tersebut dan kita usahakan memberikan contoh supaya jelas perbedaannya.

1. Simpati


Simpati adalah perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang dan membuatnya merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain. Kondisi ini mirip dengan identifikasi karena menuntun menuntun seseorang untuk memosisikan diri pada keadaan orang lain. Hanya saja, dalam simpati faktor perasaan memegang peranan utama.

Contoh: Melihat orang menderita menjadi kasihan (iba), kalau melihat orang lain bahagia menjadi senang.

2. Motivasi


Motivasi adalah dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalistis. Motivasi dalam diri seseorang dapat disebabkan faktor atau pengaruh dari orang lain sehingga individu melakukan kontak dengan orang lain. Jadi motivasi ini timbul karena adanya motif atau alasan yang masuk akal untuk mencapai sesuatu, biasanya sasaran atau target.

Contoh: Belajar keras untuk mendapat nilai memuaskan, karena adanya motif (alasan) untuk mendapat hadiah, misalnya.

3. Empati


Empati, yaitu rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Jadi empati ini, tidak hanya semata-mata perasaan kejiwaan saja. Empati dibarengi oleh perasaan organisme tubuh yang sangat dalam.

Contoh: Apabila kita melihat teman dekat kita atau kerabat dekat mengalami musibah dengan luka berat, seolah-olah kita juga ikut kena musibah. Kita tidak hanya merasa kasihan, melainkan kita juga ikut merasakan penderitaan tersebut.

4. Sugesti


Sugesti adalah proses pemberian pandangan atau pengaruh kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga pandangan atau pengaruh tersebut diikuti tanpa berpikir panjang. Terkadang terjadi penerima anjuran lebih banyak memakai emosional daripada rasio, lebih-lebih jika yang memberi sugesti tersebut orang yang lebih tua, berwibawa, dan berpengalaman.

Contoh: Pengaruh pemimpin partai politik kepada para kader dan massanya.

5. Imitasi


Imitasi, yaitu proses belajar seseorang dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. Melalu proses imitasi seseorang dapat mempelajari nilai dan norma dalam masyarakat. Imitasi dapat melemahkan atau mematikan kreativitas, karena kesukaannya meniru, mengikuti perintah atau kehendak orang lain.

Contoh: Seorang anak yang menirukan gaya tokoh idolanya.

6. Identifikasi


Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk sama dengan orang lain. Hal ini timbul dari kekaguman seseorang kepada seorang tokoh dan idolanya, sehingga timbul dorongan pada dirinya untuk bisa sama dengan idolanya tersebut. Selain itu, ingin dimilikinya juga dan sangat menjiwainya sehingga pandangan, sikap, keyakinan, dan kaidah-kaidah lainnya sama dengan idolanya. Identifkasi ini lebih mendalam dari pada imitasi yang hanya meniru sebagian dari hal yang disukai dari orang lain.

Contoh: Seorang pria memakai anting seperti tokoh idolanya, menggunakan pakaian yang sama seperti tokoh idolanya, bahkan dalam berperilaku kesehariannya. 
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/20/2016