Home » » Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia

Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia

Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia

Jenghis Khan merupakan gelaran seorang Kaisar Mongol yang sangat terkenal dengan invasi dan penaklukannya yang tidak mengenal ampun kepada semua musuh-musuhnya.

Jenghis Khan adalah pemimpin Mongolia yang dikenal sebagai salah satu penakluk terkejam di dunia, yang tidak akan mungkin bisa terhapus dari ingatan sejarah.

Sejarawan memperkirakan 11 % atau 40 juta orang dari penduduk dunia pada zaman itu dibinasakan oleh Jenghis Khan bersama pasukan Mongolnya. Angka yang sangat fantastis mengingat populasi dunia pada waktu itu tidak sebanyak pada masa kita sekarang.

Kekejamannya dalam menyiksa musuh-musuhnya sungguh menggiriskan, bahkan mungkin lebih kejam dari Adolf Hitler, Mussolini dan pemimpin-pemimpin lainnya yang pernah ada.

Jenghis Khan berarti Khan yang agung, raja segala raja.

Jenghis Khan hidup pada abad ke-13, kira-kira tahun 1162 M dan meninggal pada 18 Agustus 1227.

Namanya yang asli Temujin atau Temuchin merupakan seorang anak kepala suku Borjigin, yang bernama Yesugei dan ibunya Hoelun.

Pada waktu usia 9 tahun, Temujin kehilangan ayahnya yang tewas dibunuh oleh bangsa Tatars di depannya sendiri setelah meminum minumannya yang dicampur racun.

Sejarah biografinya mencatat peristiwa peracunan itu terjadi setelah dia dan ayahnya pulang dari melamar Borte untuknya dari suku Onggirat.

Temujin dan pasukan ayahnya berhasil melarikan diri tapi kemudian dia dan saudara beserta ibunya diusir oleh sukunya sendiri. Ketua suku Borjigin yang seharusnya menjadi hak-nya kemudian diambil oleh pihak yang mengusirnya itu.

Sejak itu dia hidup terlunta-lunta dan mengalami hidup yang sangat getir dan penuh petualangan sampai akhirnya dia dapat menyatukan Mongol dan menjelma menjadi suatu imperium terbesar dan terluas sepanjang sejarah.

Kekuasaannya membentang seluas 12 juta meter persegi, seluas hampir satu benua Asia. Memang luasnya wilyah kekuasaan itu bukan  penaklukkan Jenghis Khan semata. Tetapi setelah kematiannya, anak cucunya melanjutkan berbagai penaklukkan. 

Kekuasaan Genghis Khan bersama anak cucunya waktu itu meliputi: China, Mongolia, Rusia, Korea, Vietnam, Burma, Kamboja, Timur Tengah, Polandia, Hunggaria, Arab Utara, dan India Utara. Kekuasaannya hampir mendominasi seluruh dunia.

Awal Penyatuan Mongol


Daerah Mongolia berada di daerah sebelah utara Cina dan dibatasi oleh Tembok Besar Cina.

Mongolia terpecah-pecah menjadi beberapa suku yang hidupnya nomaden. 

Masing-masing suku di kepalai oleh seorang kepala suku yang menguasai sepenuhnya rakyat atau anggota sukunya.

Mata pencaharian hidup mereka yang utama adalah berternak dan terkenal sangat mahir menunggang kuda dalam pertempuran.

Tidak jarang antar suku terlibat dalam peperangan untuk memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Keadaan ini membuat Mongolia menjadi lemah.

Yesugei ayah Jenghis Khan melihat kelemahan-kelemahan ini kemudian mencoba menaklukkan dan menyatukan semua suku yang ada di Mongol menjadi satu kekuatan yang besar.

Namun cita-cita Yesukhei itu belum berhasil karena dia dibunuh oleh suku Tartars yang menentang penyatuan itu.

Tetapi kemudian semangat dan cita-cita penyatuan Mongol ini diteruskan oleh putranya sendiri, Temujin.

Temujin bersama dengan sahabat dan sekaligus saudara angkatnya Jamukha dari suku Jadaran, berhasil mengambil alih hak-nya untuk memimpin suku Borjigin dan perserikatan Mongol yang sebelumnya telah dirintis ayahnya.

Jamukha dari Jadaran ini sudah berulang-ulang kali menolongnya. Dan dia bersama pasukannya pulalah yang menolongnya membebaskan istrinya, Borte yang diculik oleh kepala suku Merkits untuk dijadikan istri.

Setelah kekuasaan Temujin semakin besar, Jamukha pun berbalik menentang dan memusuhinya.

Segala upaya dilakukannya untuk menghancurkan Temujin.

Jamukha si saudara angkatnya ini, sering mengadu domba Temujin dan suku-suku lainnya, bahkan termasuk dengan ayah angkat Temujin sendiri yang bernama Wang Khan.

Namun, akhirnya Temujin berhasil mengalahkan semua musuh-musuhnya dan berhasil menyatukan seluruh suku Mongol menjadi kekuatan yang besar dan sangat kuat. Sesuai perintah ayahnya dulu.

Kemudian Temujin diangkat menjadi Khan (Raja) oleh seluruh kepala suku dengan gelar Jenghis Khan.

Upaya Perluasan Kekuasaan Jenghis Khan


Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia

Jenghis Khan setelah barhasil menyatukan Mongol, mulai mewujudkan ambisinya menjadikan Mongol sebagai bangsa yang kuat di atas bangsa-bangsa lain.

Untuk mewujudkan ambisinya ini dia semakin memperkuat pasukannya dan segala rencana dimatangkan. Karena membuat Mongol berjaya dibutuhkan pasukan-pasukan lengkap dan kuat untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan lainnya.

Kerajaan pertama yang menjadi incarannya adalah Kerajaan Chin/Jin yang tinggal dengan aman dibalik tembok besar.

Tembok besar ini memang sengaja dibangun oleh para kaisar yang pernah berkuasa di daratan Tiongkok untuk menjaga serbuan dari bangsa-bangsa barbar di Utara, termasuk Mongol.

Kerajaan Chin aslinya berasal dari suku bangsa Jurchen. Suku ini telah berhasil menguasai utara Cina selama lebih dari 100 tahun.

Kerajaan ini memiliki pasukan yang sangat besar kurang lebih sepuluh kali lipat lebih besar daripada pasukan Mongol yang diperkirakan berjumlah 100.000 tentara.

Walaupun begitu pasukan Mongol yang memiliki semangat juang tinggi mampu mematahkan semangat para prajurit Chin diberbagai medan peperangan, dan pada akhirnya mampu merebut kota Dadu (Beijing sekarang), ibu kota Kerajaan Jin pada tahun 1214.

Dikabarkan pada waktu penaklukkan ibu kota Dadu ini, tulang-tulang korban pembantaian membentuk perbukitan dan tanahnya berminyak karena lemak manusia.

Para seniman, ahli senjata terutama senjata berat, dan barang-barang berharga, semuanya diangkut ke Mongolia sebagai budak dan rampasan perang.

Target berikutnya adalah invasi terhadap Timur Tengah.

Berbeda dengan peperangan melawan Chin yang dilatar belakangi juga oleh dendam karena sebagian besar nenek moyang Jenghis Khan dibunuh, latar belakang penyerbuan ke Timur Tengah ini lain lagi penyulutnya.

Adalah Kerajaan Khawarezmia yang menguasai seluruh Iran bertindak semena-mena terhadap para pedagang yang berasal dari Mongolia.

Para pedagang Mongol tersebut banyak dibunuh dan dirampas hartanya oleh seorang panglima Khawarizmi yang serakah. Perlakuan ini membuat sang pemimpin Mongol itu menjadi sangat marah.

Akhirnya dengan ratusan ribu tentara pilihan, Jenghis Khan menyerang dan menghancurkan Kerajaan Khawarezmia yang dipimpin oleh Khwarezm Shah Muhammad.

Panglima dari kerajaan Khawarizmi tadi, akhinya berhasil ditangkap dan dihukum mati dengan cara yang sangat kejam, matanya dituangkan dengan cairan logam yang sangat panas sampai mati.

Ketika dia mengetahui cucu kesayangannya terbunuh dalam perang ini, kemurkaannya menyebabkan dia membantai rakyat Timur Tengah. Sejarah mencatat populasi Timur Tengah berkurang hingga 10 %. 

Bangsa Tanguts yang dulu menolak pasukannya dalam rangka Invasi ke Khawarezmia, setelah menang juga diserang dan dihancurkannya.

Setelah penaklukan Khararezmia ini, wilayah kekuasaan Jenghis Khan bertambah luas sampai kebagian barat Asia.

Penyerangan dan penaklukan selanjutnya ke Rusia.

Untuk pimpinan serangan ke Rusia ini diserahkan kepada dua orang jenderal perangnya yang paling ulung, yaitu Jebe dan Subotai. Dia sendiri memimpin pasukan yang lain menyerbu Afganistan dan India bagian utara.

Jebe ini dahulunya adalah salah satu panglima perang musuh sebelum suku Mongol bersatu yang berusaha membunuhnya. Namun akhirnya setelah dikalahkan, dia diangkat menjadi salah satu panglimanya setelah melihat sifat keberanian dan kegagahan yang dimilikinya.

Jebe juga menyerah dan tunduk melihat kebesaran Genghis Khan walaupun dia sendiri yang selamat dalam pasukannya.

Keputusannya mengangkat Jebe sebagai jenderalnya ternyata tidak salah, Jebe terbukti handal dan menjadi seorang jenderal terhebat di masa penaklukkan Asia dan Eropa.

Ketika berada di Eropa Jebe dan Subotai mengalami konfrontasi dan menghancurkan pasukan Salib yang hendak menyerang wilayah Arab.

Ada yang memperkirakan penyebab perang ini adalah pasukan Salib mengira pasukan Mongol ini adalah pasukan Arab.

Setelah penyerangan ke Afghanistan dan India utara, Jenghis Khan kembali ke Mongolia pada tahun 1225.

Kematian Jenghis Khan


Pada masa tuanya, Jenghis Khan memaksakan diri memimpin barisannya menyerang dan menghancurkan kekhalifahan Abbasiyah untuk kesekian kalinya.

Namun dia gagal karena ketidak cakapan pasukannya dan seringnya para tentaranya mabuk-mabukkan.

Akhirnya di dalam perjalanan pulang dia pun meninggal terjatuh dari kudanya, kematiannya ini dirahasiakan oleh para panglimanya.

Kubur Jenghis Khan dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Bahkan terdapat kabar yang belum tentu kebenarannya mengatakan, ada 40 perawan dan 40 kuda dikorbankan saat pemakaman berlangsung dan di akhir pemakaman 2000 tamu yang datang dibunuh semuanya untuk menjaga kerahasian kuburannya.

Jenghis Khan telah memilih dan mewariskan tahtanya kepada Ogadhai Khan, putera ketiganya. Di pilihnya putera ketiga ini, karena dia lebih cakap dan tidak sombong seperti kakak-kakaknya. Bahkan kedua kakaknya itu sering bertempur antar mereka sendiri.

Keturunannya yang terkenal lainnya yaitu Kubilai Khan, kaisar Dinasti Yuan yang berpusat di Tiongkok. Kaisar ini pernah berusaha menginvasi Kerajaan Singasari tahun 1292 tetapi gagal.

Sebelum artikel ini berakhir, berikut saya sajikan biografi dari tokoh yang kita bahas ini.

Nama Lahir                        Temujin
Nama Gelar                         Jenghis Khan, Khan, Kha Khan.
Masa Kekuasaan                1206 - 1227
Dinobatkan sebagai penguasa 1206 pada Khurultai disungai Onon, Mongolia.
Pengganti/Pewaris Tahta      Ogodhei Khan, Putra Ketiga
Istri-istri/Pasangan              Borte Ujin, Khulan, Yisugen, Yisui, dan lain-lain
Anak                                 Jochi, Chagatai, Ogadei, Tolui, dan lain-lain.
Wangsa                              Borjigin
Ayah                                 Yesugei
Ibu                                     Ho’elun

Akhirnya kita harus akui, di samping kekejamannya, dia adalah seorang pemimpin dan kaisar yang sangat cerdas dan cakap memimpin kerajaannya yang sangat besar, dia sangat pemberani, gigih dan pejuang yang ulung. 

Dan dia memang raja dari segala raja pada abad ke-13 dan abad-abad selanjutnya. Dia memang Jenghis Khan seorang Khan yang agung. Seorang pahlawan dan kebanggaan orang-orang Mongolia. 

Artikel berjudul Jenghis Khan, Pemimpin Terkejam dari Mongolia yang sedang Anda baca ini, penulis tulis dan susun dari berbagai sumber. Semoga artikel ini cukup memuaskan bagi pembaca sekalian. 
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 12/26/2016

0 komentar:

Post a Comment