Home » » Fungsi Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian

Fungsi Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian

Kata sosialisasi sering kali kita dengar dalam pergaulan sehari-hari dalam masyarakat. Dalam hal ini, pada umumnya kata sosialisasi itu berarti  suatu proses pembelajaran kehidupan dalam masyarakat. Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa lepas dari hubungan kita dengan manusia lainnya. Segala tujuan dan kebutuhan kita tidak lepas dari keterkaitannya dengan manusia lain. Lagi pula tujuan dan kebutuhan kita  akan dapat terpenuhi dengan baik jika hubungan dan pergaulan kita di dalam masyarakat juga baik.

Fungsi Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian
Manusia hanya dapat berproses dan berkembang di dalam masyarakat. Di dalam pergaulan dengan masyarakat seseorang dapat belajar tentang berbagai macam hal meliputi cara hidup, nilai dan norma sosial yang dapat memperbaiki kehidupan dan kepribadian kita. Dan di dalam masyarakat pula kita dapat berbuat banyak dan menerapkan apa yang kita miliki atau ketahui. Tidak terbayangkan manusia akan bisa berkembang dan maju tanpa adanya sosialisasi itu.

Menurut Lawang, Robert M.Z. Sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.

Proses pembelajaran sosialisasi ini dimulai ketika seseorang atau individu masih dalam masa kanak-kanak di dalam lingkungan keluarganya (sosialisasi primer). Proses pembelajaran awal ini sangat penting untuk membentuk sikap dan karakter anak. Sikap dan karakter anak biasanya akan mengikuti atau mewarisi sikap dan karakter yang terdapat dalam anggota keluarganya.

Selanjutnya ketika seseorang mulai besar hingga sepanjang hidupnya, sosialisasi berlangsung di luar lingkungan keluarga (sosialisasi sekunder). Sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi dalam keluarga. Pada sosialisasi sekunder ini mula-mula terdapat proses pembelajaran di mana seorang anak diperkenalkan pada kelompok tertentu di dalam masyarakat. Sekolah misalnya. Ketika seorang anak mulai masuk sekolah secara tidak langusng anak mulai diperkenalkan dengan kelompok masyarakat lainnya. Dengan kata lain sosialisasi sekunder ini dapat diperoleh melalui pendidikan formal pada lembaga-lembaga pendidikan maupun pendidikan nonformal di masyarakat. Peran orang tua untuk memperhatikan, mengawasi dan memberikan bimbingan pada anak dalam sosialisasi sekunder sudah tidak lagi hanya dipegang oleh orang tua dan keluarga terdekatnya, tetapi juga sangat penting untuk dilakukan oleh orang-orang lain, seperti guru, tokoh masyarakat dan lainnya. Hal ini dimaksudkan supaya sikap, karakter dan kepribadian anak dapat terbentuk dan berkembang dengan baik sehingga dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakatnya.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 11/24/2014

0 komentar:

Post a Comment