Revolusi Inggris 1688

Revolusi Inggris 1688

REVOLUSI INGGRIS 1688

1. Revolusi Inggris merupakan puncak pertikaian di antara golongan tuan tanah yang kaya dengan raja.
2. Masalah yang dipertikaikan adalah kedaulatan raja dan hak parlemen.
3. Golongan tuan tanah merupakan golongan yang penting dan berpengaruh di Inggris.
    (a) Kedudukan mereka semakin mantap dan kokoh sejak tercetusnya Revolusi Perindustrian.
    (b) Golongan tuan tanah menguasai parlemen karena:
         (i) Hak berpolitik pada masa itu berdasarkan harta.
       (ii) Rakyat yang tidak berharta dan tidak bertanah bukan saja tidak noleh menjadi anggota parlemen, mereka juga tidak boleh memilih.
   (c) Pada saat yang sama (ahli parlemen) semakin gelisah dengan tekanan yang dikenakan ke atas mereka oleh pihak raja.
   (d) Mereka tidak puas dengan tindakan raja yang memungut pajak tanpa ijin parlemen.
4. Rasa tidak puas hati parlemen terhadap kuasa mutlak raja Inggris telah diumumkan secara resmi sejak tahun 1628, yaitu melalui petition of right yang telah dikemukakan kepada Raja Charles I pada bulan Mei 1628
5. Isi Petition of Right adalah:
   (a) Mengutuk tindakan raja yang autokratik.
   (b) Menetang tindakan raja yang memungut pajak tanpa izin parlemen.
6. Tindakan balas Raja Charles I ialah:
   (a) Menandatangani dokumen tersebut pada bulan Juni tetapi tuntutannya tidak dihiraukan baginda
   (b) Menunjukkan keangkuhannya dengan mengambil keputusan untuk memerintah tanpa parlemen selama lebih kurang 11 tahun.
7. Pergeseran antara Raja Charles I dengan parlemen akhirnya mencetuskan Perang Saudara di Inggris.
   (a) Raja Charles I telah dikalahkan dan baginda dihukum mati.
  (b) Oliver Cromwell yaitu seorang ketua pihak penentang raja telah mengambil alih pemerintahan negara.    Tindakan beliau yang selanjutnya adalah:
       (i) Mengesyahkan Inggris sebagai republik.
       (ii) Mewujudkan pemerintahan tentara atau diktator.
   (c) Pada masa yang sama muncul kelompok yang lebih radikal yang dikenali sebagai Levellers. Mereka ingin bukan saja golongan bangsawan tetapi semua rakyat diberikan hak memilih.
8. Kediktatoran pemerintah Oliver Cromwell dan pengaruh kelompok Levellers merupakan faktor penting mengapa golongan berharta dan berpengaruh di Inggris menginginkan pemerintahan kerajaan diwujudkan kembali.
   (a) Yang dikenali sebagai Restoration, pemerintahan Richard Cromwell (anak Oliver Cromwell) digantikan oleh Raja Charles II (anak Raja Charles I).
   (b) Walau bagaimanapun, anggota parlemen yang bertanggungjawab terhadap peristiwa Restoration telah memastikan yang hak dan kedudukan raja ditentukan oleh parlemen.
9. Konflik antara Raja Inggris dengan parlemen muncul kembali ketika masa pemerintahan Raja James II (adik Raja Charles II).
   (a) Raja James II enggan mematuhi prinsip yang ditentukan parlemen semasa Restoration yaitu hak dan kedudukan raja ditentukan oleh parlemen.
   (b) Raja James II seorang yang beragama Katolik juga telah mengambil pendirian yang berbeda dengan pendirian parlemen yang kebanyakan ahlinya beragama Anglican di bawah naungan Church of England.
10. Antara tindkan-tindakan Raja James II yang tidak menyenangkan parlemen adalah :
   (a) Tindak mengindahkan peruntukan yang terdapat dalam Test Act.
     (i) Akta tersebut menghalangi golongan Katolik dan golongan bukan Anglican yang lain memegang jabatan dalam kerajaan. Mereka juga dilarang melakukan pengajaran umum dan pasukan keselamatan.
   (b) Mengeluarkan Declaration of Indulgence. Isinya adalah :
       (i) Kebebasan beragama diberi kepada semua aliran Kristen di England.
     (ii) Tiada lagi batasan bagi golongan Katolik atau bukan Anglican yang lain untuk memegang jabatan dalam pengajaran umum dan pasukan keselamatan.
11. Dengan tindakan-tindakan Raja James II, raja seolah-olah boleh menghapus undang-undang dan mengeluarkan undang-undang baru tanpa merujuk terlebih dahulu kepada parlemen. Ini mengancam konsep kedaulatan parlemen.
12. Parlemen Inggris resah diperintah oleh raja yang beraliran Katolik, ketika Raja James II mendapat seorang putera pada tahun 1688, Parlemen bangkit menentang raja dalam peristiwa yang dikenal sebagai Revolusi Inggris 1688.
   (a) Raja James II digulingkan dan tempat baginda diambil alih anaknya Mary I yang memerintah bersama-sama suaminya William of Orange dari Belanda. Mereka beraliran Protestan.
     (b) Konsep kedaulatan parlemen dan sistem raja dimantapkan lagi dalam Bill of Rights yang menegaskan:
          (i) Kekuasaan parlemen dan haknya untuk mengutip pajak
     (ii) Raja tidak boleh membatalkan atau mengeluarkan sebarang undang-undang dengan sewenang-wenangnya.
     (c) Kemenangan Parlemen Inggris dalam Revolusi Inggris 1688 merupakan kemenangan demokrasi kelas berharta.
      (i) Ini jelas dengan adanya Akta 1710 yang menegaskan bahwa wakil rakyat mestilah mempunyai pendapatan dan harta sendiri yang banyak.
       (ii) Isi Akta 1710 ialah bahwa golongan tuang tanah yang kaya saja yang berpeluang menjadi wakil rakyat.
    (d) Walaupun daripada kaca mata politik zaman sekarang, demokrasi yang bersyaratkan harta dianggap sesuatu yang sempit. Namun pada abad ke-17 dan ke-18, konsep tersebut merupakan sesuatu yang revolusioner.
          (i) Konsep yang diwujudkan telah menukarkan asas pemerintah raja mutlak yang mewarisi tahta secara turun temurun kepada pemerintahan yang berdasarkan kuasa parlemen yang anggotanya dipilih oleh rakyat.
        (ii)  Prinsip baru yang menegaskan bahwa kuasa raja tidak boleh mengatasi kuasa parlemen merupakan permulaan sistem raja seperti kita kenal sekarang ini.

Sumber kutipan:

Sejarah Peradaban Dunia 
Penulis : Lew Hee Men


Comments