Ciri-Ciri Orang Sok Tahu

Ciri-Ciri Orang Sok Tahu

Ciri-Ciri Orang Sok Tahu


Kamu tentu tidak mau dicap sebagai seorang yang sok tahu, bukan? Sok tahu ini adalah sebuah ungkapan atau jargon bagi orang-orang yang merasa dirinya pandai dan mengetahui semuanya, tapi sebenarnya dia kurang tahu atau tidak tahu apa-apa. Sayangnya orang yang memiliki sifat demikian, seringkali tidak menyadari kekuarangannya itu, sehingga tetap saja dia tidak sadar kebodohannya, bahkan ujung-ujungnya meremehkan orang lain, tidak mau mendengar pendapat dan nasehat orang  lain. Orang yang sok tahu ini juga sudah digambarkan dalam Alquran suci, seperti yang terdapat dalam surat al-‘Alaq. Karena itu dengan menggunakan persfektif surat ini kita akan mengungkap ciri-ciri dari orang yang sok tahu tersebut.

1. Tidak Mau Membaca

Ciri pertama dari orang yang sok tahu ini adalah tidak mau dan malas membaca. Orang-orang seperti ini merasa diri serba tahu, sebenarnya hal ini timbul dari rasa pesimis akan kemampuaanya dalam memahami apa-apa yang dibacanya, padahal ia belum berusaha semaksimal mungkin, ia berdalih, “Yang penting prakteknya, tidak penting segala teori-teori yang sulit dipahami.

Berbeda dari orang yang pesimis akan kemampuannya itu, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, akibatnya orang tersebut merasa tidak perlu memperdalam pengetahuannya lagi. Misalnya orang yang berkata, “Untuk apa baca-baca al-Qur’an lagi, toh aku sudah beberapa kali khatam.” Atau orang yang berkata, “Buat apa belajar ilmu agama, dari SD hingga perguruan tinggi sudah diajarin terus. Padahal Qur’an itu merupakan sumber segala ilmu pengetahuan, cahaya dalam kegelapan. Dan juga, ilmu agama itu adalah ilmu kehidupan dunia dan akhirat.  

Ingatlah ini! Ketika Nabi Muhammad saw, pertama kali dituruni wahyu, beliau disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. (QS. Al-‘Alaq: 1-5). Dan Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui. 

2. Tidak Mau Menulis

Ciri-ciri orang sok tahu yang kedua ialah orang-orang yang tidak mau atau enggan menulis apa-apa yang didengar dan yang dibacanya. Orang seperti ini merasa cukup dengan kemampuannya untuk mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia menganggap, seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Dia tidak ingat lagi bahwa sifat lupa merupakan bagian dari sifat manusia! Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia. 

Coba bayangkan, bagaimana dengan orang-orang yang memiliki kekurangan atau kelemahan dalam menghafal dan mengingat-ingat, tapi dia malas menulis atau mencatat? Dijamin deh, pasti orang yang seperti ini, jika mengeluarkan pendapat, pasti lebih banyak salah daripada benarnya atau bahkan ngalor-ngidul!

3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan


Ciri ketiga ketiga adalah membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah. 

Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.

4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham

Ciri keempat, yaitu merendahkan pendapat orang yang tidak sepaham dengannya. Di kalangan umat Islam seringkali kita mendengar dan membaca sekelompok orang yang gemar sekali mengklaim orang melakukan bid’ah, sesat, meremehkan agama, bahkan menganggap orang atau kelompok lain kafir, dengan sebab berbeda faham dengannya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32) 

Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."

5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain


Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi). 

Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."

6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat


Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli. 

7. Suka Berdebat Kusir


Ciri yang paling akhir yang dapat kita ungkap dari orang sok tahu ini adalah jika pendapatnya dikritik orang lain, dia berdaya upaya dan berusaha keras mempertahankan pendapatnya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Dia tidak mau tahu dan enggan mencari-cari kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran. 

Kesimpulan


Orang sok tahu adalah orang pesimis akan kemampuan dan potensi yang dimilikinya, dan berusaha untuk menutupi semua kelemahan tersebut dengan segala pendapat yang dipertahankan sekuatnya walaupun tanpa dalil yang kuat dan benar. Ciri-ciri orang sok tahu tersebut dapat anda baca dan pahami dari Al-Qur’an Surat al-‘Alaq. Maka, “Baca dan pahamilah! (Sumber: Aisha Chuang, eramuslim).


Comments