MEMBANGUN GAGASAN KREATIF DAN INOVATIF

MEMBANGUN GAGASAN KREATIF DAN INOVATIF

MEMBANGUN GAGASAN KREATIF DAN INOVATIF

Membangun Gagasan Kreatif dan Inovatif. Semakin bertambahnya jumlah penduduk menjadikan kebutuhan semakin beragam dan semakin banyak. Kebutuhan semakin tidak terbatas menyebabkan munculnya kelangkaan terhadap sumber daya alam dan barang produksi. Konsumen berebutan untuk pemenuhan barang kebutuhan akibatnya harga barang menjadi selangit. Harus ada orang-orang yang kreatif dan inovatif untuk mengatasi semua kondisi ini.

Yah. Dibutuhkan usaha-usaha kreatifitas dan inovatif dalam rangka menghadapi sumber daya yang terbatas. Harus dapat ditemukan cara yang terbaik untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia. Tidak hanya mengandalkan bahan baku yang sama tetapi mungkin bisa menggunakan bahan pengganti dan mungkin dengan menggunakan daur ulang bahan yang sudah tidak terpakai.

Keadaan tersebut (keterbatasan dan kelangkaan) menuntut kita untuk berusaha meningkatkan potensi dan segala kemampuan dalam berkreasi dan berinovasi dalam memecahkan berbagai persoalan, terutama persoalan ekonomi. Orang-orang kreatif dan inovatif ini sangat luar biasa. Sudah banyak mereka menemukan berbagai jenis alat dan barang yang dapat digunakan dengan lebih mudah dan hemat.

Kita dari tadi berbicara tentang kreatif dan inovatif, Mungkin ada dari kalian yang belum tahu pengertian dari kedua istilah tersebut. Baik mari perhatikan pengertian umumnya seperti ini. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. Sedangkan inovasi adalah sebagai kemampuan menemukan hal-hal baru atau pembaruan hasil dari sebuah kreativitas.

Menurut Prof. Dr. S. C. Utami Munandar mengartikan kreativitas atau berpikir kreatif adalah kemampuan umum untuk mencipta sesuatu yang baru atau memberi gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah.

MENUMBUHKAN DAN MENGEMBANGKAN SIKAP KREATIF DAN INOVATIF


Pembentukan dan pembangunan potensi diri itu dapat dibangun melalui pendidikan, pelatihan, uji coba dan praktik nyata. Di samping itu, dibutuhkan faktor-faktor pendukung atau penunjang yang dapat membantu membentuk dan membangun potensi diri itu, seperti:

1. Bertekad untuk merubah diri. Kalau hari ini aku tidak bisa, besok mesti aku bisa!

2. Tidak cepat puas dengan keadaan diri sendiri, hilangkan anggapan bahwa waktu masih panjang untuk mengerjakan sesuatu.

3. Belajar dari hal-hal yang lebih kecil dan sederhana dulu. 1 + 1 = 2. Jangan langsung membokar dan mengutak-utik mesin mobil.

4. Punya kebebasan untuk berekspresi. Teriak yang keras tapi jangan dekat telinga bapak, ya..

5. Memiliki pembimbing yang menyenangkan, cerdas, berwawasan luas dan kreatif. Tidak lucu kan, kalau Anda menyerahkan anak kepada pembimbing yang culun.

6. Adanya sarana dan prasarana. Jangan salah. Ini tidak butuh yang mahal saja. Yang murah-murah dan dari bahan sederhana juga cukup kok. Biarkan balita Anda mengekspresikan diri dengan tutup panci yang dipukul-pukul.

7. Lingkungan harus mendukung. Di rumah dapat ciuman sayang dari ibu, bapak, adik dan kakak. Di tetangga kiri kanan punya banyak kawan dan dapat tertawa-tawa bersama. Sedangkan di sekolah ada yang ditaksir. Upps… maksudnya punya kawan-kawan menyenangkan tempat beridskusi. Apalagi kalau sampai punya kesukaan yang sama.

Kebalikan dari apa yang kita sebut di atas, seperti membiarkan rasa malas, takut salah dan gagal, memelihara perasaan malu, tidak pernah dihargai dan menghargai gagasan orang lain dan sifat-sifat lain sebangsanya, DIJAMIN akan membuat kamu menjadi culun alias TIDAK KREATIF.

Menjadi orang yang kreatif dan inovatif itu, menyenangkan banget lho.. bayangin deh kalau kamu kreatif, kamu akan selalu di kelilingi teman-teman. Kamu akan dijadikan tempat bertanya dan curhat. Kepercayaan diri mu akan semakin bertambah dan memancar menjadi inner beauty yang semakin membuat orang suka kepadamu.


Comments