Menyingkap Sejarah Fasisme

Ideologi kekerasan fasisme ini berurat berakar di Eropa sejak zaman pagan, zaman di mana agama belum dikenal di Eropa. Ideologi ini kemudian sempat hilang setelah agama Kristen diterima luas oleh masyarakat Eropa, tetapi kemudian kembali muncul setelah pamor keimanan kristiani kalah dan tergerus oleh gemerlapnya kehidupan materialistis. Pada abad 19 ide dasar fasisme ini mulai dibangun, diperhias, dan dikembangkan oleh para ahli pikir Eropa. Kemudian selanjutnya mulai diterapkan pada awal abad 20 oleh negara-negara seperti Italia dan Jerman.

Menyingkap Sejarah Fasisme
Hitler dan Mussolini

Fasisme berkembang subur pada abad ke-20, menyebar secara pesat ke seluruh belahan dunia sejak perang dunia pertama, terutama di Jerman dan Italia, fasisme berdiri dengan kokoh di kedua negara tersebut. Selain di dua negara itu fasisme juga berkembang di Yunani, Spanyol, dan Jepang.

Fasisme adalah ideologi yang mengusung kekerasan dalam menjalankan roda pemerintahan. Ideologi ini diterapkan kepada semua tingkatan lapisan sosial kemasyarakatan, meliputi pendidikan, budaya, agama, seni, sistem militer, organisasi politik hingga kehidupan pribadi rakyatnya. Pemimpin Fasis adalah seorang diktator yang memimpin dengan kekuatan yang brutal, agresi, pertumpahan darah dan teror melalui polisi rahasia dan militer. Sistem ini menyebabkan rakyat sangat tertekan dan menderita. Rakyat selalu berada dalam perasaan takut yang mencekam, karena sewaktu-waktu keselamatan jiwa dan harta benda mereka akan binasa dan musnah tanpa mengetahui penyebabnya apa.

Akhirnya, Fasisme ini pulalah yang paling bertanggung jawab atas terbunuhnya 55 juta orang selama perang dunia kedua, karena perang dunia ini disulut oleh negara-negara fasis, yakni Jerman, Italia, dan Jepang, tanpa kita kesampingkan juga tanggungjawab yang dipikul oleh pihak lawan mereka, Blok Sekutu.

Menarik untuk kita selidiki, mengapa dan apa sebabnya ideologi kekerasan fasis ini tiba-tiba muncul ke permukaan, bahkan menjadi sangat populer di abad 20. Untuk mengetahui ini mari kita putar ulang sejarah perjalanan peradaban Eropa sejak pra Kristen (pagan) sampai priode pasca Kristen (materialis) untuk mengantarkan kita ke asal usul mentalitas fasis ini.

Harun Yahya dalam bukunya Fasime: Ideologi Berdarah Darwinisme, telah membagi sejarah Eropa tersebut kedalam tiga periode utama, yaitu:

1. Periode Pra-Kristen (Periode Pagan)
2. Periode ketika agama Kristen meraih dominasi budaya di Eropa
3. Periode pasca-Kristen (periode materialis)

Selanjutnya, Harun Yahya mengatakan bahwa mentalitas fasisme tampaknya terjadi pada periode pagan (pemujaan berhala) dan pada periode ketiga, pasca-Kristen. Dengan kata lain, fasisme adalah produk paganisme, dan kemudian dikuatkan kembali oleh kebangkitan materialisme.

Pada masa pra-Kristen, agama yang dinyakini oleh orang-orang Eropa adalah kepercayaan politeistik. Mereka percaya bahwa tuhan yang mereka sembah merupakan simbol berbagai kekuatan atau aspek kehidupan, yang paling penting adalah pemujaan terhadap dewa perang. Begitu pentingnya dewa perang ini bagi masyarakat pagan tiada lain disebabkan oleh cara pandang masyarakat yang menganggap kekerasan adalah sesuatu yang sangat sakral. Oleh karena itu masyarakat pagan dipandang sebagai masyarakat biadab yang terus menerus berada dalam keadaan perang. Pembantaian dan penumpahan darah dipandang sebagai sebuah kewajiban suci atas nama bangsa. Hampir segala macam kekejaman dan kekerasan dibenarkan dalam paganisme. Tidak ada dasar etika untuk melarang kekerasan dan kekejaman. Imperium yang dianggap paling beradab kala itu, seperti Roma sekalipun dengan tegas memuja kekerasan ini. Fakta sejarah Roma memberikan gambaran yang gamblang tentang itu. Kaisar Nero, naik tahta dengan membunuh tak terbilang orang-orang yang menentangnya, bahkan tidak segan-segan membunuh ibu, istri, dan saudara tirinya sendiri. Bahkan, bangsa-bangsa seperti Vandal, Goth, dan Visigoth lebih barbar dan biadab lagi.

Sparta, negara kota di Yunani juga identik dengan sistem fasis ini. Negara ini dibangun oleh Likurgus pada abad 8 SM. Sparta menerapkan sistem militer yang sangat keras dan ketat. Kehidupan rakyat diukur berdasarkan manfaat mereka bagi negara. Anak laki-laki yang sehat dipersembahkan untuk negara sedangkan bayi-bayi yang sakit dibuang ke pegunungan agar mati. Jadi negara jauh lebih penting dibandingkan dengan perorangan. Sistim inilah kemudian yang ditiru oleh Hitler pemimpin Jerman dengan Nazi-nya.

Di atas itu adalah hanya segelintir bukti fasisme yang pernah ada pada periode pra-Kristen di Eropa. Tentunya masih banyak model kekejaman dan kekerasan lainnya yang pernah ada pada masa itu, baik yang terekam maupun tidak dalam sejarah kegelapan Eropa. Namun tidak mungkin kita akan mengutip semuanya.

Dan terima kasih anda telah berkunjung ke blog ala kadarnya ini dan semoga postingan Menyingkap Sejarah Fasisme ini ada manfaatnya.


Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 9/25/2016