Home » » REVOLUSI PERANCIS

REVOLUSI PERANCIS

REVOLUSI PERANCIS
1. Revolusi Perancis terjadi pada tahun 1789 dan slogan Revolusi Perancis ialah Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan

2. Raja Louis XVI yang memerintah secara autokratik dan golongan bangsawan yang berkepentingan dan mempunyai kedudukan yang istimewa dalam masyarakat Perancis merupakan sasaran Revolusi Perancis. 

3. Faktor-faktor yang menimbulkan Revolusi Perancis :
(a) Munculnya pemikir-pemikir Enlightenment
(i) Pemikir-pemikir Englightenment Perancis yang terkenal adalah Voltaire, Jean Jacques Roussseau, Montesquieu dan Denis Diedrot.
(ii) Golongan ahli pemikir Enlightenment menjunjung kelebihan akal dan kemampuan manusia. Mereka percaya bahwa manusia mampu memperbaiki kehidupan masyarakatnya.
(iii) Mereka memperjuangkan hak asasi manusia dan dipengaruhi falsafah politik John Locke.
(iv) Mereka dipengaruhi oleh Revolusi Inggris dan Revolusi Amerika.
· Salah seorang dari pemimpin Perancis yaitu Marquis de Lafayette pernah melibatkan diri dalam Revolusi Amerika.
· Revolusi Inggris dan sistem politik yang dihasilkannya ialah konsep raja berpelambagaan didukung oleh mereka.
(v) Golongan enlightenment menentang ciri-ciri feodal kerajaan Louis XVI.
(vi) Ide golongan Enlightenment disebarkan melalui pidato umum dan tulisan.
(vii) Voltaire, melalui karyanya yaitu Philosophical Letters on the English mempopulerkan falsafah John Locke.
(viii) Rousseau pun menulis The Social Contract.
· Ia menyatakan pentingnya seluruh suara rakyat yang didengar sebagai Suara umum atau General Will dalam menjamin kesejahteraan masyarakat.
· Suara umum yang dimaksud tidak harus suara mayoritas tetapi merupakan suara sepakat golongan yang berkesadaran (golongan Enlightened).
· Ia juga menyatakan bahwa kedaulatan Suara Umum adalah lebih penting dari institusi raja dan birokrasi.
(ix) Montesquieu yang menulis The Spirit of Laws menegaskan prinsip pembagian kekuasaan antara institusi-institusi kerajaan yaitu parlemen, eksekutif dan kehakiman. Ini penting untuk mencegah kekuasaan dimonopoli oleh siapapun.
(b) Keadaan ekonomi Perancis
(i) Pada tahun 1780-an ekonomi Perancis berada dalam keadaan yang parah karena:
· Raja Louis bersikap boros.
· Hasil panen yang gagal karena keadaan cuaca.
· Keterlibatan Perancis dalam perang kemerdekaan Amerika, mereka membantu rakyat Amerika menentang Inggris.
(ii) Kemiskinan rakyat, keistimewaan yang dinikmati golongan bangsawan serta pemerintahan Raja Louis XVI yang autokratik membangkitkan penentangan rakyat.
(c) Kebuntuan Persidangan Parlemen Perancis
(i) Raja Louis XVI mencoba mengatasi masalah ekonomi serta meredakan kritik terhadapnya dengan mengijinkan parlemen bersidang untuk rakyat.
· Parlemen Perancis tidak pernah bersidang sejak tahun 1614.
· Untuk mengatasi masalah ekonomi, ia mengeluarkan undang-undang agar golongan bangsawan dikenakan pajak.
(ii) Parlemen Perancis yang baru bersidang pada 5 Mei 1789.
· Parlemen tersebut dikuasai oleh bangsawan karena hak memilih hanya diberikan kepada mereka. Namun segolongan ahli profesional berhasil menjadi anggota parlemen.
(iii) Masalah timbul di Parlemen Perancis karena peraturan memilihnya adalah menurut kelompok dan bukan secara individu.
(iv) Parlemen Perancis dibagi tiga blok berdasarkan estet atau golongan masing-masing yaitu:
· Pertama terdiri dari golongan paderi.
· Kedua yang terdiri dari golongan bangsawan.
· Ketiga yang terdiri dari golongan rakyat biasa.
(v) Kebanyakan ahli Estet ketiga terdiri dari kelas menengah.
· Mereka mengkritik kedudukan politik Estet pertama dan Estet kedua yang berdasarkan konsep hak atau warisan turun-temurun.
· Mereka ingin melihat hak individu khususnya golongan kelas menengah yang berkemampuan diberikan perlakuan sewajarnya.
· Mereka juga menolak peraturan pemilihan di Parlemen Perancis yang menurut blok.
(vi) Dalam keadaan yang demikian golongan ketiga senantiasa dikalahkan oleh golongan pertama dan kedua karena golongan paderi dan golongan bangsawan memang tidak berminat untuk mendukung unsur-unsur pembaharuan yang akan mengganggu kepentingan, kedudukan serta keistimewaan yang dinikmati mereka.
(vii) Akibat kebuntuan persidangan Parlemen Perancis, ahli perlemen dari golongan ketiga memproklamirkan diri sebagai mewakili Parlemen Perancis pada 17 Juni 1789. Itulah penyebab tercetusnya Revolusi Perancis.

4. Semasa Revolusi Perancis, golongan bawahan yang miskin menyertai kelas menengah untuk menentang golongan raja, paderi, dan bangsawan. 

5. Pengepungan bangunan Bastille ke tangan pemberontak pada 14 Juli 1789 merupakan peristiwa yang penting. Bangungan yang menjadi tempat tahanan politik ini melambangkan rejim lama. Oleh yang demikian, keruntuhan bangunan ini berhasil meningkatkan lagi semangat golongan pemberontak.

6. Peristiwa kejatuhan bangunan Bstille begitu penting nagi orang Perancis sehingga pada 14 Juli dirayakan di Perancis sebagai Hari Kebangsaan Perancis. 

7. Deklarasi hak-hak manusia dan warganegara dikemukakan Parlemen Perancis pada 26 Agustus 1789. 

8. Deklarasi ini menegaskan persamaan rakyat dalam undang-undang. Manusia dilahirkan bebas dan harus dikekalkan kebebasannya. Semua manusia juga harus diberikan hak yang sama. 

9. Deklarasi ini juga menegaskan bahwa badan pemerintah bertanggungjawab memelihara hak asasi manusia. Hak asasi itu termasuk kebebasan, harta, perlindungan, dan menentang penindasan. 

10. Perkembangan-perkembangan semasa Revolusi Perancis adalah:
(a) Segala bentuk perjanjian antara para petani dengan tuan tanah mereka telah dihapus.
(b) Hak-hak keistimewaan feodal dihapus secara sukarela oleh ahli-ahli parlemen.
(c) Sistem pembayaran pajak kepada gereja dihapuskan.
(d) Tanah gereja diambil alih oleh golongan revolusi.
(e) Gelar dan derajat kebangsawanan dihapuskan. 

11. Revolusi Perancis yang membawa ide-ide politik yang baru mengkhawatirkan golongan bangsawan. 

12. Mereka meninggalkan Perancis dan malarikan diri ke negara-negara Eropa yang lain. 

13. Golongan imigran ini bekerjasama dengan raja-raja Eropa lain yang anti revolusi. Raja-raja yang konservati di Eropa merasa bimbang dengan perkembangan Revolusi Perancis karena kekuasaan raja telah dikurangi dan gereja telah ditekan oleh golongan revolusi. Oleh itu mereka bersedia membantu Raja Louis XVI. 

14. Tindakan golongan imigran dan raja-raja Eropa yang lain menyebabkan golongan revolusioner di Perancis merasa terancam. Reaksi mereka adalah:
(a) Mengambil keputusan untuk menyebarkan revolusi ke negara lain di Eropa.
(b) Mewujudkan pemerintahan diktator dikenal sebagai Zaman Pemerintahan Ganas di Perancis. 

15. Semasa zaman pemerintahan ganas, golongan yang berkuasa di Perancis adalah kelompok Jacobin yang dipimpin Maximilien Robespierre. 

16. Perkembangan-perkembangan penting semasa Zaman Pemerintahan Ganas adalah:
(a) Mahkamah revolusi ditumbuhkan.
(b) Undang-undang Syak diganti.
(i) Melalui undang-undang ini siapa yang diyakini menentang revolusi dihukum mati tanpa bukti yang sah.
(ii) Akibatnya sebagian besar golongan proraja, golongan radikal dan mereka yang kuat memperjuangkan golongan bawah dipancung dengan menggunakan guilotin ataupun ditembak.
(iii) Antara 30 ribu hingga 40 ribu nyawa menjadi korban. Mereka yang dipancung adalah Raja Louis XVI dan Marie Antoinette. 

17. Pemimpin kumpulan Jacobin yaitu Maximilien Robespierre juga akhirnya dibunuh. 

18. Ini adalah karena golongan pendukung parlemen merasa cemas akan kekuasaan mereka diancam Robespierre kelak. 

19. Pembunuhan Robespierre pada bulan Juli 1794 menandakan berakhirnya Zaman Pemerintahan Ganas

20. Persamaan individu berdasarkan undang-undang negara dan bakat seseoarng serta kebebasan bersuara, berpolitik dan memiliki harta kekayaan ditegaskan semasa Revolusi Perancis

21. Namun pembaharuan yang diperkenalkan cuma dinikmati golongan kaya atau kelas menengah. Hasrat golongan bawah tidak dapat dipenuhi. Begitu juga dengan slogan Persamaan, Kebebasan, dan Persaudaraan. Buktinya:
(a) Hak memilih dan hak menjadi anggota parlemen cuma diberikan kepada golongan bangsawan.
(b) Hanya mereka yang kaya saja mampu memperoleh harta dan tanah gereja yang dilelang golongan revolusioner. 

22. Oleh karena golongan yang menikmati keuntungan akibat Revolusi Perancis adalah golongan menengah atau berjois maka Revolusi Perancis sering dikenal sebagai revolusi Borjuis

23. Liberalisme yang merupakan ideologi yang muncul akibat ketiga-tiga revolusi Inggris, Amerika, dan Prancis dengan jelas sekali mendatangkan keuntungan bagi kelas menengah. 

Sumber Kutipan:
Sejarah Peradaban Dunia
Penulis: Lew Hee Men
Penterjemah: Ahmad Faridhi
Penerbit cv. Ananda. Cetakan pertama: Tahun 2000
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 11/23/2014

0 komentar:

Post a Comment