Home » » Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Pada kesempatan yang sangat baik ini, kita akan membahas keunggulan potensi sumber daya alam hayati region di Indonesia. 

Untuk itu kamu harus mengingat-ngingat kembali tentang pembahasan-pembahasan sebelumnya berkaitan dengan sda hayati ini dan sekarang mari kita langsung ke pembahasan.


Beberapa SDA Hayati Yang Mempunyai Potensi Antar Daerah 


1. Pertanian


Kalian tentu tahukan Indonesia adalah negara agraris yang sudah terkenal sejak dahulu kala. 

Sebagai negara agraris Indonesia terkenal dengan berbagai ragam produk hortikultura dan ini adalah modal yang sangat berharga bagi kita untuk menghadapi persaingan di pasar domestik maupun global.

Namun agar persaingan ini bisa kita raih dengan hasil yang sempurna, tentu saja modal yang kita miliki ini harus ditunjang dengan peningkatan daya saing dan pencitraan produk yang baik.

Apakah kalian tahu apa itu hortikultura?

Holtikultura berasal dari kata Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya). Jadi holtikultura adalah tanaman yang awalnya dibudidayakan di kebun atau di pekarangan. Contohnya: Tanaman sayur, buah, obat dan bunga.

Holtikulturan diyakini akan menjadi komuditas yang menguntungkan di masa yang akan datang mengingat keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimilikinya dalam pemulihan perekonomian Indonesia.

Itulah sebabnya tanaman hortikultura ini harus segera dikembangkan. Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia, lebih-lebih para petani tidak lagi memandang sebelah mata pada komuditi hortikultura.

Sesuai dengan program pemerintah pusat di bidang pertanian yaitu pembangunan berkelanjutan, salah satunya dengan diversifikasi pangan yang tertuang dalam rencana strategi kementrian pertanian 2010 – 2014, maka pengembangan komuditi hortikultura tidak boleh diabaikan.

Sekarang untuk memperjelas potensi tanaman hortikultura ini mari kita ambil contoh buah durian. Buah durian adalah buah yang sangat populer belakangan ini, banyak orang yang menyukai kelezatan dari buah ini.

Buah durian bisa tumbuh dengan sangat baik di daerah tropis. Buah ini pada awal mulanya berasal dari Malaysia kemudian menyebar ke Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan berbagai belahan dunia lainnya.

Terdapat berbagai varietas dan tipe buah durian dapat kita temukan di pasaran dalam negeri pada saat panen musim durian. Untuk pasar luar negeri, penyuluhan rekomendasi varietas unggul serta promosi masih perlu ditingkatkan sesuai permintaan pasar. 

Demikian pula peningkatan adopsi dan aplikasi teknologi budidaya durian di sentra produksi dalam upaya peningkatan mutu buah.

Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Negara pesaing terberat Indonesia dalam pasar durian adalah negara Thailand dan Malaysia. Adapun pemusatan produksi buah ini di Indonesia adalah Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Sedangkan jenis durian yang dibudidayakan adalah Durian Sunan, Sukun, Petruk, Sitokong, Mas, Kane, Matahari, dan Hepe.

Masih berkaitan dengan pertanian, pada sektor tanaman pangan, sebagai negara agraris dengan kondisi tanah yang pada umumnya subur, Indonesia adalah tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman pangan. Bahkan dulu negara kita sering swasembada pangan.

Bahkan pada masa kolonial, pemerintahan Hindia Belanda menyadari potensi ini, mereka membangun irigasi-irigasi untuk mengairi sawah.

Padi adalah jenis tanaman pangan yang paling populer karena merupakan bahan pangan pokok bahkan sampai mengimpor dari negara-negara tetangga. seperti Thailand, Myanmar, dan Vietnam. 

Namun anehnya, Indonesia juga mengekspor beras organik (dari Sragen) ke luar negeri. Mengimpor beras tujuannya untuk memenuhi dan menjaga pasokan beras dalam negeri serta menekan harga beras.

Tanaman pangan selain padi adalah jagung, kacang, kedelai, kentang, ubi dan lain-lain. Salah satu prosfek yang paling menjanjikan adalah ubi. Berbagai produk dari hasil olahan ubi sekarang mudah kita temukan.  

Di gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masyarakat lebih banyak menanam dan mengembangkan ubi, lantaran tanahnya tidak cocok untuk tanaman padi. Masyarakat Gunung Kidul mengembangkan ubi untuk diolah menjadi tiwul, gaplek, dan gatot untuk makanan pokok mereka.

Indonesia adalah negara yang sangat besar dan luas. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mempunyai 17.000 pulau yang terdiri dari 193 juta ha daratan dan 500 juta ha lautan. 

Tidak bisa disangkal lagi, negara kita adalah negara yang mempunyai potensi yang sangat besar dan sangat penting di dunia.

2. Kehutanan


Indonesia menguasai 10% tumbuhan, 12% mamalia, 16% reptil dan amphibi, 17% burung dan lebih dari 25% ikan di dunia. Hutan Indonesia merupakan hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia setelah negara Brazil. 

Karena itu hutan Indonesia sangat penting bagi paru-paru dunia. Hutan berfungsi sebagai filter yang bagus untuk mengurangi pemanasan global.

Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Produksi utama hutan Indonesia adalah kayu bulat. Apa itu kayu bulat?

Kayu bulat adalah semua kayu bulat yang ditebang untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi/industri pengolahan kayu hulu (IPKH). 

Kayu bulat merupakan hasil dari hutan alam melalui kegiatan perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), dan kegiatan izin pemanfaatan kayu (IPK) dalam rangka pembukaan wilayah hutan dan dari hutan tanaman melalui kegiatan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI), dan terakhir dari kegiatan hutan rakyat.

Keberadaan kayu-kayu di hutan memang dilindungi, tidak sembarangan orang dapat memanfaatkan dan menebangnya harus ada izin dari pemerintah seperti di atas, untuk melindungi hutan dari kerusakan. 

Orang yang mengusahakan hutan secara sembunyi-sembunyi atau mencuri disebut kejahatan ilegal loging yang dapat dikenakan sanksi berat.

Pulau Kalimantan adalah pemilik hutan terluas di Indonesia. Hutan Kalimantan adalah penyumbang terbesar dari hasil hutan ini. Kayu-kayunya adalah kayu yang memiliki kualitas yang sangat tinggi dan membanggakan. 

Sebut saja misalnya kayu ulin (iron wood). Kayu ini di Lombok juga dikenal dengan nama kayu besi. Dinamakan kayu besi karena kekuatannya sama seperti besi dan semakin kuat apabila direndam di dalam air.

Tetapi sayang sekali, keberadaan kayu ulin ini sekarang sudah hampir habis karena penebangan-penebangan liar yang dilakukan masyarakat. 

Penduduk yang tinggal di daerah rawa-rawa di Kalimantan, menggunakan kayu ulin ini yang memang cocok di air untuk sarana perumahan mereka.

Untuk daerah Blora, Jawa Tengah, kayu jati adalah produk utama dari hutan mereka. Kabupaten Blora sudah sangat terkenal sebagai penghasil kayu jati terbaik di dunia, di samping itu produksinya cukup banyak.  

Jati atau teak (bahasa Inggris) merupakan pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Ciri-cirinya adalah pohonnya besar, berbatang lurus, tinggi pohon 30 sampai 40 meter, berdaun besar, yang berjatuhan ketika musim panas.

Pohon jati sangat cocok ditanam di daerah tropis terutama pada tanah yang banyak mengandung kapur. Idealnya pada jenis tanah aluvial dengan kisaran pH 4,5 sampai 7. 

Dapat tumbuh dengan baik jika ditanam di daerah dataran rendah (50 – 80 m dpl) sampai dataran tinggi dengan ketinggian 800 m dpl. 

Tanaman jati tidak dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang tergenang air sehingga harus menggunakan sistem drainase yang baik. Kisaran curah hujan antara 1.500 – 2.000 mm/tahun.

Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Kayu Jati menjadi komoditas penting di Blora sebab 49,66 persen luas Kabupaten Blora merupakan hutan yang terbagi atas tiga kesatuan administrasi Pemangkuan Hutan yaitu KPH Randublatung, KPH Cepu dan KPH Blora. 

Produksi terbesar kayu Jati berasal dari KPH Randublatung sebanyak 37 ribu meter kubik. Tahun 2005 total produksi kayu jati bundar sebanyak 77.638,84 meter kubik atau turun 16,10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Komoditi ini kemudian banyak diolah menjadi berbagai kerajinan khas daerah yang tersebar di seluruh wilayah Blora. Hasil industri ini memiliki berbagai aneka macam dan bentuk yang menarik sehingga banyak dikenal dan disenangi orang-orang lokal maupun internasional.

Menurut perkiraan Organisasi Perkayuan Tropis Internasional (International Tropical Timber Organization/ITTO) produksi kayu bulat setiap tahunnya mencapai 30 juta meter kubik.  

Dari 57 anggota negara produsen kayu glondongan tropis Indonesia yang terbesar. Negara lain di bawah Indonesia adalah Malaysia sebanyak 19,5 juta meter kubik, Thailand di bawah 10 juta meter kubik, India sekitar 15 juta meter kubik, dan Brazil sebanyak 26 juta meter kubik.

Selain industri kayu, hasil hutan lainnya yang dapat diperdagangkan adalah rotan, getah, tumbuhan obat, dan bambu yang secara umum lebih dikenal sebagai hasil hutan non kayu.

Jika dilihat dari segi manfaatnya hasil hutan non kayu lebih banyak memberikan manfaat dari hasil hutan kayu. 

Contohnya bambu dapat dipakai untuk bahan bangunan, penyangga bangunan, tempat air dan pipa saluran, tabung masak, keranjang, tikar, senjata, penangkap ikan, alat musik, bahan baku bubur kayu dan kertas, rebung mudanya dapat dijadikan sayur yang lezat dan baik untuk kesehatan.

Contoh yang lain tumbuhan obat, digunakan masyarakat Indonesia sebagai pengobatan berbagai macam penyakit secara tradisional. 

Sedangkan produk getah-getahan dari beberapa jenis tanaman sangat berguna dan berpotensi untuk dijadikan sumber pendapatan negara seperti resin, terpentin dan latex.

Sayangnya, hasil hutan non kayu masih dipandang sebelah mata oleh para pengusaha dibidang perkayuan. Mereka masih lebih tergiur dengan hasil penjualan kayu. 

Padahal hasil hutan non kayu memiliki potensi yang sangat besar untuk diusahakan dan juga dapat meyelamatkan hutan dari eksploitasi secara besar-besaran.

Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Ada beberapa hasil hutan non kayu yang memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan sebagai industri, antara lain potensi rotan. 

Di Papua terdapat habitat alam rotan seluas 2.215.625 ha; Sagu, juga masih di Papua terdapat hutan sagu seluas 4.769.548 ha; dan nipah yang memiliki potensi sebagai sumber pakan alternatif. 

Nipah dijadikan tepung yang mengandung serat tinggi dengan kandungan lemak dan kalori rendah, baik untuk diet. Luas hutan yang ditumbuhi nipah diperkirakan seluas 1.150.000 ha.

3. Perikanan

Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Potensi ekonomi dan perikanan Indonesia di perkirakan mencapai 1,2 triliun dollar AS per tahun dan hanya kurang dari 10 persen potensi yang baru dimanfaatkan. Skipjack tuna adalah salah satu produksi perikanan yang memiliki harga jual yang tinggi. 

Produksi tuna adalah ekspor terbesar kedua dari perikanan di Indonesia dengan kontribusi sebesar 13%. Jepang, Amerika, dan Eropa adalah pasar utama dari produksi tuna segar dan tuna beku Indonesia.

Ikan tuna hampir terdapat disemua perairan laut Indonesia, terutama di Laut Bali, Laut Flores, Laut Sewu, Laut Arafuru, dan Laut Banda. Perairan-perairan itu menjadi tempat pusat ikan tuna di Indonesia. Bahkan Bali merupakan pemasok terbesar ikan tuna segar di dunia dengan tujuan utama Jepang.

Menurut McKinsey Global Institute, diproyeksikan ekonomi Indonesia akan mejadi yang terbesar ke-7 dunia pada tahun 2030. Menurut McKinsey, 4 besar sektor yang akan menjadi penopang utama ekonomi Indonesia ke depan adalah sumber daya alam, pertanian, perikanan, dan jasa.

Adapun perikanan dibagi menjadi : perikanan air laut, perikanan air darat, dan perikanan air payau.

a. Laut

Indonesia adalah produsen perikanan terbesar ketiga setelah Cina dengan produksi 55 juta ton, India, 14 juta ton, dan Indonesia 10,5 juta ton pada tahun 2010.

Tidak kurang dari 62 persen protein ikan menjadi asupan protein hewani rakyat Indonesia. Nilai ekspor perikanan pada tahun 2010 mencapai 3 miliar dollar AS. Kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap PDB mencapai 3,2 persen. 

Sedangkan nilai impor lebih dari 200 juta dollar AS. Komoditas yang diimpor antara lain ikan kembung, layang, teri, dan tongkol, yang sebenarnya juga ada banyak di lautan Indonesia.

Sebenarnya, potensi produksi perikanan di Indonesia adalah yang terbesar di dunia, bisa mencapai 65 juta ton pertahun namun baru dimanfaatkan sebesar 10,5 juta ton pertahun atau 16 persen dari total hasil perikanan. 

Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Sementara itu pada tahun 2012, ekspor tuna segar lebih dari 16.585,48 ton.

b Tawar

Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

Ikan perairan air tawar dijadikan sebagai alternatif pengganti (subtitusi) bagi perikanan tangkap atau ikan laut. Diperkirakan pada tahun 2021, konsumsi ikan per orang penduduk di dunia sekitar 19,6 kg per tahun.

Konsumsi ikan tangkap atau ikan laut memang masih lebih besar untuk tahun ini dibandingkan dengan ikan air tawar. namun pada tahun 2018 nanti, diramalkan produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap.

Di tahun 2021 menurut analisis Badan Pangan PBB ( yang dirilis tahun 2011) bahwa kebutuhan akan ikan air tawar akan mencapai 172 juta ton atau naik sekitar 15 persen dari rata-rata kebutuhan saat ini.

Ada beberapa sebab kebutuhan perikanan air tawar akan melebihi perikanan tangkap.

- perikanan tangkap sudah overfishing, akibatnya ikan semakin sulit di tangkap di laut dan pada tahun 2048 diperkirakan oleh para peneliti ikan di laut tidak akan lagi yang bisa ditangkap apabila tidak ada perubahan model produksi.

- Dengan membudidayakan ikan air tawar dapat menjadi konsumsi pengganti yang tepat bagi perikanan air laut yang tidak kalah lezat rasanya.

- Produksi budidaya ikan air tawar dapat memberikan ruang atau waktu bagi biota laut untuk berkembang biak.

Dari sisi produksi, pada tahun 2011 produksi perikanan nasional mencapai 12.39 juta ton. Terdiri dari 5,41 juta ton produksi perikanan tangkap dan 6,98 juta ton produksi perikanan budidaya. 

Dari total produksi perikanan budidaya, jumlah budidaya ikan dalam kolam air tawar menyumbangkan angka hingga 1,1 juta ton. Sisanya adalah budidaya tambak air payau, budidaya di laut, budidaya dalam keramba dan budidaya jaring apung.

Indonesia juga merupakan danau penghasil ikan air tawar terbesar di dunia, yaitu Danau Tempe yang ada di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. 

Sulawesi memang terkenal dengan hasil perikanannya, baik perikanan darat maupun perikanan laut. Karena di Sulawesi ditemukan sangat banyak pantai dan danau.

Ikan Gurame adalah ikan air tawar asli Indonesia. Ikan ini sangat populer melebihi ikan air tawar lainnya. Itu sebabnya ikan ini relatif lebih mahal, walaupun demikian ikan ini sangat banyak penggemarnya. 

Coba tahukah kamu harga 1 ekor gurame segar seberat  1 kg ? Harganya berkisar antara 25 ribu sampai 35 ribu rupiah. Kota Tasikmalaya di Jawa Barat adalah yang paling terkenal sebagai pemasok ikan Gurame.

Provinsi Jawa Barat memang sangat serius mengembangkan budidaya ikan air tawar karena didukung oleh keadaan geografisnya. Selain ikan Gurame yang dikembangkan oleh provinsi ini, Jawa Barat juga terkenal dengan pengembangan bibit Ikan Mas yang bermutu tinggi.

Di samping ikan untuk konsumsi pangan, terdapat pula jenis ikan hias air tawar di Indonesia. Ikan hias air tawar Indonesia memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Ikan Arwana dan botia adalah jenis-jenis ikan hias air tawar asli dari Indonesia. 

Arwana adalah ikan yang paling banyak digemari di luar negeri selain ikan botia dan cupang. 

Ada tiga jenis arwana: arwana jardini dari Papua, arwana super-red dan hijau dari Kalimantan, serta arwana golden red yang bisa diperoleh di Kalimantan, Sumatra, Riau, dan Jambi.

Cibinong Raiser adalah tempat pusat pengembangan ekspor ikan hias di Cibinong.

Cibinong Raiser diresmikan oleh mantan presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri pada bulan Maret 2004 dan tempat itu adalah pengembangan ikan hias ekspor terbesar di Indonesia. 

Luas raiser ini lima hektar, berisi ratusan bak dan akuarium serta menampung 2 juta ekor ikan hias air tawar. Raiser sangat strategis karena aspek budidaya ikan hias air tawar terkonsentrasi di Jawa Barat, serta Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Raiser ini dibuat dengan tujuan untuk menampung ikan dari para petani (pembudidaya ikan perorangan) dan kemudian menjualnya kepada para eksportir, kata Direktur Raiser, Suwandi Surya. 

Dan kedepanya diharapkan Cibinong Raiser menjadi pusat perdagangan ikan hias di Indonesia. Sub-sub raiser juga sudah dibangun di Blitar dan Yogyakarta.

c. Payau

Air payau adalah percampuran air tawar dan air laut. Air payau terdapat di daerah-daerah pesisir pantai. Para pengusaha memanfaatkannya dengan membikin tambak-tambak udang dan ikan bandeng yang tersebar di pesisir pantai di Indonesia.

Bandeng adalah salah satu jenis ikan yang bisa dibudidayakan di laut maupun tambak, tapi perkembangannya lebih baik di tambak, karena memang aslinya atau awalnya bandeng (milk fish) ini dibudidayakan di tambak.

Pusat pembudidayaan ikan berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain di Pulau Jawa, ikan bandeng juga menjadi komoditas unggulan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Untuk Pulau Sumatra, produksi ikan bandeng tertinggi ada Aceh dan Lampung.

Unggulan kedua yang memiliki prospek cukup tinggi dari perikanan air payau ini adalah udang windu. Udang windu yang dalam bahasa latinya disebut Penaeus monodon ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. 

Budidaya udang windu terdapat hampir di semua wilayah Indonesia, tapi sentranya ada di Provinsi Sumatra Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Ada juga jenis ikan yang mulai dikembangkan di tambak, yaitu ikan belanak. Memang jenis ikan ini belum terkenal dan belum banyak yang membudidayakannya. Budidaya ikan belanak dapat diketemukan di Pulau Jawa dan sebagian Pulau Kalimantan.

Ada juga kepiting yang di masa mendatang berprospek baik karena pasar kepiting yang sangat luas dan mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Walaupun sekarang kepiting belum dijadikan sebagai salah satu komoditas budidaya air payau.  

Apalagi kepiting merupakan salah satu makanan favorit pada restoran-restoran seafood. Sentra budidaya kepiting terdapat di Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

4. Peternakan


Mengingat Indonesia merupakan tempat populasi Muslim terbanyak di Indonesia, maka sektor peternakan sangat penting bagi negara kita ini. Jutaan ekor sapi, kambing, domba, dan kerbau dipotong pada hari raya kurban dan acara-acara Islam lainnya.

Bayangkan dengan total penduduk Indonesia sekitar 259 juta jiwa, apabila 10 persen saja dari jumlah penduduk itu melakukan kurban maka dibutuhkan 20,7 juta lebih ternak pada hari kurban saja. Pasa yang sungguh luar biasa besarnya.

Belum lagi bila kita menghitung konsumsi sehari-hari dari daging, susu dan unggas membuat negara kita ketergantungan yang sangat besar dari negara-negara lain untuk mengimpor semua kebutuhan ini. 

Kenapa negara kita sampai melakukan impor dari luar ? Karena populasi dan produksi ternak dalam negeri belum mampu untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Sudah seharusnya, potensi pasar pada sektor peternakan yang sangat besar ini perhatian pemerintah terhadap peternakan ini sangat penting dan perlu ditingkatkan, agar kemampuan produksi ternak dalam negeri pada akhirnya nanti mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Melihat pakan ternak yang disediakan oleh alam banyak tersedia di bumi Indonesia, maka jenis ternak yang potensial dikembangkan adalah hewan-hewan jenis ternak besar, seperti sapi, kerbau, domba dan kambing. 

Sedangkan untuk hewan ternak kecil, seperti kelinci, ayam, dan ternak lebah madu.

Artikel terkait : Keunggulan Potensi SDA Antar Region

Bagaimana apakah kalian juga tertarik untuk berternak dan meraup keuntungan yang sangat besar dari usaha peternakan ini? Kalau ya, segera buat rencana yang matang. :D

Sumber relevan:

Buku Siswa IPS SMP Kelas 8 Semester 2 Kurikulum 2013.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/27/2017

0 komentar:

Post a Comment