Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia

Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia

Jenghis Khan merupakan gelaran seorang Kaisar Mongol yang sangat terkenal dengan invasi dan penaklukannya yang tidak mengenal ampun kepada semua musuh-musuhnya.

Jenghis Khan adalah pemimpin Mongolia yang dikenal sebagai salah satu penakluk terkejam di dunia, yang tidak akan mungkin bisa terhapus dari ingatan sejarah.

Sejarawan memperkirakan 11 % atau 40 juta orang dari penduduk dunia pada zaman itu dibinasakan oleh Jenghis Khan bersama pasukan Mongolnya. Angka yang sangat fantastis mengingat populasi dunia pada waktu itu tidak sebanyak pada masa kita sekarang.

Kekejamannya dalam menyiksa musuh-musuhnya sungguh menggiriskan, bahkan mungkin lebih kejam dari Adolf Hitler, Mussolini dan pemimpin-pemimpin lainnya yang pernah ada.

Jenghis Khan berarti Khan yang agung, raja segala raja.

Jenghis Khan hidup pada abad ke-13, kira-kira tahun 1162 M dan meninggal pada 18 Agustus 1227.

Namanya yang asli Temujin atau Temuchin merupakan seorang anak kepala suku Borjigin, yang bernama Yesugei dan ibunya Hoelun.

Pada waktu usia 9 tahun, Temujin kehilangan ayahnya yang tewas dibunuh oleh bangsa Tatars di depannya sendiri setelah meminum minumannya yang dicampur racun.

Sejarah biografinya mencatat peristiwa peracunan itu terjadi setelah dia dan ayahnya pulang dari melamar Borte untuknya dari suku Onggirat.

Temujin dan pasukan ayahnya berhasil melarikan diri tapi kemudian dia dan saudara beserta ibunya diusir oleh sukunya sendiri. Ketua suku Borjigin yang seharusnya menjadi hak-nya kemudian diambil oleh pihak yang mengusirnya itu.

Sejak itu dia hidup terlunta-lunta dan mengalami hidup yang sangat getir dan penuh petualangan sampai akhirnya dia dapat menyatukan Mongol dan menjelma menjadi suatu imperium terbesar dan terluas sepanjang sejarah.

Kekuasaannya membentang seluas 12 juta meter persegi, seluas hampir satu benua Asia. Memang luasnya wilyah kekuasaan itu bukan  penaklukkan Jenghis Khan semata. Tetapi setelah kematiannya, anak cucunya melanjutkan berbagai penaklukkan. 

Kekuasaan Genghis Khan bersama anak cucunya waktu itu meliputi: China, Mongolia, Rusia, Korea, Vietnam, Burma, Kamboja, Timur Tengah, Polandia, Hunggaria, Arab Utara, dan India Utara. Kekuasaannya hampir mendominasi seluruh dunia.

Awal Penyatuan Mongol


Daerah Mongolia berada di daerah sebelah utara Cina dan dibatasi oleh Tembok Besar Cina.

Mongolia terpecah-pecah menjadi beberapa suku yang hidupnya nomaden. 

Masing-masing suku di kepalai oleh seorang kepala suku yang menguasai sepenuhnya rakyat atau anggota sukunya.

Mata pencaharian hidup mereka yang utama adalah berternak dan terkenal sangat mahir menunggang kuda dalam pertempuran.

Tidak jarang antar suku terlibat dalam peperangan untuk memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Keadaan ini membuat Mongolia menjadi lemah.

Yesugei ayah Jenghis Khan melihat kelemahan-kelemahan ini kemudian mencoba menaklukkan dan menyatukan semua suku yang ada di Mongol menjadi satu kekuatan yang besar.

Namun cita-cita Yesukhei itu belum berhasil karena dia dibunuh oleh suku Tartars yang menentang penyatuan itu.

Tetapi kemudian semangat dan cita-cita penyatuan Mongol ini diteruskan oleh putranya sendiri, Temujin.

Temujin bersama dengan sahabat dan sekaligus saudara angkatnya Jamukha dari suku Jadaran, berhasil mengambil alih hak-nya untuk memimpin suku Borjigin dan perserikatan Mongol yang sebelumnya telah dirintis ayahnya.

Jamukha dari Jadaran ini sudah berulang-ulang kali menolongnya. Dan dia bersama pasukannya pulalah yang menolongnya membebaskan istrinya, Borte yang diculik oleh kepala suku Merkits untuk dijadikan istri.

Setelah kekuasaan Temujin semakin besar, Jamukha pun berbalik menentang dan memusuhinya.

Segala upaya dilakukannya untuk menghancurkan Temujin.

Jamukha si saudara angkatnya ini, sering mengadu domba Temujin dan suku-suku lainnya, bahkan termasuk dengan ayah angkat Temujin sendiri yang bernama Wang Khan.

Namun, akhirnya Temujin berhasil mengalahkan semua musuh-musuhnya dan berhasil menyatukan seluruh suku Mongol menjadi kekuatan yang besar dan sangat kuat. Sesuai perintah ayahnya dulu.

Kemudian Temujin diangkat menjadi Khan (Raja) oleh seluruh kepala suku dengan gelar Jenghis Khan.

Upaya Perluasan Kekuasaan Jenghis Khan


Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia

Jenghis Khan setelah barhasil menyatukan Mongol, mulai mewujudkan ambisinya menjadikan Mongol sebagai bangsa yang kuat di atas bangsa-bangsa lain.

Untuk mewujudkan ambisinya ini dia semakin memperkuat pasukannya dan segala rencana dimatangkan. Karena membuat Mongol berjaya dibutuhkan pasukan-pasukan lengkap dan kuat untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan lainnya.

Kerajaan pertama yang menjadi incarannya adalah Kerajaan Chin/Jin yang tinggal dengan aman dibalik tembok besar.

Tembok besar ini memang sengaja dibangun oleh para kaisar yang pernah berkuasa di daratan Tiongkok untuk menjaga serbuan dari bangsa-bangsa barbar di Utara, termasuk Mongol.

Kerajaan Chin aslinya berasal dari suku bangsa Jurchen. Suku ini telah berhasil menguasai utara Cina selama lebih dari 100 tahun.

Kerajaan ini memiliki pasukan yang sangat besar kurang lebih sepuluh kali lipat lebih besar daripada pasukan Mongol yang diperkirakan berjumlah 100.000 tentara.

Walaupun begitu pasukan Mongol yang memiliki semangat juang tinggi mampu mematahkan semangat para prajurit Chin diberbagai medan peperangan, dan pada akhirnya mampu merebut kota Dadu (Beijing sekarang), ibu kota Kerajaan Jin pada tahun 1214.

Dikabarkan pada waktu penaklukkan ibu kota Dadu ini, tulang-tulang korban pembantaian membentuk perbukitan dan tanahnya berminyak karena lemak manusia.

Para seniman, ahli senjata terutama senjata berat, dan barang-barang berharga, semuanya diangkut ke Mongolia sebagai budak dan rampasan perang.

Target berikutnya adalah invasi terhadap Timur Tengah.

Berbeda dengan peperangan melawan Chin yang dilatar belakangi juga oleh dendam karena sebagian besar nenek moyang Jenghis Khan dibunuh, latar belakang penyerbuan ke Timur Tengah ini lain lagi penyulutnya.

Adalah Kerajaan Khawarezmia yang menguasai seluruh Iran bertindak semena-mena terhadap para pedagang yang berasal dari Mongolia.

Para pedagang Mongol tersebut banyak dibunuh dan dirampas hartanya oleh seorang panglima Khawarizmi yang serakah. Perlakuan ini membuat sang pemimpin Mongol itu menjadi sangat marah.

Akhirnya dengan ratusan ribu tentara pilihan, Jenghis Khan menyerang dan menghancurkan Kerajaan Khawarezmia yang dipimpin oleh Khwarezm Shah Muhammad.

Panglima dari kerajaan Khawarizmi tadi, akhinya berhasil ditangkap dan dihukum mati dengan cara yang sangat kejam, matanya dituangkan dengan cairan logam yang sangat panas sampai mati.

Ketika dia mengetahui cucu kesayangannya terbunuh dalam perang ini, kemurkaannya menyebabkan dia membantai rakyat Timur Tengah. Sejarah mencatat populasi Timur Tengah berkurang hingga 10 %. 

Bangsa Tanguts yang dulu menolak pasukannya dalam rangka Invasi ke Khawarezmia, setelah menang juga diserang dan dihancurkannya.

Setelah penaklukan Khararezmia ini, wilayah kekuasaan Jenghis Khan bertambah luas sampai kebagian barat Asia.

Penyerangan dan penaklukan selanjutnya ke Rusia.

Untuk pimpinan serangan ke Rusia ini diserahkan kepada dua orang jenderal perangnya yang paling ulung, yaitu Jebe dan Subotai. Dia sendiri memimpin pasukan yang lain menyerbu Afganistan dan India bagian utara.

Jebe ini dahulunya adalah salah satu panglima perang musuh sebelum suku Mongol bersatu yang berusaha membunuhnya. Namun akhirnya setelah dikalahkan, dia diangkat menjadi salah satu panglimanya setelah melihat sifat keberanian dan kegagahan yang dimilikinya.

Jebe juga menyerah dan tunduk melihat kebesaran Genghis Khan walaupun dia sendiri yang selamat dalam pasukannya.

Keputusannya mengangkat Jebe sebagai jenderalnya ternyata tidak salah, Jebe terbukti handal dan menjadi seorang jenderal terhebat di masa penaklukkan Asia dan Eropa.

Ketika berada di Eropa Jebe dan Subotai mengalami konfrontasi dan menghancurkan pasukan Salib yang hendak menyerang wilayah Arab.

Ada yang memperkirakan penyebab perang ini adalah pasukan Salib mengira pasukan Mongol ini adalah pasukan Arab.

Setelah penyerangan ke Afghanistan dan India utara, Jenghis Khan kembali ke Mongolia pada tahun 1225.

Kematian Jenghis Khan


Pada masa tuanya, Jenghis Khan memaksakan diri memimpin barisannya menyerang dan menghancurkan kekhalifahan Abbasiyah untuk kesekian kalinya.

Namun dia gagal karena ketidak cakapan pasukannya dan seringnya para tentaranya mabuk-mabukkan.

Akhirnya di dalam perjalanan pulang dia pun meninggal terjatuh dari kudanya, kematiannya ini dirahasiakan oleh para panglimanya.

Kubur Jenghis Khan dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Bahkan terdapat kabar yang belum tentu kebenarannya mengatakan, ada 40 perawan dan 40 kuda dikorbankan saat pemakaman berlangsung dan di akhir pemakaman 2000 tamu yang datang dibunuh semuanya untuk menjaga kerahasian kuburannya.

Jenghis Khan telah memilih dan mewariskan tahtanya kepada Ogadhai Khan, putera ketiganya. Di pilihnya putera ketiga ini, karena dia lebih cakap dan tidak sombong seperti kakak-kakaknya. Bahkan kedua kakaknya itu sering bertempur antar mereka sendiri.

Keturunannya yang terkenal lainnya yaitu Kubilai Khan, kaisar Dinasti Yuan yang berpusat di Tiongkok. Kaisar ini pernah berusaha menginvasi Kerajaan Singasari tahun 1292 tetapi gagal.

Sebelum artikel ini berakhir, berikut saya sajikan biografi dari tokoh yang kita bahas ini.

Nama Lahir                        Temujin
Nama Gelar                         Jenghis Khan, Khan, Kha Khan.
Masa Kekuasaan                1206 - 1227
Dinobatkan sebagai penguasa 1206 pada Khurultai disungai Onon, Mongolia.
Pengganti/Pewaris Tahta      Ogodhei Khan, Putra Ketiga
Istri-istri/Pasangan              Borte Ujin, Khulan, Yisugen, Yisui, dan lain-lain
Anak                                 Jochi, Chagatai, Ogadei, Tolui, dan lain-lain.
Wangsa                              Borjigin
Ayah                                 Yesugei
Ibu                                     Ho’elun

Akhirnya kita harus akui, di samping kekejamannya, dia adalah seorang pemimpin dan kaisar yang sangat cerdas dan cakap memimpin kerajaannya yang sangat besar, dia sangat pemberani, gigih dan pejuang yang ulung. 

Dan dia memang raja dari segala raja pada abad ke-13 dan abad-abad selanjutnya. Dia memang Jenghis Khan seorang Khan yang agung. Seorang pahlawan dan kebanggaan orang-orang Mongolia. 

Artikel berjudul Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia yang sedang Anda baca ini, penulis tulis dan susun dari berbagai sumber. Semoga artikel ini cukup memuaskan bagi pembaca sekalian. 

James Watt Penemu Mesin Uap

James Watt Penemu Mesin Uap

James Watt lahir di Skotlandia, Britania Raya tepatnya di kota Greenock pada tanggal 19 Januari 1736. Dikalangan para ilmuan dan masyarakat dunia, dia disebut-sebut sebagai tokoh kunci Revolusi Industri berkat penemuannya yang sangat luar biasa bagi perkembangan industri di Eropa, khususnya di tanah Inggris Raya. Dialah sang penemu mesin uap mutakhir yang dikembangkan dan disempurnakan dari mesin uap sederhana yang telah dibuat oleh para pendahulunya.

Hasil-hasil penemuan


James Watt merupakan tokoh yang dianggap penemu mesin uap, meskipun sebenarnya dia bukanlah orang yang pertama merancang dan membuat mesin tersebut. Mesin uap pertama kali dirancang oleh Hero dari Iskandariah pada awal tahun Masehi. Bahkan pada tahun 1686 Thomas Savery membikin paten sebuah mesin uap untuk memompa air, dan juga dilakukan oleh seorang Inggris Thomas Newcomen, pada tahun 1712 membuat paten serupa dengan versi yang lebih sempurna. Hanya saja mesin yang diciptakan oleh tokoh-tokoh sebelum James Watt sangat sederhana dan tidak efisien, penggunaannya terbatas sebagai pompa air dari tambang batubara.

Ketertarikan Watt dengan mesin uap ini muncul, ketika dia pada tahun 1764 sedang memperbaiki mesin ciptaan Newcomen. Dengan bekal pendidikan sebagai tukang pembuat perkakas yang diperolehnya cuma setahun, dia mampu menyempurnakan mesin uap ciptaan Newcomen pada bagian-bagian yang sangat penting, sehingga mesin uap menjadi lebih praktis. James Watt memang mempunyai bakat yang besar dalam penemuan dan penciptaan alat/mesin.

Pada 1769, James Watt untuk pertama kalinya berhasil mempatenkan ciptaannya dibidang mesin uap berupa penambahan ruang terpisah yang diperkokoh dan ia berhasil pula membuat isolasi pemisah yang dipergunakan untuk mencegah mengilangnya panas pada silinder uap. Dan tahun 1782 Watt menemukan mesin ganda.

Tahun 1781 dia menemukan seperangkat gerigi untuk mengubah gerak balik mesin sehingga menjadi gerak berputar. Penemuan ini begitu penting karena pegunaan mesin uap dapat ditingkatkan secara besar-besaran.

Dan kurang lebih tujuh tahun kemudian yaitu pada tahun 1788, James Watt juga sukses membuat pengontrol gaya gerak melingkar otomatis, yang menyebabkan kecepatan mesin dapat dikontrol dengan otomatis.

Sedangkan di tahun 1790, J. Watt kembali berhasil menciptakan alat pengukur bertekanan, alat penghitung kecepatan, alat petunjuk dan alat pengontrol uap sebagai tambahan perbaikan lain-lain peralatan.


Karir dan Bisnis


Mengenai kehidupan karir dan bisnis yang dijalani oleh James Watt, penulis berpendapat sebagaimana mungkin para pembaca pikirkan, tidak akan lepas dari mesin dan peralatan-peralatan yang telah diciptakannya. Asumsi ini dapat kita landaskan dari keterangan singkat di bawah ini.

Semenjak penemuan-penemuannya tersebar luas dan manfaatnya sangat dapat dirasakan oleh masyarakat, James Watt dan Matthew Boulton di tahun 1775 membentuk sebuah persekutuan. Matthew Boulton adalah seorang sarjana mesin dan pebisnis ulung. Tidak lebih dari dua puluh lima tahun sesudah itu, persekutuan (perusahaan) ini memproduksi sejumlah besar mesin uap yang laku keras di pasar industri, apalagi Revolusi Industri sedang gencarnya waktu itu, dan karenanya kedua orang tersebut menjadi sangat kaya raya.

Tahun Kematian


James Watt sebagaimana manusia dan makhluk lainnya tidak bisa lepas dari takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Di usia 83 tahun, tepatnya pada tanggal, 19 Agustus 1819 - Watt meninggal dunia di Birmingham, Inggris. Dialah salah satu tokoh yang mampu menggoreskan namanya dengan tinta emas pada lembaran sejarah peradaban manusia. Namanya akan tetap dikenang dan abadi selama dunia belum tergulung – watt nama belakangnya dijadikan sebagai nama satuan daya sebagai penghargaan atas sumbangsihnya bagi dunia sepanjang hidupnya. (Berbagai sumber)

Penemu Kertas Ts'ai Lun

Ts’ai Lun adalah seorang penemu kertas yang pertama kali di dunia. Dia hidup pada masa Kaisar Ho Ti, raja dari Dinasti Han pada tahun 105 M. Ts’ai Lun merupakan seorang pegawai negeri pada pengadilan kerajaan pada waktu itu. Penemuannya ini dicatat dalam penulisan sejarah resmi dinasti Han. 

Penemu Kertas Ts'ai Lun
Atas penemuan kertasnya itu, kaisar menaikkan pangkatnya dan memberikannya gelar kebangsawanan. Tetapi , belakangan dia terlibat dalam komplotan anti istana yang menyebabkan dia di tendang dari kerajaan. Catatan-catatan resmi Cina menyebutkan, Ts’ai Lun sangat tertekan setelah kejatuhannya itu, dia kemudian mandi bersih-bersih dan menggunakan gaunnya yang paling indah lantas dia menenggak racun yang berakibat kepada kematiannya. 

Setelah ditemukannya kertas oleh Ts’ai Lun ini, penggunaan kertas meluas di seluruh Cina pada abad ke 2. Dalam beberapa abad kemudian Cina sanggup mengekspor kertas ke Asia. Lama sekali Cina merahasiakan cara pembikinan kertas ini. Kemudian pada tahun 751 M, setelah beberapa tenaga ahli ditawan oleh orang-orang Arab, bangsa Arab mampu membikin kertas dan dalam waktu singkat kertas sudah di produksi di Baghdad dan Samarkand. Teknik pembikinan kertas menyebarkan ke seluruh dunia Arab dan baru pada abad 12 orang-orang Barat mempelajari teknik ini dari orang-orang Arab. 

ditemukannya kertas ini sangat luar biasa besar manfaatnya bagi seluruh manusia. Lebih ringan, lebih praktis, dan sangat ekonomis. Sebelum kertas ini berhasil ditemukan oleh Ts’ai Lun, tulisan dilakukan dipecahan bambu yang dijadikan buku, di atas kulit kambing, lontar dan kain sutera.

Ekonom Alfred Marshall

Ekonom Alfred Marshall
Alfred Marshall adalah seorang ahli ekonomi yang luar biasa, dia terus mendedikasikan dirinya pada bidang ekonomi sepanjang hayatnya. Dia lahir di Clapham, Inggris, pada tanggal 26 Juli 1842 dan meninggal pada tanggal 13 Juli 1924. Bukunya yang sangat terkenal adalah Principles of Economics (1890).

Alfred Marshall adalah guru besar dalam ilmu ekonomi politik Universitas Cambridge. Dalam membahas masalah sosial ekonomi Marshall mengkombinasikan berbagai bakat seperti kemampuan berfikir logis dan teliti, penguasaan matematika, minat yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat serta semangat berapi-api untuk memperbaiki lembaga-lembaga sosial kemanusiaan.

Marshall memandang kemiskinan sebagai suatu hal yang memprihatinkan dan bermaksud menghilangkannya. Beliau mendukung adanya kepemilikan atas kekayaan secara pribadi. Namun, Marshall menyarankan agar pola pengeluaran untuk konsumsi tidak berlebihan atau tahu membatasi diri untuk hal-hal yang berguna saja, bukan hanya sekedar "Konsumsi Pamer".

Marshall juga memberikan banyak sekali sumbangan pendapat yang orisinil berkenaan dengan Teori Nilai dan Harga. Salah satu contohnya, dia memperkenakan konsep elastisitas permintaan, yaitu besar kecilnya pengaruh atau akibat perubahan harga suatu barang tertentu terhadap permintaan akan barang tersebut. Artinya, permintaan akan suatu barang yang elastis akan jauh berbeda pengaruhnya terhadap penentuan harga dan kebijakan produksi dibandingkan dengan permintaan kurang elastis.

Analisis Marshall juga banyak bicara tentang pendapatan nasional. Beliau membahas tentang bagaimana penentuan pembagian pendapatan menurut andil masing-masing faktor produksi dan bagaimana masing-masing perbandingan dapat diubah.

Ringkasnya, Marshall telah menciptakan suatu suasana universal yang sehat di mana pemikiran setiap orang mendapatkan tempat dan ada perkecualian terhadap setiap hukum ekonomi.
(Sumber: Ekonomi Dunia Keseharian Kita dan Wikipedia)

Aristoteles Ilmuwan Terbesar Masa Lampau

Aristoteles Ilmuwan Terbesar Masa LampauAristoteles 384 SM-322 SM. Nyaris tak terbantahkan, Aristoteles seorang filosof dan ilmuwan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ihwal logika, memperkaya hampir tiap cabang falsafah dan memberi sumbangsih tak terperikan besarnya terhadap ilmu pengetahuan. 

Banyak ide-ide Aristoteles kini sudah ketinggalan jaman. Tetapi yang paling penting dari apa yang pernah dilakukan Aristoteles adalah pendekatan rasional yang senantiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisantulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk obyek pemikiran dan analisa. Pendapat Aristoteles, alam semesta tidaklah dikendalikan oleh serba kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional. Kepercayaan ini menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mempertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alasan-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sikap-sikap ini --yang bertolak belakang dengan tradisi, takhyul dan mistik-- telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa. 

Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, 384 SM. Ayahnya seorang ahli fisika kenamaan. Pada umur tujuh belas tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama Plato meninggal dunia. Dari ayahnya, Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di bidang biologi dan "pengetahuan praktis". Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis. 

Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia, menjadi guru seorang anak raja umur tiga belas tahun yang kemudian dalam sejarah terkenal dengan Alexander Yang Agung. Aristoteles mendidik si Alexander muda dalam beberapa tahun. Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan di situ dibukanya sekolahnya sendiri, Lyceum. Dia berada di Athena dua belas tahun, satu masa yang berbarengan dengan karier penaklukan militer Alexander. Alexander tidak minta nasehat kepada bekas gurunya, tetapi dia berbaik hati menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Mungkin ini merupakan contoh pertama dalam sejarah seorang ilmuwan menerima jumlah dana besar dari pemerintah untuk maksud-maksud penyelidikan dan sekaligus merupakan yang terakhir dalam abad-abad berikutnya. 

Walau begitu, pertaliannya dengan Alexander mengandung pelbagai bahaya. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander dan tatkala si penakluk Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan menghianat, Alexander punya pikiran pula membunuh Aristoteles. Di satu pihak Aristoteles kelewat demokratis di mata Alexander, dia juga punya hubungan erat dengan Alexander dan dipercaya oleh orang-orang Athena. Tatkala Alexander mati tahun 323 SM golongan anti-Macedonia memegang tampuk kekuasaan di Athena dan Aristoteles pun didakwa kurang ajar kepada dewa. Aristoteles, teringat nasib yang menimpa Socrates 76 tahun sebelumnya, lari meninggalkan kota sambil berkata dia tidak akan diberi kesempatan kedua kali kepada orang-orang Athena berbuat dosa terhadap para filosof. Aristoteles meninggal di pembuangan beberapa bulan kemudian di tahun 322 SM pada umur enam puluh dua tahun. 

Aristoteles dengan muridnya, Alexander 

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya mencengangkan. Empat puluh tujuh karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno mencatat tidak kurang dari seratus tujuh puluh buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah judul buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkauan peradaban yang menjadi bahan renungannya juga tak kurang-kurang hebatnya. Kerja ilmiahnya betul-betul merupakan ensiklopedi ilmu untuk jamannya. Aristoteles menulis tentang astronomi, zoologi, embryologi, geografi, geologi, fisika, anatomi, physiologi, dan hampir tiap karyanya dikenal di masa Yunani purba. Hasil karya ilmiahnya, merupakan, sebagiannya, kumpulan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari para asisten yang spesial digaji untuk menghimpun data-data untuknya, sedangkan sebagian lagi merupakan hasil dari serentetan pengamatannya sendiri. 

Untuk menjadi seorang ahli paling jempolan dalam tiap cabang ilmu tentu kemustahilan yang ajaib dan tak ada duplikat seseorang di masa sesudahnya. Tetapi apa yang sudah dicapai oleh Aristoteles malah lebih dari itu. Dia filosof orisinal, dia penyumbang utama dalam tiap bidang penting falsafah spekulatif, dia menulis tentang etika dan metafisika, psikologi, ekonomi, teologi, politik, retorika, keindahan, pendidikan, puisi, adat-istiadat orang terbelakang dan konstitusi Athena. Salah satu proyek penyelidikannya adalah koleksi pelbagai negeri yang digunakannya untuk studi bandingan. 

Mungkin sekali, yang paling penting dari sekian banyak hasil karyanya adalah penyelidikannya tentang teori logika, dan Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filosofi yang penting ini. Hal ini sebetulnya berkat sifat logis dari cara berfikir Aristoteles yang memungkinkannya mampu mempersembahkan begitu banyak bidang ilmu. Dia punya bakat mengatur cara berfikir, merumuskan kaidah dan jenis-jenisnya yang kemudian jadi dasar berpikir di banyak bidang ilmu pengetahuan. Aristoteles tak pernah kejeblos ke dalam rawa-rawa mistik ataupun ekstrim. Aristoteles senantiasa bersiteguh mengutarakan pendapat-pendapat praktis. Sudah barang tentu, manusia namanya, dia juga berbuat kesalahan. Tetapi, sungguh menakjubkan sekali betapa sedikitnya kesalahan yang dia bikin dalam ensiklopedi yang begitu luas. 

Pengaruh Aristoteles terhadap cara berpikir Barat di belakang hari sungguh mendalam. Di jaman dulu dan jaman pertengahan, hasil karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Latin, Arab, Itali, Perancis, Ibrani, Jerman dan Inggris. Penulis-penulis Yunani yang muncul kemudian, begitu pula filosof-filosof Byzantium mempelajari karyanya dan menaruh kekaguman yang sangat. Perlu juga dicatat, buah pikirannya banyak membawa pengaruh pada filosof Islam dan berabad-abad lamanya tulisan-tulisannya mendominir cara berpikir Barat. Ibnu Rusyd (Averroes), mungkin filosof Arab yang paling terkemuka, mencoba merumuskan suatu perpaduan antara teologi Islam dengan rasionalismenya Aristoteles. Maimomides, pemikir paling terkemuka Yahudi abad tengah berhasil mencapai sintesa dengan Yudaisme. Tetapi, hasil kerja paling gemilang dari perbuatan macam itu adalah Summa Theologia-nya cendikiawan Nasrani St. Thomas Aquinas. Di luar daftar ini masih sangat banyak kaum cerdik pandai abad tengah yang terpengaruh demikian dalamnya oleh pikiran Aristoteles. 

Kekaguman orang kepada Aristoteles menjadi begitu melonjak di akhir abad tengah tatkala keadaan sudah mengarah pada penyembahan berhala. Dalam keadaan itu tulisan-tulisan Aristoteles lebih merupakan semacam bungkus intelek yang jitu tempat mempertanyakan problem lebih lanjut daripada semacam lampu penerang jalan. Aristoteles yang gemar meneliti dan memikirkan ihwal dirinya tak salah lagi kurang sepakat dengan sanjungan membabi buta dari generasi berikutnya terhadap tulisan-tulisannya. 

Beberapa ide Aristoteles kelihatan reaksioner diukur dengan kacamata sekarang. Misalnya, dia mendukung perbudakan karena dianggapnya sejalan dengan garis hukum alam. Dan dia percaya kerendahan martabat wanita ketimbang laki-laki. Kedua ide ini-tentu saja --mencerminkan pandangan yang berlaku pada jaman itu. Tetapi, tak kurang pula banyaknya buah pikiran Aristoteles yang mencengangkan modernnya, misalnya kalimatnya, "Kemiskinan adalah bapaknya revolusi dan kejahatan," dan kalimat "Barangsiapa yang sudah merenungi dalam-dalam seni memerintah manusia pasti yakin bahwa nasib sesuatu emperium tergantung pada pendidikan anak-anak mudanya." (Tentu saja, waktu itu belum ada sekolah seperti yang kita kenal sekarang). 

Di abad-abad belakangan, pengaruh dan reputasi Aristoteles telah merosot bukan alang kepalang. Namun, saya pikir pengaruhnya sudah begitu menyerap dan berlangsung begitu lama sehingga saya menyesal tidak bisa menempatkannya lebih tinggi dari tingkat urutan seperti sekarang ini. Tingkat urutannya sekarang ini terutama akibat amat pentingnya ketiga belas orang yang mendahuluinya dalam urutan. 


Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat
Back To Top