Home » » Pengertian Investasi dan Pembagiannya

Pengertian Investasi dan Pembagiannya

Pengertian Investasi dan Pembagiannya
Pengertian Investasi dan Pembagiannya. Secara umum kita dapat mengartikan investasi itu sebagai pengeluaran atau penyimpanan sejumlah dana atau aset yang dimiliki oleh seseorang atau badan (perusahaan) untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan pada waktu yang akan datang.

Jika ditinjau dari teori ekonomi, maka investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contoh pembelian mesin pabrik dan pembangunan lintasan kereta api.

Dalam operasi normal suatu perusahaan, yaitu penjualan barang dan jasa hasil produksinya, maka perusahaan harus mengiventasikan dana yang dimiliki dalam aktiva-aktiva yang mendukung penjualan, misalnya investasi dalam persediaan, piutang, mesin, dan sebagainya.

Tetapi jika terdapat dana yang melebihi dari yang dibutuhkan, maka perusahaan dapat mengiventasikannya dalam aktiva lain yang kadang-kadang tidak ada hubungannya dengan usaha pokok perusahaan.

Jadi hasil dari investasi ini bukan merupakan penghasilan pokok perusahaan, tetapi investasi ini dilakukan karena adanya beberapa tujuan.

Karena itulah, berdasarkan tujuannya, investasi dibagi menjadi dua, yaitu: 1) Investasi Jangka Pendek; dan 2) Investasi Jangka Panjang.

Pengertian Investasi Jangka Pendek

Investasi Jangka Pendek adalah investasi yang umumnya dalam bentuk surat-surat berharga yang dapat segera diuangkan dan tujuannya untuk menghindari adanya dana yang menganggur atau idle cash. 

Pengertian Investasi Jangka Panjang

Investasi Jangka Panjang adalah investasi dalam bentuk saham, obligasi, tanah, dana-dana serta investasi lainnya yang direncanakan untuk dimiliki oleh perusahaan dalam jangka waktu beberapa tahun, yang tujuannya antara lain:
1.    Untuk mengendalikan usaha dan manajemen perusahaan lain.
2.    Untuk mendapatkan pasaran produk yang dihasilkan dan supply bahan yang diperlukan.
3.    Untuk mendapatkan penghasilan yang tetap.
4.    Untuk membentuk dana-dana khusus.

Ada yang penting untuk kita tambahkan berkaitan dengan Investasi ini. Adalah investasi merupakan suatu bagian atau komponen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Dirumuskan seperti berikut: PDB = C + I + G + (X-M). 

Keterangan rumus: 

C = konsumsi
I = Investasi
G = Pemerintah
X = Eksport
M = Import.

Dilihat dari asfek ini maka fungsi investasi dibagi menjadi investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). 

Investasi juga mempunyai makna suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga. Ini berarti Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar,  sedangkan tingkat bunga yang tinggi akan berakibat pada menurunnya  minat untuk  melakukan investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga. (Dari berbagai Sumber).

Semoga tulisan di atas meskipun ringkas dapat membantu memberikan pemahaman bagi para pembaca sekalian yang budiman. Terimakasih atas kunjungannya dan salam!
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 3/20/2016

0 komentar:

Post a Comment