Home » » Investasi Jangka Panjang Dalam Bentuk Saham

Investasi Jangka Panjang Dalam Bentuk Saham

Investasi Jangka Panjang Dalam Bentuk Saham

Investasi Jangka Panjang Dalam Bentuk Saham 


Artikel ini masih membahas tentang investasi seperti yang pernah kita muat di blog ini kemarin. Pada artikel tersebut ada kita sebutkan investasi jangka panjang. Salah satu bentuk investasi jangka panjang adalah dalam bentuk saham. Investasi jangka panjang dalam bentuk saham ini bisa berbentuk saham biasa (common stock) dan bisa juga berbentuk saham istimewa (preferent stock).

Silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: Pengertian Investasi dan Pembagiannya!

Adapun tujuan dari investasi jangka panjang dalam bentuk saham ini adalah:

1.Mengendalikan/menguasai perusahaan lain.
2.Mendapatkan pasaran produk yang dihasilkan dan supply bahan baku yang diperlukan.
3.Mendapatkan deviden.

Cara-cara perolehan saham

Sangat penting kita pahami di sini, pada saat perusahaan mendapatkan atau memperoleh saham, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet rekening Investasi dan mengkredit rekening kas atau hutang ataupun akitva lainnya sebesar harga perolehannya (cost).
Baik sekarang kita membahas cara-cara perolehan saham yaitu:

Pembelian Tunai


Saham yang diperoleh dibayarkan secara tunai, maka investasi dicatat sebesar harga yang dibayar untuk saham tersebut. Harga disesuaikan dengan besarnya kurs pada saat itu kemudian ditambahkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan berhubungan dengan transaksi pembelian tersebut, seperti komisi, pajak, dan lainnya.

Pembelian Saham Secara Lumpsum


Lumpsum atau harga gabungan berlaku apabila perusahaan membeli dengan mengabungkan harga dua atau lebih jenis saham. Dengan catatan perusahaan hendaknya menetukan harga perolehan tiap jenis saham dengan harga pasar untuk tiap jenis saham tersebut.

Ketentuannya adalah sebagai berikut:

1.Jika tiap jenis saham diketahui harga pasarnya, maka alokasi harga perolehan dengan dasar harga pasar relatif/perbandingan.

2.Apabila hanya salah satu jenis saham saja yang diketahui harga pasarnya, maka harga pasar saham tersebut dianggap sebagai harga perolehan saham yang bersangkutan, sedangkan sisanya dianggap sebagai harga perolehan saham lainnya.

3.Dan jika semua jenis saham tersebut tidak diketahui harga pasarnya, maka alokasi harga perolehan ditangguhkan sampai ada yang terjual. Jumlah keseluruhan harga perolehan kemudian dikurangi dengan harga jual saham yang terjual dianggap sebagai harga perolehan saham yang tersisa.

Diperoleh dengan cara Menukarnya dengan Aktiva selain Kas


Apabila saham diperoleh dengan hasil menukar dengan aktiva lain selain kas, maka investasi tersebut dicatat sebesar harga aktiva yang diserahkan. Tetapi jika harga pasar aktiva keduanya tidak diketahui, maka investasi dicatat dengan penaksiran. Dan pada saat terjadinya pertukaran diakui adanya laba atau rugi yang timbul akibat pertukaran tersebut.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/21/2016

1 komentar:

  1. akan lebih baik jika diberi contoh sehingga lebih jelas

    ReplyDelete