Azanul Ahyan

Penawaran Individu, Penawaran Pasar, Beserta Kurvanya

Penawaran Individu, Penawaran pasar, dan Kurva Penawaran


Kembali pada kesempatan kali ini kita bertemu kembali dan kita masih akan melanjutkan materi sebelumnya yaitu penawaran dengan sub materi Penawaran Individu, penawaran pasar beserta kurvanya, semoga  bermanfaat.

Apa penawaran individu itu?

Ingat orang yang melakukan penawaran adalah orang atau lembaga yang menawarkan barang dan jasanya kepada konsumen bisa berupa individu-individu, lembaga, badan usaha, pemerintah dan lain-lain.
Dengan kata lain mereka yang melakukan penawaran adalah para penjual.

Kalau dikatakan penawaran individu maka itu maknanya yang melakukan penawaran atau menjual adalah satu orang saja.

Jadi penawaran individu adalah jumlah barang yang ditawarkan oleh seorang penjual.

Contoh Aisya membuka toko busana muslim dan menawarkan busananya kepada orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Penawaran

Dan apa itu penawaran pasar?

Nah sekarang, jika yang menawarkan busana itu banyak penjual, bukan hanya Aisya dengan toko busananya, maka itulah yang disebut dengan penawaran pasar atau boleh disebut juga penawaran kolektif.

Jadi ada banyak orang, lembaga dan badan yang menawarkan barang yang sama kepada konsumen.

Dengan demikian penawaran pasar adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. Penawaran pasar ini merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perseorangan.

Misalnya penawaran seluruh pedagang busana di pasar atau total keseluruhan penawaran pedagang jeruk di pasar buah.

Pengertian kurva penawaran dan modelnya.

Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Kita telah mengetahui selain harga, ada juga beberapa faktor lain yang memengaruhi jumlah penawaran.

Ini artinya, harga dan faktor-faktor lain itu bisa menyebabkan kurva penawaran berubah dan mengalami pergeseran.

Pergeseran ini, bisa ke kanan jika penawaran mengalami peningkatan dan bisa juga ke kiri apabila jumlah barang yang dijual mengalami penurunan.

Dalam kurva penawaran ada dua hal yang perlu diketahui yakni yang pertama penawaran (berarti keseluruhan dari kurva penawaran) dan yang kedua jumlah barang yang ditawarkan (berarti banyaknya jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu).

Penawaran Individu, Penawaran Pasar, Beserta Kurvanya

Ciri umum dari sebuah kurva penawaran adalah selalu mengalami pergerakan ke atas (bergerak naik) dari kiri bawah ke kanan atas atau berslope positif. Ini menandakan adanya hubungan positif antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan.

Maksud di atas, makin tinggi harga maka makin banyak jumlah barang yang ditawarkan (ceteris paribus). Ini dapat kita simpulkan bahwa hubungan antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus.
Sesuai dengan bunyi hukum penawaran berikut.

Semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang, maka semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan.

Lihat model dari kurva-kurva penawaran di bawah.

Untuk contoh model-model kurva di bawah akan kita ilustrasikan dengan penawaran buku dari seorang atau beberapa pedagang buku yang ada di pasar.

1.Model kurva penawaran individu

Daftar penawaran buku Bu Erma mula-mula, saat ini, dan saat tahun ajaran baru.
Harga
Jumlah Buku yang ditawarkan Bu Erma
Mula-mula
Saat Ini
Saat Tahun Ajaran Baru
5.000
125
100
150
4.000
100
75
125
3.000
75
50
100
2.000
50
30
75
1.000
20
10
40

Penawaran Individu, Penawaran Pasar, Beserta Kurvanya

Perhatikan kurva di atas!

Kurva di atas menunjukkan kurva pergeseran ke kiri, ini menandakan penawaran buku oleh Bu Erma mengalami penurunan. Namun ketika tahun ajaran baru tiba, penawaran akan mengalami peningkatan dan menyebabkan kurva bergeser ke kanan.

2.Model kurva penawaran pasar

Daftar penawaran pasar
Harga
Jumlah Buku yang Ditawarkan
Penawaran
Pasar
Bu Erma
Penjual X
Penjual Y
dst
5.000
125
300
250
...
900
4.000
100
200
150
...
800
3.000
75
100
125
...
600
2.000
50
75
100
...
400
1.000
25
25
50
...
200

Lihat pada kolom penawaran pasar. Angka-angka yang terdapat pada kolom itu adalah penjumlahan dari seluruh penawaran buku yang dilakukan oleh para pedagang. Sehingga bentuk kurvanya akan seperti di bawah ini.

Penawaran Individu, Penawaran Pasar, Beserta Kurvanya

3.Penawaran buku pada berbagai tingkatan

Harga
Jumlah yang Ditawarkan
Titik Koresponden
Rp. 3.000,00
Rp. 4.000,00
Rp. 5.000,00
Rp. 6.000,00
Rp. 7.000,00
300
450
600
750
900
a
b
c
d
e

Dari daftar di atas maka model kurvanya akan berbentuk seperti ini.
Penawaran Individu, Penawaran Pasar, Beserta Kurvanya
Dan lihat ilustrasi pergeseran kurva tersebut.
Penawaran Individu, Penawaran Pasar, Beserta Kurvanya

Pada kurva tersebut, garis Supply (S) terdapat lima titik, yaitu a, b, c, d, dan e. Masing-masing titik menggambarkan keadaan tabel penawaran. Misalnya, titik a menggambarkan tingkat harga Rp. 3.000,00 dan jumlah buku yang ditawarkan 300 unit. Titik b menggambarkan tingkat harga Rp. 4.000,00 dan jumlah buku yang ditawarkan berjumlah 450 unit. Begitu seterusnya.

Artikel sebelumnya: Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran

Kurva penawaran menunjukkan kemampuan produsen dalam menyediakan suatu barang. Produsen menawarkan barangnya tergantung dari tingkat harga. Jika harga tinggi maka produsen menawarkan barang dalam jumlah yang lebih besar.

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penawaran

Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran


Untuk melanjutkan materi kita kemarin mengenai keiunggulan dan keterbatasan antarruang dalam penawaran. Pada kesempatan kali ini akan kita coba terangkan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penawaran tersebut.

Faktor-faktor ini akan berdampak pada jumlah barang atau jasa yang akan ditawarkan oleh produsen kepada konsumennya. Banyak segi yang harus dipertimbangkan oleh produsen dalam memasarkan produknya di pasar sehingga tidak terjadi ketimpangan atau ketidakseimbangan antara produk yang tersedia (stock) dengan jumlah barang yang berhasil terjual.

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penawaran

Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran tersebut.

1.Biaya produksi

Biaya produksi meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi berlangsung hingga dihasilkan suatu barang. Dalam penentuan harga, biaya-biaya produksi tersebut ditambahkan dengan biaya-biaya lain. Misalnya biaya pemasaran dan biaya iklan.

Jika ternyata harga produksi itu tinggi, maka pihak produsen akan lebih bersikap hati-hati dan mengurangi jumlah produksinya. Hal ini tentu berdampak pada jumlah barang yang ditawarkan ke pasar.

2.Teknologi

Mesin-mesin pabrik dan teknologi pemasaran dengan kemampuan teknologi yang tinggi dapat mengganti dan mengurangi peran dari tenaga kerja manusia. Ini akan berdampak baik pada jumlah kapasitas produksi dan harga barang yang ditawarkan.

Tergantikannya tenaga manusia dengan teknologi ini jelas akan mengurangi jumlah yang besar dari biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan terutama dalam hal upah dan gaji pegawai. Dengan demikian produsen akan memproduksi dalam jumlah yang besar dan ditawarkan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau.

3.Pajak

Tinggi dan rendahnya pajak yang dibebankan oleh pemerintah kepada para produsen dalam produk-produk mereka juga memiliki pengaruh yang signifikan pada jumlah barang yang ditawarkan. Semakin tinggi pajak maka harga menjadi semakin selangit dan sebaliknya jika pajak rendah maka harga barang yang dihasilkan pun menjadi murah juga.

Kalau harga barang tinggi maka jumlah barang yang ditawarkan pun jumlahnya terbatas.

Harga barang rendah maka panawaran barang pun melimpah di pasaran.

4.Harga barang pengganti

Barang pengganti itu bisa kita katakan suatu barang yang tidak sama bentuknya tetapi fungsi dan manfaatnya sama dengan barang yang digantikan. Misalnya pensil menggantikan pulpen, LPG menggantikan fungsi minyak tanah, dan lain sebagainya.

Jika barang pengganti tersebut ternyata jauh lebih murah dari barang yang digantikan maka konsumen akan beralih kepada barang pengganti. Akibat yang terjadi maka produsen akan memproduksi barang pengganti jauh lebih besar dari pada barang yang digantikan. Contoh yang bisa kita amati sekarang adalah masyarakat lebih banyak menggunakan LPG dari pada minyak tanah karena harganya lebih murah.

5.Prakiraan harga di masa yang akan datang

Perusahaan juga melakukan riset pasar mengenai potensi dan harga produknya di masa yang akan datang. Riset ini sangat penting dilakukan untuk memperkirakan dan mengetahui kecenderungan dari harga-harga produknya, apakah cenderung naik ataukah cenderung menurun sejalan dengan biaya produksi dan pendapatan masyarakat di masa yang akan datang.

Jangan lupa baca juga: Pengertian dan Hukum Penawaran

Jika ternyata bahan baku di masa datang bisa didapatkan melimpah dengan harga yang murah dan tren pendapatan masyarakat meningkat, maka perusahaan dalam hal ini produsen, secara rasional tentunya akan meningkatkan jumlah produksinya. Lebih-lebih jika produk tersebut sudah terkenal dan laku di pasaran. Alhamdulillah. Sekian dulu..

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Penawaran

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Penawaran - Penawaran akan muncul apabila ada suatu produk yang memiliki potensi yang baik untuk dijual kepada pihak lain yang membutuhkannya.

Dalam lingkup antarruang atau antarwilayah, maka keunggulan dan keterbatasan yang dimiliki oleh masing-masing wilayah, antar provinsi misalnya, akan menciptakan peluang yang besar timbulnya interaksi antarruang dari segi perdagangan, baik itu dalam permintaan maupun dalam penawaran.

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Penawaran

Wilayah yang memiliki suatu sumber daya tertentu akan menawarkan sumber daya alam tersebut pada wilayah lain terutama wilayah yang minim atau tidak punya sumber daya alam yang serupa. Suatu wilayah akan menawarkan produk dan jasa yang didukung antara lain oleh keunggulan alam dan keunggulan sumber daya manusia yang dimiliki.

Wilayah Indonesia memiliki potensi kekayaan sumber daya alam. Sumber daya alam ini tidak harus berbentuk benda kekayaan alam bentuk lain termasuk keindahan alam itu sendiri.

Indonesia memiliki berbagai wilayah yang indah dengan keunikan pesona alam yang memiliki ciri tersendiri. Pesona alam yang indah ini dapat pula menjadi keunggulan suatu wilayah yang dapat ditawarkan kepada wilayah lainnya.

Pulau Lombok dan Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat terkenal dengan keindahan pantainya dan jargon wisata halalnya yang sudah terkenal diseluruh nusantara dan manca negara merupakan produk andalan yang menjadi sumber pendapatan daerah.

Tempat lain yang terkenal di Indonesia dengan pesona alamnya adalah Papua dengan Raja Ampatnya, Bali yang sudah diakui di seluruh dunia dengan keindahannya, dan Sulawesi Utara memiliki ruang laut yang sangat indah. Dan masih banyak tempat di negara Indonesia yang memiliki keindahan alam dan keunikan alam tersendiri.

Baca kembali Keunggulan Pariwisata Indonesia.

Selain pesona alam, keunggulan lain yang dapat ditawarkan adalah peluang dari sisi ekonomi. Daerah dengan pertumbuhan industri dan perdagangan yang sangat pesat menjadi daya tarik yang sangat besar untuk mencari peluang kerja di tempat tersebut, begitu pula dengan daerah yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Seperti misalnya, Ibu Kota negara, Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Ruang atau lokasi wilayah berpengaruh pada kemampuan suatu wilayah menghasilkan produk. Kenapa demikian? Karena karekter dan mata pencaharian penduduk itu dipemgaruhi oleh beberapa faktor termasuk faktor demografi tempat tinggal.

Ini bisa kita lihat pada penduduk yang bertempat tinggal di wilayah pantai akan lebih cenderung mempunyai keunggulan dalam menghasilkan dan menawarkan sumber daya alam seperti ikan laut dibandingkan dengan wilayah lain, seperti penduduk di daerah pegunungan. 

Demikian pula, penduduk di daerah pegunungan kemungkinan besar mempunyai keunggulan dalam menghasilkan dan menawarkan sumber daya alam seperti sayur-sayuran segar. Ketimpangan antara kedua tempat ini (maksudnya keunggulan dan keterbatasan ruang ini) yang mendorong terjadinya interaksi dalam perdagangan.

Setiap penjual - dalam hal ini daerah (ruang) – dalam transaksi jual beli selalu menginginkan laba setinggi mungkin dari penjualan barangnya. Semakin besar kemampuan memproduksi dan ketersediaan barang yang dimilikinya untuk ditawarkan (dijual) maka semakin besar pula laba atau keuntungan yang diperoleh, hal ini akan berimbas pada peningkatan pendapat daerah.

Perlu diketahui, penawaran akan terjadi jika ada tiga unsur berikut ini.

1. keinginan penjual untuk menjual barang.
2. kesediaan penjual untuk menjual barang dagangannya pada tingkat harga dan waktu tertentu.
3. Kemampuan penjual dalam menawarkan barang dagangannya.

Itulah sebabnya penawaran diartikan sebagai keinginan, kesediaan, dan kemampuan dalam menjual sejumlah barang atau jasa pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu.

Silahkan baca Pengertian dan Hukum Penawaran

Kesimpulan

Dari materi kunggulan dan keterbatassan antarruang dalam penawaran yang kita bahas ini, maka dapat kita simpulkan sebagai berikut.

Penawaran terjadi jika produk yang dihasilkan dibutuhkan oleh daerah lain. Ada keinginan dan kemampuan untuk menjual produknya tersebut dalam meningkatkan pendapatan, serta interaksi antarruang akan tercipta didorong oleh adanya keunggulan yang dimiliki oleh setiap daerah atau setiap ruang.

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang Dalam Permintaan

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang Dalam Permintaan - Antarruang bisa berarti antar tempat dan antar wilayah, baik batas desa, kota atau negara. Seperti yang sering dikatakan oleh orang antara desa yang satu dengan desa yang lain, antar kota dan antar negara.

Antarruang dalam permintaan maksudnya terjalin atau adanya interaksi antara ruang (tempat) yang satu dengan ruang (tempat) yang lain dalam hal permintaan dalam rangka pemenuhan barang dan jasa.

Terdapatnya kebutuhan terhadap barang dan jasa menjadi salah satu pendorong timbulnya permintaan.

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang Dalam Permintaan

Apa itu kebutuhan?

Kebutuhan adalah berbagai barang dan jasa yang hendak dipenuhi oleh setiap manusia dalam rangka menunjang hidupnya. Kebutuhan sifatnya lebih mendesak dari keinginan dalam hal pemenuhannya,. mengingat tidak semua keinginan harus dipenuhi oleh orang, bertolak belakang dengan yang namanya kebutuhan.

Untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan manusia itu dengan tepat efisien, maka harus dibuat skala prioritas daftar kebutuhan menurut tingkat kepentingannya. Hendaknya yang paling pokok atau penting ditempatkan pada urutan pertama untuk dipenuhi, kemudian disusul oleh kebutuhan-kebutuhan berikutnya sesuai tingkat kepetingannya.

Apa itu Permintaan?

Permintaan adalah keinginan yang disertai kemampuan (punya modal atau uang) untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga tertentu.

Artinya orang akan cenderung membelanjakan uangnya dengan melihat harga dari suatu barang dan jasa. Itu sebabnya permintaan terhadap barang akan melonjak tajam apabila harga barang tersebut murah, apalagi kalau kualitas barang yang murah tersebut bagus. Dan sebaliknya jika harga barang terlalu tinggi dan tidak dapat dijangkau oleh daya beli, maka permintaan barang tersebut menjadi rendah alias sedikit.

Makanya hukum permintaan berbunyi:

Semakin rendah harga suatu barang maka semakin tinggi permintaan terhadap barang tersebut dan semakin tinggi harga barang maka semakin sedikit permintaan barang tersebut.
Untuk lebih jelasnya mengenai hukum permintaan ini silahkan telusuri link berikut: Hukum Permintaan Terhadap Barang.

Ruang yang berbeda dapat menciptakan kebutuhan dan permintaan yang berbeda.

Keunggulan suatu daerah dan keterbatasan daerah yang lain dapat menimbulkan interaksi. Keunggulan wilayah pedesaan, misalnya, adalah menghasilkan produk pertanian. Adapun wilayah perkotaan memiliki keterbatasan dalam memproduksi hasil pertanian. Sebagai akibatnya, maka perkotaan akan mendatangkan hasil-hasil pertanian dari desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan.

Sebaliknya pedesaan lemah terhadap hasil-hasil industri, seperti elektronika dan garmen yang menjadi keunggulan daerah perkotaan, maka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa terhadap produk elektronik dan garmen tersebut, maka didatangkan dari kota.

Itu adalah gambaran kecil dari timbulnya suatu permintaan akibat keunggulan dan keterbatasan yang dimiliki oleh masing-masing tempat atau wilayah.

Faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi permintaan.

Selain keunggulan dan keterbatasan antarruang, faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan adalah:

  1. Harga barang yang bersangkutan
  2. harga barang pengganti
  3. Harga barang pelengkap
  4. Pendapatan masyarakat
  5. Intensitas kebutuhan
  6. Selera
  7. Perubahan peradaban
  8. Jumlah penduduk
  9. Ramalan masa yang akan datang.
Secara singkat saya akan menerangkan maksud dari faktor-faktor di atas.

Ket 1. Permintaan dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri. Jika tinggi/naik maka permintaan rendah dan jika harganya murah/turun maka permintaan naik.

Ket 2. Harga dari barang yang menggantikan fungsi dari barang yang digantikan. Contoh fungsi bolpoint dapat digantikan oleh pensil. Jika harga bolpoint naik maka permintaan terhadap pensil akan naik, sedangkan permintaan bolpoint akan turun.

Ket 3. Dinamakan barang pelengkap karena peggunaannya selalu bersama barang yang lain. Contoh gula dengan kopi, atau gula dengan teh. Jadi, apabila permintaan terhadap kopi atau teh naik, maka permintaan terhadap gula pun menjadi meningkat pula. 

Ket 4. Turun dan naiknya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi terhadap permintaan baran dan jasa. Apabila pendapatan masyarakat naik maka biasanya permintaan barang dan jasa pun naik pula, sebaliknya jika pendapatan rendah, permintaan terhadap barang dan jasa pun ikut turun pula.

Ket 5. Berhubungan dengan mendesak dan tidaknya kebutuhan. Apabila kebutuhan akan barang sifatnya mendesak untuk dipenuhi, maka permintaan akan barang bertambah. Begitu pula kebalikannya.

Ket 6. Selera masyarakat akan barang juga menjadi faktor tinggi dan rendahnya permintaan. Jika selera masyarakat akan model tertentu suatu barang atau jasa tinggi, maka jumlah permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan meningkat. Begitu pula sebaliknya, jika selera masyarakat terhadap suatu barang dan jasa rendah (kurang minat), maka permintaan terhadap barang atau jasa itu pun akan menurun.

Ket 7. Perubahan peradaban atau kebudayaan. Semakin maju peradaban, maka permintaan terhadap barang-barang yang sifatnya praktis dan membantu kegiatan manusia menjadi lebih cepat akan meningkat. Contoh yang simpel, kemajuan sarana dan prasarana telekomunikasi dengan munculnya produk handphone, menyebabkan permintaan handphone pun bertambah.

Ket 8. Pertambahan jumlah penduduk pada suatu daerah memiliki pengaruh yang sangat significan dalam mempengaruhi jumlah permintaan. Jumlah penduduk yang besar pada suatu daerah akan berpengaruh langsung terhadap meningkatnya jumlah permintaan terhadap barang dan jasa. Itu sebabnya perputaran barang di kota jauh lebih besar dari pada di desa yang jumlah penduduknya sedikit.

Ket 9. Ramalan mengenai harga barang pada masa yang akan datang juga menjadi penyebab turun naiknya permintaan barang dan jasa. Jika diramalkan tingkat harga di masa yang akan datang naik, maka konsumen akan cenderung meningkatkan permintaan (membeli) suatu barang atau jasa pada masa kini karena takut harganya semakin tinggi. Kalau barang dan jasa diramalkan di masa yang akan datang murah, konsumen pun akan cenderung menunggu sampai barang tersebut turun, akibatnya jumlah permintaan pun menjadi turun.

Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih.

Pluralitas Masyarakat Indonesia

Pluralitas dan Multikultural Di Indonesia


Pluralitas adalah keberagaman atau kemajemukan yang terdapat dalam suatu bangsa atau masyarakat Indonesia yang mendorong tumbuhnya persatuan dan kesatuan. Keberagaman ini di Indonesia dapat kita lihat dari keanekaragaman suku bangsa , agama, ras, etnik, bahasa, adat dan budaya. Keanekaragaman ini memiliki potensi sebagai pemicu timbulnya perpecahan kalau tidak segera disikapi dengan baik oleh setiap elemen atau unsur yang terdapat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Yang saya maksudkan dengan sikap di sini adalah jiwa pluralisme. Pluralisme adalah siap menerima berbagai elemen yang ada di luar diri atau kelompoknya seperti pluralitas tadi dengan bersikap toleran, memiliki tenggang rasa, menghargai dan menumbuhkan rasa saling percaya-mempercayai di dalam masyarakat plural itu sendiri.

Pluralitas Masyarakat Indonesia

Sikap pluralisme ini akan tumbuh apabila individu atau kelompok di tengah-tengah masyarakat sudah memiliki kematangan kepribadian dan intelektualitas sehingga mampu atau dapat menerima adanya kebebasan dalam beragama, kebebasan berpikir, berpendapat dan lain-lain, yang pada akhirnya akan tercipta sikap toleransi antara pribadi atau antarkelompok.

Kalau semua itu sudah terwujud maka kebinekaan yang ada di Indonesia akan membawa berkah tersendri pada bangsa dan masyarakat Indonesia. Seperti motto yang diidam-idamkan oleh masyarakat Indonesia selama ini, yaitu "Bhineka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tetapi hakekatnya satu jua.

Senada dengan pluritas yang kita bahas di atas, di dalam masyarakat kita juga akan sering menjumpai istilah multikultural. Kata multikultural diadopsi dari bahasa Inggris yaitu "multi" yang berarti banyak dan "culture" yang artinya budaya.

Jadi multikultural maknanya, masyarakat yang memiliki banyak kebudayaan. Artinya masyarakat multikultural  adalah masyarakat yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan, suku bangsa, ras, agama, dan budaya. Mereka hidup bercampur-baur dalam satu wilayah.

Masyarakat yang multikultural merupakan sumber-sumber nilai yang sangat penting bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat. Karena walau terdapat perbedaan hak dan kewajiban, masing-masing kelompok tersebut mempunyai nilai-nilai luhur yang dijunjung bersama yaitu perasaan senasib dan sepenanggungan sebagai masyarkat Indonesia, sehingga perbedaan yang ada di junjung tinggi dan sangat dihargai tanpa adanya perbedaan hak dan kewajiban.

Silahkan baca juga Fungsi Keragaman Budaya

Kata kunci yang haruis dimiliki oleh setiap kita atau kelompok dalam masyarakat yang plural demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa adalah memiliki sikap :

  • Toleransi
  • Tenggang rasa
  • Hormat menghormati
  •  Saling menghargai
  • Menumbuhkan sikap salinjg percaya
Demikianlah pembahasan singkat kita mengenai Pluralitas Masyarakat Indonesia, semoga bermanfaat dalam membuka wawasan kita.
Faktor Pendorong Kerjasama Antarnegara ASEAN

Faktor Pendorong Kerjasama Antarnegara ASEAN

Faktor pendorong Kerjasama Antarnegara ASEAN

Pada artikel kita kali ini kita akan meninjau apa saja faktor pendorong kerjasama antarnegara di kawasan ASEAN sehingga nyambung dengan pembahasan kita sebelumnya tentang Letak dan Posisi Geografis Negara ASEAN, karena pada artikel tersebut kita sempat membahas sedikit mengenai faktor pendorong berdirinya ASEAN ini.

Langsung saja, berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi pendorong tumbuhnya kerjasama antarnegara di kawasan ASEAN.

1.Persamaan dan Perbedaan Sumber Daya Alam 

Persamaan dan perbedaan sumber daya alam menimbulkan interaksi yang saling membutuhkan antara dua negara atau lebih yang mempercepat terjalinnya kerjasama antarnegara untuk mengisi kekosongan yang ada pada setiap negara.

Misalnya, beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mengimpor beras dari Thailand sebagai penghasil beras utama di ASEAN, sedangkan Thailand mengimpor komoditas kayu dari Indonesia sebagai negara produsen kayu terbesar di ASEAN.

Dari segi persamaan SDA misalnya, Indonesia dengan negara-negara penghasil minyak bumi mebentuk organisasi bersama bidang pengelolaan minyak bumi secara terpadu.

2.Persamaan dan Perbedaan Wilayah

Walaupun negara-negara ASEAN memiliki letak geografis yang sama seperti yang pernah kita singgun pada artikel sebelumnya, namun tentu saja kondisi wilayah setiap negara-negara itu berbeda-beda. Perbedaan dan persamaan ini tentu saja mendorong negara-negara tersebut menjalin kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan di Asia Tenggara.

3.Perbedaan Perkembangan Teknologi

Kerja sama dalam pengembangan teknologi harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan antara negara-negara yang sudah maju teknologinya dengan negara-negara yang masih terbelakang dan berkembang atau antarnegara yang sama tingkat teknologinya. Penyerapan teknologi hendaknya dilakukan menurut-tahapan-tahapan dan kemampuan negara-negara tersebut menyerap teknologi. Tahapan-tahapan ini berbeda-beda pada setiap negara tergantung SDA dan SDM yang dimiliki. Hendaknya negara yang memiliki teknologi yang sederhana dapat memenuhi kebutuhan teknologi tinggi dengan mendatangkan peralatan teknologi dari luar negeri.

Kerja sama teknologi dapat dilakukan dengan transfer teknologi (TOT) terhadap peralatan teknologi yang dibeli oleh suatu negara. Misalnya Indonesia membeli kapal selam dari Korea Selatan dengan perjanjian negara tersebut mau mengajarkan atau mentranfer teknologi pembuatan kapal selam kepada Indonesia.

4.Perbedaan dan Persamaan Budaya

Budaya merupakan salah satu ciri khas suatu negara. Corak hidup sehari-hari penduduk suatu negara identik dengan corak budayanya. Budaya yang unik dapat menjadi potensi yang sangat berharga untuk mendorong kunjungan wisatawan. Budaya dapat menjadi objek wisata yang sangat menarik bagi wisatawan asing.

Perbedaan budaya antarnegara akan mendorong terjalinnya kerja samadi bidang budaya. Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam memiliki kesamaan budaya, yaitu budaya Melayu. Persamaan ini mendorong adanya kerja sama dalam rangka melestarikan budaya Melayu.

Itulah beberapa Faktor Pendorong Kerja Sama Antarnegara ASEAN, semoga bermanfaat!

Letak dan Posisi Geografis Negara-negara ASEAN

Letak dan Posisi Geografis Negara-negara ASEAN


ASEAN merupakan singkatan dari Association of South East Asian Nations merupakan organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dibentuk berdasarkan Deklarasi Bangkok yang ditandatangani oleh utusan para menteri luar negeri lima negara pendiri Asean, pada tanggal 8 Agustus 1967.

Kelima menteri luar negeri itu adalah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filfina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).

Di awal pembentukan, ASEAN beranggotakan lima negara anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Filifina. Kemudian bertambah lima negara anggota lagi dari Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Jadi keseluruhan anggota ASEAN berjumlah sepuluh negara anggota hingga saat ini.

Ada beberapa kondisi yang mendorong terbentuknya organisasi kerja sama ini, yakni adanya beberapa kesamaan dan perbedaan karekteristik fisik dan sosial yang dimiliki oleh setiap negara anggota. Kerja sama negara-negara anggota Asean merupakan bentuk interaksi antarruang.

Letak Geografis ASEAN


Letak geografis wilayah Asia Tenggara berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta dua samudra yaitu  Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Letak dan Posisi Geografis Negara-negara ASEAN

Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut:

a.Batas sebelah utara adalah Tingkok
b.Batas sebelah selatan adalah Samudra Hindia, Timor Leste dan Australia.
c.Batas sebelah barat adalah Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan Anak Benua India.
d.Batas sebelah timur adalah Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Posisi Geografis Asean


Posisi geografis (astronomis) negara-negara yang tergabung  dalam ASEAN  terletak di wilayah Benua Asia, tepatnya di 260 LU-110 LS dan 930BT-1410BT. Jadi sebagian besar wilayah negara-negara Asia Tenggara terletak di belahan bumi utara dan berada di lintang rendah. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar negara Asia Tenggara beriklim tropis, kecuali wilayah Myanmar bagian utara beriklim subtropis yang memiliki empat musim sepanjang tahun, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin.

Untuk daerah-daerah yang beriklim tropis hanya memiliki dua musim, musim penghujan dan musim kemarau. Daerah iklim tropis di pengaruhi oleh iklim monsun ini berakibat pada banyaknya hutan tropis yang lebat dan selalu hijau. Angin yang bertiup di kawasan ASEAN meliputi angin pasat tenggara, angin pasat timur laut, angin musim timur, angin musim barat laut, serta angin musim barat daya dan tenggara.

Catatan:


Sebagian besar wilayah berupa laut dengan luas sekira 5.060.100 km2. Luas daratan wilayah negara-negara di Asia Tenggara sekira 4.812.000 km2. Satu-satunya negara di Asean yang tidak memiliki wilayah laut adalah Laos. Luasnya laut di wilyah ini menyebabkan negara-negara di kawasan ini memiliki hasil laut yang melimpah terutama negara Indonesia.

Di bagian utara, ASEAN dipisahkan oleh bagian dari rangkaian Pegunungan Himalaya. Di sebelah selatan, pada batas barat dan timur, batas alam ASEAN ditandai dengan adanya busur gunung api. Busur gunung api merupakan pengangkatan lempeng Pasifik dan lempeng Hindia.

Wilayah alamnya dibagi menjadi subwilayah daratan utama (Benua Asia) dan wilayah kepulauan (perairan). Negara-negara yang termasuk subwilayah daratan meliputi Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja dan Vietnam. Adapun yang termasuk subwilayah kepulauan meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Filipina.

Ciri subwilayah benua (daratan) adalah terdapat banyak lembah yang terbentuk dari endapan alluvial. Endapan ini terpisah satu sama lain oleh rangkaian pegunungan. Sedangkan subwilayah kepulauan dicirikan oleh adanya lingkungan laut dan pulau.

Oleh karena itu berdasarkan kondisi di atas, bentuk geografis negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) dibagi menjadi empat tipe, yakni:

a.Berbentuk hampir seperti lingkaran (compact), misalnya Kamboja.
b.Berbetuk kepulauan yang terpisah-pisah (fragmanted), misalnya Indonesia dan Filipina.
c.Berbentuk memanjang (elongated), misalnya Vietnam.
d.Berbentuk lebih kompleks dan beragam, biasanya terdapat daerah yang memanjang seperti tangan (protuded), misalnya Thailand dan Myanmar.

Demikianlah materi singkat tentang Letak dan Posisi Geografis Negara-negara ASEAN semoga dapat menambah bacaan bagi para pelajar yang sedang berkutat dengan materi yang sama. Terima kasih dan jangan kapok berkunjung kembali.

Back To Top