Pluralitas Masyarakat Indonesia

Pluralitas dan Multikultural Di Indonesia


Pluralitas adalah keberagaman atau kemajemukan yang terdapat dalam suatu bangsa atau masyarakat Indonesia yang mendorong tumbuhnya persatuan dan kesatuan. Keberagaman ini di Indonesia dapat kita lihat dari keanekaragaman suku bangsa , agama, ras, etnik, bahasa, adat dan budaya. Keanekaragaman ini memiliki potensi sebagai pemicu timbulnya perpecahan kalau tidak segera disikapi dengan baik oleh setiap elemen atau unsur yang terdapat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Yang saya maksudkan dengan sikap di sini adalah jiwa pluralisme. Pluralisme adalah siap menerima berbagai elemen yang ada di luar diri atau kelompoknya seperti pluralitas tadi dengan bersikap toleran, memiliki tenggang rasa, menghargai dan menumbuhkan rasa saling percaya-mempercayai di dalam masyarakat plural itu sendiri.

Pluralitas Masyarakat Indonesia

Sikap pluralisme ini akan tumbuh apabila individu atau kelompok di tengah-tengah masyarakat sudah memiliki kematangan kepribadian dan intelektualitas sehingga mampu atau dapat menerima adanya kebebasan dalam beragama, kebebasan berpikir, berpendapat dan lain-lain, yang pada akhirnya akan tercipta sikap toleransi antara pribadi atau antarkelompok.

Kalau semua itu sudah terwujud maka kebinekaan yang ada di Indonesia akan membawa berkah tersendri pada bangsa dan masyarakat Indonesia. Seperti motto yang diidam-idamkan oleh masyarakat Indonesia selama ini, yaitu "Bhineka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tetapi hakekatnya satu jua.

Senada dengan pluritas yang kita bahas di atas, di dalam masyarakat kita juga akan sering menjumpai istilah multikultural. Kata multikultural diadopsi dari bahasa Inggris yaitu "multi" yang berarti banyak dan "culture" yang artinya budaya.

Jadi multikultural maknanya, masyarakat yang memiliki banyak kebudayaan. Artinya masyarakat multikultural  adalah masyarakat yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan, suku bangsa, ras, agama, dan budaya. Mereka hidup bercampur-baur dalam satu wilayah.

Masyarakat yang multikultural merupakan sumber-sumber nilai yang sangat penting bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat. Karena walau terdapat perbedaan hak dan kewajiban, masing-masing kelompok tersebut mempunyai nilai-nilai luhur yang dijunjung bersama yaitu perasaan senasib dan sepenanggungan sebagai masyarkat Indonesia, sehingga perbedaan yang ada di junjung tinggi dan sangat dihargai tanpa adanya perbedaan hak dan kewajiban.

Silahkan baca juga Fungsi Keragaman Budaya

Kata kunci yang haruis dimiliki oleh setiap kita atau kelompok dalam masyarakat yang plural demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa adalah memiliki sikap :

  • Toleransi
  • Tenggang rasa
  • Hormat menghormati
  •  Saling menghargai
  • Menumbuhkan sikap salinjg percaya
Demikianlah pembahasan singkat kita mengenai Pluralitas Masyarakat Indonesia, semoga bermanfaat dalam membuka wawasan kita.

Fungsi dan Peran Kelembagaan dalam Mengelola Keragaman Sosial Budaya untuk Pembangunan Nasional

Fungsi dan peran kelembagaan dalam mengelola keragaman sosial

Fungsi dan Peran Kelembagaan dalam Mengelola Keragaman Sosial Budaya untuk Pembangunan Nasional


Keragaman sosial budaya merupakan aset yang sangat penting untuk pembangunan nasional karena itu pemerintah harus mampu mengelola kekayaan sosial budaya ini secara maksimal dengan melibatkan semua komponen masyarakat yang bersentuhan langsung dengan budaya (culture) setempat untuk meningkatkan kesejahteraan umum.

Agar pengelolaan ini dapat dilakukan dengan baik maka diperlukan sebuah kelembagaan yang memenej dan mewadahi keragaman sosial budaya tersebut.

Fungsi dan peran kelembagaan ini sudah mulai berjalan dengan baik. Di beberapa tempat di Indonesia, pemerintah daerah sering mementaskan beberapa atraksi budaya daerah, sebagai salah satu upaya mengembangkan budaya-budaya setempat.

Di sisi lain atraksi budaya ini sekaligus merupakan promosi wisata untuk menarik orang berkunjung ke tempat tersebut. Orang-orang asing banyak datang ke seluruh daerah di Indonesia selain alasan keindahan panorama alam juga karena daya tarik dari kemajemukan sosial budaya ini. Masyarakat dan wisatawan asing sangat menyukai keragaman seni dan budaya bangsa Indonesia.

Terkait dengan materi kita ini, kita kan melihat fungsi dan peran beberapa lembaga dalam mengelola keragaman sosial budaya untuk mewujudkan pembangunan nasional. Berikut beberapa fungsi dan peran beberapa lembaga yang dimaksud.

1. Fungsi dan Peran lembaga Keluarga


Lembaga keluarga adalah elemen atau unsur yang terpenting dalam masyarakat dan negara. Ini karena pendidikan berawal dari keluarga. Keluarga yang mampu melaksanakan peran pendidikan dengan baik, akan menghasilkan anak-anak yang berkualitas. Sebaliknya jika gagal, akan berdampak pada terganggunya proses sosialisasi pada anak.

Di sinilah letak fungsi dan peran penting keluarga (melalui pendidikan) mengajarkan anak-anak mereka makna dari keberagaman.

Lembaga keluarga tempat untuk pertama kalinya seorang anak mengakui dan sadar adanya perbedaan-perbedaan yang harus dihargai. Mulai dari dalam keluarga mereka sendiri, anak akan menemukan berbagai perbedaan fisik, psikis dan sosial dan kemudian akan berlanjut dan dialami anak dalam lingkungan yang lebih luas, yakni masyarakat.

Karena itu, lembaga keluarga harus dapat memberikan kesadaran kepada seluruh anggota keluarganya, bahwa perbedaan atau keberagaman itu adalah karunia Tuhan yang harus selalu dihargai dan dihormati.
 

2. Fungsi dan Peran Lembaga Agama


Di bawah ini adalah beberapa hal penting dari fungsi dan peran lembaga agama dalam mengelola keberagaman sosial budaya di Indonesia.

a. Pemberdayaan umat


Pemberdayaan umat dilakukan melalui pemberian pendidikan keterampilan bagi masyarakat di samping mengajarkan kepada umat sesuai dengan agama yang mereka anut tentang ibadah yang mereka jalankan. Pemberdayaan umat dimaksudkan untuk mengasah dan mengembangkan potensi masyarakat untuk bisa hidup kreatif, produktif dan mandiri.

b. Melakukan komunikasi antar umat beragama


Perbedaan keyikan beragama harus mendapat perhatian dan pengelolaan yang serius dan baik, karena ini adalah masalah yang cukup sensitif.

Pengelolaan yang tidak baik akan menyebabkan timbulnya perpecahan dalam masyarakat sehingga bisa merugikan dan menghambat lajunya pembangunan nasional.

Karena itu harus perlu dilakukan pembentukan sebuah wadah atau forum antar umat beragama untuk mewujudkan komunikasi yang baik dan toleransi antar umat beragama.

Artikel lainnya Fungsi dan Peran Keragaman Agama

3. Fungsi dan Peran Lembaga Ekonomi dalam Mengelola Keragaman Sosial Budaya


Bagaimana fungsi dan peran lembaga-lembaga ekonomi dalam memanfaatkan keragaman sosial budaya untuk pembangunan nasional?

Salah satu fungsi dan peran lembaga ekonomi dalam memanfaatkan keragaman sosial budaya yaitu untuk mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat dalam hal ini ditempuh melalui sektor pariwisata. Indonesia sebagaimana kita ketahui adalah salah satu tujuan wisatawan dunia dan ini harus terus ditingkatkan melalui promosi-promosi wisata dan fetival-festival kebudayaan.

Seperti yang telah kita singgung di awal tadi dan beberapa artikel lainnya di blog ini, salah satu keunggulan daya tarik pariwisata di Indonesia adalah karena keragaman sosial budaya yang dimiliki oleh bangsa ini. Kalau semua ini dapat dimanfaatkan dengan baik maka berdampak pada meningkatnya jumlah kunjugan wisatawan, baik manca negara maupun domestik.

Membeludaknya jumlah wisatawan akan berdampak luas pada kegiatan industri dan ekonomi masyarakat. Akan tumbuh dan berkembang terutama di daerah-daerah wisata lembaga-lembaga ekonomi seperti produksi, konsumsi dan distribusi karena pasarnya sudah ada.

Di desa Sade, dekat pantai Kute, Lombok-Tengah Nusa Tenggara Barat, disebut sebagai desa seni, karena tempat itu terkenal dengan kegiatan masyarakatnya dalam menghasilkan barang-barang seni dan berbagai kerajinan tangan yang sangat diminati oleh para wisatawan asing dan domestik. Bahkan penduduk setempat masih kental dengan budaya dan adat istiadat leluhur mereka, hingga tempat itu salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh para turis.

Di tempat-tempat lain tumbuh dan berkembang pula kuliner khas, penginapan, hotel, pasar seni, pedagang dan sebagainya yang mempunyai dampak yang sangat baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca: Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya.

4. Fungsi dan Peran Lembaga Pendidikan dalam Mengelola Keragaman Sosial Budaya


Lembaga pendidikan, baik yang formal maupun yang non formal berperan penting dalam melakukan transformasi budaya masyarakat dan mengelola keragaman budaya

Bentuk transformasi budaya kepada para peserta didik adalah memasukkan pelajaran muatan lokal di sekolah, seperti bahasa daerah. Bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan berupa bahasa.

Saat ini juga banyak sekolah yang mengajarkan seni tradisional seperti membatik, seni tari, dan sebagainya.

Sedangkan bentuk pendidikan keragaman budaya melalui lembaga pendidikan adalah mengajarkan kepada para siswa budaya dan seni tradisional daerah lain, seperti tarian dan lainnya.

5. Fungsi dan Peran Lembaga Budaya dalam Mengelola Keragaman Sosial Budaya


Lembaga budaya dalam hal ini lembaga adat memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam mewariskan dan mengembangkan budaya dari generasi ke generasi, hingga kelestarian warisan budaya leluhur, seperti berbagai bentuk kesenian, kerajinan, adat istiadat, keramahtamahan, sikap, gotong royong dan lain sebagainya tetap lestari.

6. Fungsi dan Peran Lembaga Politik


Lembaga politik yang ada di Indonesia terdiri dari 3 elemen penting yaitu yang biasa disebut dengan Trias Politika, seperti Eksekutif (kepresidenan), Legislatif (DPR), dan Yudikatif (MA).

Ketiganya memiliki peran yang sangat penting dalam mengelola keragaman sosial budaya bangsa Indonesia. Tanpa ketiga Lembaga Negara ini, maka tidak akan tercapai yang namanya ketertiban umum yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi nasional Indonesia.

Berikut 3 contoh fungsi dan peran lembaga politik dalam pengelolaan keragaman sosial budaya untuk pembangunan nasional.

a. Menyusun perundang-undangan yang melindungi keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia.
b. Menyusun perundang-undangan yang memungkinkan berkembangnya keragaman sosial budaya.
c. Mengelola keragaman sosial budaya demi pembangunan nasional.

Suatu tambahan untuk Fungsi dan Peran Lembaga Agama


Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang memberikan kebebasan bagi warga negaranya untuk memeluk dan menjalankan agamanya (agama resmi yang diakui negara) sesuai dengan keyakinan agama masing-masing dengan tidak melanggar batas-batas toleransi antar umat beragama.

Lembaga-lembaga agama yang diakui negara Indonesia, yang memiliki fungsi dan peranan dalam mengelola keberagaman sosial budaya di Indonesia adalah.

1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk umat Islam.
2. Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) untuk umat Katolik.
3. Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) untuk umat Protestan.
4. Parisada Hindu Dharma indonesia (PHDI) untuk umat hindu.
5. Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) untuk umat Buddha.
6. Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) untuk umat Khonghucu.

Kesimpulan


Keragaman sosial budaya yang dimiliki bangsa Indonesia harus terus di jaga dan dilestarikan keberadaannya, karena potensi ini merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa yang sangat penting artinya bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Untuk mengelola dan memanfaatkan keragaman sosial budaya ini dengan baik, harus ada beberapa lembaga yang mewadahi, mengelola dan mengembangkannya sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing untuk menyokong pembangunan nasional yang sedang dan terus berjalan, tanpa merusak nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat Indonesia.

Demikianlah pembahasan kita tentang Fungsi dan Peran Kelembagaan dalam Mengelola Keragaman Sosial Budaya untuk Pembangunan Nasional. Semoga bisa membantu melengkapi bahan materi belajar anda.

Silahkan baca juga: Keragaman Sosial Budaya Sebagai Modal Dasar Pembangunan.

Tulisan ini saya rujuk dari: Buku Pegangan Siswa IPS Kelas VIII Semester 2 Kurikulum 2013. Cetakan 2014. Depdiknas.

Fungsi dan Peran Keragaman Agama

Fungsi dan Peran Keragaman Agama

Fungsi dan Peran Keragaman Agama


Negara Indonesia terkenal dengan keragaman umat beragama dan aliran kepercayaannya.

Terdapat 6 aliran agama yang dianut dan diakui oleh negara, yakni: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu,Buddha, dan Konghucu.

Dan Agama Islam adalah agama yang paling besar penganutnya. Lebih dari 80 persen penduduk Indonesia memeluk agama Islam.

Walaupun demikian keragaman agama yang ada ini, tidak sampai menyebabkan bangsa terpecah belah persatuan dan kesatuannya, justeru ummat beragama di Indonesia menjadi contoh bagi keberlangsungan demokrasi dan sikap toleransi terbesar di dunia.

Lembaga agama mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting. Agama adalah pedoman hidup yang menjadi penerang dan penunjuk manusia dalam menjalani segala aktivitas hidupnya, baik itu untuk mengejar cita-citanya di dunia maupun untuk akhiratnya kelak.

Baca juga Fungsi Kelembagaan Sosial.

Karena semua agama memiliki nilai-nilai dan norma-norma baik yang mengajarkan manusia cara menjalani hidupnya untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan kebahagian di akhirat nanti.

Fungsi dan Peran Keragaman Agama dalam Pembangunan Nasional


Terkait dengan pembangunan nasional yang akan disasar, maka agama atau pranata agama memiliki fungsi dan peran, sebagai berikut.

1. Fungsi dan Peran dalam Bidang Pendidikan

Agama dalam pendidikan mempunyai fungsi dan peran untuk mengajarkan ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada segenap manusia, terutama yang menyangkut pengetahuan kehidupan di dunia dan akhirat.

Artinya di samping mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada umatnya masing-masing, agama juga mendidik dan mengajarkan pemeluknya ilmu-ilmu keduniawian agar manusia mengetahui bagaimana mereka memenuhi kebutuhan dan menjaga kelangsungan hidupnya di dunia.

Sebagai alat pendidikan, agama dapat mewujudkan perannya sebagai motivator dan inspirasi masyarakat untuk berkreasi.

2. Fungsi dan peran agama sebagai penyelamat bagi para pemeluknya

Sebagai manusia religi, manusia cenderung kepada agama. Kita dapat membuktikan tentang ini bahwa sejak zaman prasejarah manusia sudah menganut suatu aliran kepercayaan, baik animisme ataupun dinamisme sebagai bentuk aktualisasi diri akan kebutuhan dan kedekatan mereka dengan Tuhan.

Manusia sejak zaman purba dahulu kala sudah percaya bahwa ada Tuhan atau dewa yang mencipta, mengatur, dan menjaga alam serta segenap isinya. Karena itu mereka melakukan upacara-upacara keagamaan sesuai pemahaman yang mereka miliki  untuk memohon keselamatan dan kemudahan dalam setiap urusan kepada dewa mereka.

Dalam Islam, agama disebut juga hudan linnas (petunjuk bagi manusia). Petunjuk ke jalan yang benar atau selamat hingga terhindar dari larangan-larangan yang merugikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Setiap agama memiliki kitab sucinya masing-masing yang menjadi pegangan dan panduan kepada setiap penganutnya untuk mencapai keselamatan baik di dunia dan di akhirat.

Jadi agama merupakan petunjuk dan pedoman bagi manusia untuk memperoleh keselamatan dan kebahagian dunia dan akhirat.

3. Fungsi dan peran agama sebagai alat kontrol sosial

Bayangkan kalau agama tidak ada, maka manusia akan tetap mengalami masa jahiliah/kebodohan yang berbuat semaunya. Tatanan hidup akan kacau walaupun ada ilmu yang lain.

Karena tidak ada kontrol yang dapat mengatur kehidupan hubungan kemasyarakatan sebaik dan selengkap yang terdapat dalam agama.

Karena itu, pranata agama pulalah yang paling diandalkan sebagai alat kontrol sosial. Di dalamnya terdapat aturan-aturan dan norma-norma dalam berbagai bidang sosial, ekonomi dan sebagainya yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang menganutnya.

Dalam Islam misalnya, terdapat norma yang mengatur cara berpakaian dan bertingkah laku para muslimin dan muslimat, cara berjual beli, menuntut ilmu, tata cara pernikahan dan lain sebagainya.

Jika tercipta masyarakat yang religius maka kemungkinan timbulnya penyimpangan-penyimpangan yang sangat meresahkan sekarang ini tidak akan terjadi, paling tidak dapat ditekan semenimal mungkin.

Jadi sebagai alat kontrol sosial, agama berfungsi mengatur bagaimana pranata hubungan sosial yang berhubungan dengan masalah sosial, ekonomi, dan sebagainya yang menyangkut hablun minannas atau hubungan manusia dengan manusia lainnya dapat berjalan baik dan seimbang. Tidak hanya menyangkut hubungan manusia dengan Tuhannya.

Demikian pentingnya masalah ini, sehingga kita harus betul-betul mampu memaksimalkan semua fungsi dan peran keragaman agama ini demi suksesnya pembangunan nasional Indonesia.

Artikel sebelumnya Fungsi dan Peran Keragaman Budaya.


Setidaknya ada 2 hal yang harus diupayakan dalam mengoptimalkan fungsi dan peran keragaman agama  dalam pembangunan nasional ini, yaitu: 1) agama harus dijadikan spirit dalam pembangunan, dan; 2) agama harus di jadikan sebagai pengendali atau kontrol masyarakat dalam bersikap dan berprilaku.

Fungsi dan Peran Keragaman Budaya

5 Fungsi dan Peran Keragaman Budaya


Artkiel ini adalah sebagai kelanjutan dari artikel saya sebelumnya. Pada artikel tersebut telah kita singgung sedikit tentang Fungsi dan Peran Keragaman Budaya yang kita contohkan berupa tarian daerah di Indonesia.

Silahkan simak Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya.

Keberagaman Budaya Indonesia

Bahwa kita telah mengatakan tarian daerah tidak hanya sekedar tontonan yang menghibur saja, tapi lebih dari itu tarian adalah bagian dari keberagaman budaya yang mempunyai pesan-pesan nilai moral dan keagamaan yang dapat menginspirasi dan dapat diteladani oleh setiap elemen masyarakat kita.

Dan untuk pembahasan kali ini, kita akan melihat apa saja fungsi dan peran dari keragaman budaya tersebut bagi bangsa Indonesia.

Adapun fungsi dan peran keragaman budaya adalah sebagai berikut.

1. Sebagai daya tarik bangsa asing


Sebagai salah satu negara tujuan wisata dunia, maka keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah modal yang sangat berharga sebagai daya tarik bagi para wisatawan manca negara untuk datang mengunjungi Indonesia.

Karena menyadari pentingnya hal tersebut, setiap daerah berbenah diri untuk menghidupkan dan menampikan bagian-bagian khas dari kultur mereka kepada para wisman dan wisatawan domestik.

Berbagai atraksi dan promosi budaya sering dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah masing-masing. Bali contohnya. Selain terkenal dengan keindahan panorama alamnya, Bali juga terkenal dengan kekayaan budaya dan adat istiadatnya. Kedua perpaduan kekayaan (keindahan alam dan kultur) inilah yang menjadi sebab membeludaknya turis ke tempat tersebut.

Tempat-tempat wisata lain seperti di Sumatra, Jawa, Sulawesi dan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia juga melakukan yang sama dengan Bali dan menunjukkan kelbihan dan kekhasan masing-masing. Sebut saja Lombok yang terkenal sebagai daerah seribu masjid menonojolkan wisata halal sebagai ikonnya dan juga sudah sangat terkenal sampai manca negara.

Kenapa produk wisata menjadi primadona?

Kegiatan pariwisata adalah salah satu usaha untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk dan membantu kegiatan perekonomian rakyat, seperti produk aneka barang dan jasa, hotel, losmen, kuliner dan sebagainya.

Baca Keuntungan Pariwisat Indonesia.

2. Mengembangkan kebudayaan nasional


Dengan memiliki keanekaragaman budaya daerah maka dengan sendirinya akan membentuk sebuah budaya yang diakui oleh seluruh elemen bangsa yang disebut dengan kebudayaan nasional.

Kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagaian besar warga suatu negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga.

Sementara pengertian dari budaya nasional adalah budaya yang dihasilkan oleh masyarakat bangsa tersebut sejak zaman dahulu hingga kini sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa tersebut dan memberi identitas warga, serta menciptakan suatu jati diri bangsa yang kuat.

Contoh dari sebuah hasil buday yang akrab dengan kita adalah batik. Setiap daerah di Indoneisia memiliki produk batik tersendiri dan dengan corak khas yang berbeda. Karena itu batik dijadikan sebagai pakaian nasional. Inilah yang disebut dengan budaya lokal menjadi budaya nasional.

3. Tertanamnya sikap toleransi


Menurut saya, Karena adanya perbedaan-perbedaanlah manusia menjadi saling mengenal dan bahwa tanpa adanya perbedaan manusia tidak mungkin tahu caranya bersikap menghargai/tolerani terhadap orang lain.

Demikian pula halnya yang menyangkut beragamnya budaya yang ada di Indonesia. Setiap suku mempunyai budaya yang berbeda-beda yang harus bisa saling menghargai dan menghormati demi utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Supaya dapat menghormati dan menghargai budaya lain dengan baik, maka kita harus tahu dan mengenal budaya dari suku lain tersebut.

Kita tahu, setiap suku atau daerah ingin mengembangkan kebudayaan masing-masing untuk dikenal oleh suku atau daerah lainnya. Kalau setiap suku sudah bisa saling menghargai, maka akan muncul sikap kebersamaan untuk saling memberikan kesempatan kebudayaan lain untuk berkembang.

Dengan kata lain kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia mempunyai edukasi/pendidikan positif terutama dalam menanamkan sikap toleransi masyarakat Indonesia.

4. Saling melengkapi hasil  budaya


‘Tidak ada suatu apapun yang sempurna di dunia ini’. Demikianlah ungkapan yang di amini oleh semua orang.

Demikian pula dengan budaya dan kebudayaan yang datang dari hasil pemikiran dan kreativitas manusia, tentu tidak ada yang sempurna pula. Ketidaksempurnaan inilah yang mendorong timbulnya kebutuhan kepada yang lainnya untuk bisa saling mengisi dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada hingga menghasilkan inovasi budaya baru yang sangat berharga.

Contohnya: Batik. Pada mulanya batik ini adalah kerajinan khas masyarakat Jawa Tengah dengan motif Jawa. Tapi kemudian batik ini berinteraksi dengan budaya-budaya lain di luar Jawa akibatnya motif batik sekarang banyak coraknya tergantung daerah mana yang membuatnya.

Contoh lainnya, musik keroncong. Musik ini merupakan hasil perpaduan antara musik pop Spanyol dengan musik Melayu. Contoh ini juga sekaligus dapat menjadi contoh no 5 di bawah.

5. Mendorong Inovasi Kebudayaan


Inovasi kebudayaan terjadi karena pembelajaran dari kebudayaan yang berlangsung terus menerus dalam sekian lama untuk memperoleh kemajuan dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
Inovasi bermakna perubahan atau pembaharuan dari sesuatu yang sudah ada dan berkembang sebelumnya. Ini bisa disebabkan karena adanya asimilasi atau akulturasi dua atau lebih kebudayaan.

Contoh.kebudayaan berupa teknologi pertanian yang telah diwariskan nenek moyang. Setiap masyarakat memiliki cara bercocok tanam yang kadang berbeda. Perbedaan ini tentu didasari oleh berbagai penyebab. Dengan terjadinya komunikasi kebudayaan cara bertani, maka akan memperbaiki kebudayaan yang telah berkembang.

Catatan:

Hasil kebudayaan berupa bentuk-bentuk pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, rumah adat, alat musik, seni pertunjukan, upacara adat, aturan dan tata cara perkawinan, senjata tradisional dan lain sebagainya. Berbagai macam hasil kebudayaan inilah yang kita sebut sebagai kekayaan keragaman budaya Indonesia.

Demikianlah artikel yang membahas Fungsi dan Peran Keragaman Budaya yang dapat saya sampaikan pada para pembaca budiman sekalian. Kurang lebihnya mohon dimaafkan dan sampai jumpa pada artikel-artikel saya selanjutnya. Terima kasih.


Anda dapat merujuk sebagian isi dari materi di atas pada Buku Pegangan Siswa IPS Terpadu kelas VIII/2 K-13 yang diterbitkan oleh Kemendikbud tahun 2014.

Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan

Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan

Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan


Sebagai bagian dari anak bangsa yang besar ini, telah kita maklumi bersama bahwa bangsa kita ini memiliki ke aneka ragaman suku bangsa dan memiliki slogan yang indah untuk menyatukan kita, yaitu walaupun berbeda-beda kita tetap satu jua yaitu bangsa Indonesia.

Keragaman sosial budaya bangsa ini bisa kita lihat dari perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya dan agama. Perbedaan-perbedaan tersebut sebenarnya merupakan pengaruh dari interaksi manusia dengan lingkungan hidup. Tapi karena sebab perbedaan-perbedaan ini pula kita bisa menjalin pergaulan, ingin saling mengenal dan saling bekerjasama antar kelompok masyarakat.

Tapi sekarang yang ingin kita tahu, bagaimanakah fungsi dan peran keragaman sosial budaya tersebut dalam pembangunan negara kita tercinta ini?

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan kita di atas, mari simak uraian selanjutnya di bawah ini.

1. Fungsi dan Peran Keragaman Suku Bangsa


Sebelum kita uraikan lebih lanjut mengenai fungsi dan peran ini mari kita lihat dulu pengertian dari suku itu sendiri.

Suku adalah suatu kesatuan masyarakat atas dasar kesamaan bahasa, budaya, dan tempat tinggal. Contoh Suku Sasak di Lombok, Suku Jawa di Jawa, Suku Sunda di Jawa Barat, Suku Dayak di Kalimantan, Suku Batak di Sumatra Utara dan Suku Asmat di Papua.

Setiap suku memiliki kebiasaan hidup yang berbeda-beda, kemudian kebiasaan hidup ini berkembang menjadi budaya dan ciri khas suku masing-masing, jadilah kemudian yang dinamakan keragaman budaya.

Karena dipengaruhi pula oleh geografis tempat tinggalnya setiap suku inipun memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berbeda untuk bisa mempertahankan hidupnya. Umpanya begini, penduduk yang tinggal didaerah yang subur maka penduduknya ahli dalam bidang pertanian, sedangkan daerah yang banyak pantainya penduduknya akan terampil dalam pelayaran dan penangkapan ikan.

Jadi, keragaman suku bangsa akan menyebabkan keragaman budaya, teknologi, bahasa, dan sebagainya. Inilah yang menjadi potensi penting bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunannya.

Dengan kata lain keragaman suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam pembangunan Indonesia disebabkan karena setiap suku bangsa tersebut memiliki keahlian, teknologi, dan kebudayaan yang diwariskan dari nenek moyang mereka. Sebab perbedaan ini pulalah setiap suku bisa saling mengisi dan melengkapi untuk menjadi bangsa yang makmur, kuat dan hebat.

2. Fungsi dan Peran Keragaman Bahasa


Karena beragamnya suku bangsa secara otomatis bahasa daerah yang ada di Indonesia berbeda-beda pula. Setiap suku mempunyai bahasa daerah sendiri yang digunakan untuk berkomunikasi antar sesama suku. Bahasa daerah yang banyak ini kemudian disatukan ke dalam bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia.

Bahasa bukan sekedar alat bertutur saja. Bukan sekedar bahasa pengantar di lembaga-lambaga saja. Bahasa yang kita pakai sekarang baik itu bahasa daerah maupun bahasa nasional merupakan salah satu dari hasil budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

Bahasa sebagai alat komunikasi atau kontak didedakan menjadi dua, yaitu bahasa verbal atau biasa kita sebut dengan bahasa lisan; dan bahasa non verbal atau bahasa dengan gerakan anggota tubuh.

Sekarang mari kita lihat peranan dan fungsi bahasa tersebut.

Apa sajakah fungsi dan peran bahasa bagi manusia? Jawabannya yaitu:

a. Bahasa menjadi alat komunikasi

Komunikasi adalah tuturan, pembicaraan atau kontak dua arah (timbal balik) antara dua orang atau lebih di mana masing-masing pihak ada yang berfungsi sebagai penyampai pesan dan ada pula yang berfungsi sebagai penerima pesan.

Interaksi yang terjalin dengan baik adalah interaksi yang disertai dengan komunikasi. Sehingga komunikasi ini sangat baik dalam menjalin hubungan yang harmonis dan akrab dengan orang lain.

b. Bahasa digunakan menjadi alat untuk menyatakan ekspresi diri

Ekspresi itu keadaan jiwa yang ada pada diri setiap orang berupa perasaan senang, sedih, geli, cemas, dan sebagainya. Terkadang keadaan jiwa ini bisa terlihat dengan jelas dari raut wajah seseorang, tetapi untuk bisa menyatakan dengan jelas harus dikomunikasikan dengan menggunakan bahasa. Jadi tanpa bahasa tidak mungkin orang bisa mengungkapkan perasaan yang dialaminya kepada orang lain.

c. Bahasa sebagai alat kontrol sosial

Kontrol atau pengawasan tidak akan mungkin bisa dilakukan tanpa menggunakan bahasa. Bahasa sebagai alat kontrol sosial ini tidak hanya menggunakan bahasa lisan saja tapi dapat juga dilakukan dengan berbagai media yang telah kita kenal pada masa kita sekarang ini. Misalnya kita bisa membuat dan menempelkan pengumuman yang bisa menyampaikan maksud kita seperti tulisan "DI LARANG MEROKOK DI AREA RUMAH SAKIT".

Sekarang mari kita tinjau, fungsi dan peran keragaman bahasa tadi dalam pembangunan nasional.

Adapun fungsi dan peran bahasa dalam pembangunan nasional adalah:

a. Keragaman bahasa sebagai wujud kekayaan budaya bangsa Indonesia

Keragaman bahasa daerah yang dimiliki oleh Indonesia akan memperkaya perbendaharaan kosa kata bahasa nasional atau bahasa Indonesia. Karena banyaknya bahasa daerah ini maka semakin banyak unsur-unsur bahasa daerah yang diserap menjadi bahasa nasional. Maka bahasa Indonesia dari tahun ke tahun memiliki kosa kata yang banyak yang dapat dipergunakan dalam segala aktivitas sehari-hari.

b. Keragaman bahasa mengandung nilai-nilai penting budaya bangsa

Tadi telah kita katakan bahwa bahasa bukan sekedar sebagai alat komunikasi tapi juga mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi. Kenapa demikian?

Salah satunya bahasa yang kita gunakan memiliki tingkatan-tingkatan tersendiri dalam menyampaikannya. Bahasa yang digunakan orang tua kepada anak-anaknya akan berbeda dengan bahasa yang digunakan pada orang yang sebaya atau dengan atasannya di kantor.

Terlebih-lebih dalam bahasa daerah. Bahasa Jawa misalnya. Dalam bahasa Jawa terdapat tingkatan-tingkatan seperti bahasa Jawa ngoko (kasar atau pasaran), kromo alus (halus/sopan) dan kromo inggil (sangat halus).

Karya-karya seni dan sastra juga dipengaruhi oleh bahasa-bahasa ini sehingga mengandung nilai-nilai kehidupan. Begitu pula dengan berbagai buku pengetahuan ditulis biasanya mengikuti usia dan karekter budaya para pembacanya sehingga mudah diserap. Dengan demikian bahasa akan mendorong semangat bangsa untuk terus maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budayanya.

Bahasa yang kita miliki baik bahasa daerah (bahasa ibu) maupun bahasa Indonesia memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa karena bahasa digunakan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan.

 3. Fungsi dan Peran Keragaman Budaya


Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan

Mengapa keragaman budaya mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam meningkatkan pembangunan nasional?

Coba simak ilustrasinya berikut ini.

Setiap daerah di Indonesia memiliki tarian daerah masing-masing. Di Bali terkenal dengan tarian Kecak dan di Nangroe Aceh Darussalam dengan tarian Saman-nya. Jumlah tarian daerah atau tradisional tidak kurang dari 100 tarian daerah di Indonesia.

Tarian daerah tentu merupakan proses dan buah dari budaya setiap suku bangsa yang ada di Indonesia. Kekayaan budaya berupa tarian daerah yang begitu banyak ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing dan domestik sehingga jumlah kunjungan wisata semakin meningkat.

Imbas dari peningkatan kunjungan wisatawan akan berimbas kepada peningkata sarana dan prasarana, seperti jalan raya, hotel, pelabuhan, bandara, kuliner, handycraf dan lain-lain, sehingga pada akhirnya pembangunan nasional pun meningkat ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan penduduk.

Silahkan lihat juga Keunggulan Pariwisata Indonesia.

Kesimpulan


Keragaman sosial budaya yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan warisan yang harus dijaga kelestarian dan keberadaannya. Unsur-unsur yang ada dalam sosial budaya itu memiliki fungsi dan peran masing-masing yang sangat penting dalam mendukung berlangsungnya pembangunan nasional menuju kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

Pembangunan yang sedang giat dilaksanakan di negara ini haruslah dilakukan dengan penuh kebijakan tanpa harus mengorbankan nilai-nilai budaya yang dimiliki. Sebaliknya kekayaan sosial budaya ini harus terus dilestarikan dan dikelola dengan baik sebagai potensi dan modal dasar pembangunan, sehingga akhirnya Indonesia menjadi negara maju yang kaya dengan nilai-nilai tradisi.

Baca juga artikel sebelumnya Keragaman Sosial Budaya sebagai Modal Dasar Pembangunan Nasional.
Back To Top