Faktor-Faktor dari Luar yang Mendorong Terjadinya Hubungan Sosial

Faktor-Faktor dari Luar yang Mendorong Terjadinya Hubungan Sosial
Faktor-faktor dari luar yang mendorong terjadinya hubungan sosial, di antaranya yakni: simpati, motivasi, empati, sugesti, imitasi, dan identifikasi.

Silahkan baca: Pengertian Hubungan Sosial.

Selanjutnya mari kita akan uraikan masing-masing pengertian dari faktor-faktor tersebut dan kita usahakan memberikan contoh supaya jelas perbedaannya.

1. Simpati


Simpati adalah perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang dan membuatnya merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain. Kondisi ini mirip dengan identifikasi karena menuntun menuntun seseorang untuk memosisikan diri pada keadaan orang lain. Hanya saja, dalam simpati faktor perasaan memegang peranan utama.

Contoh: Melihat orang menderita menjadi kasihan (iba), kalau melihat orang lain bahagia menjadi senang.

2. Motivasi


Motivasi adalah dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalistis. Motivasi dalam diri seseorang dapat disebabkan faktor atau pengaruh dari orang lain sehingga individu melakukan kontak dengan orang lain. Jadi motivasi ini timbul karena adanya motif atau alasan yang masuk akal untuk mencapai sesuatu, biasanya sasaran atau target.

Contoh: Belajar keras untuk mendapat nilai memuaskan, karena adanya motif (alasan) untuk mendapat hadiah, misalnya.

3. Empati


Empati, yaitu rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Jadi empati ini, tidak hanya semata-mata perasaan kejiwaan saja. Empati dibarengi oleh perasaan organisme tubuh yang sangat dalam.

Contoh: Apabila kita melihat teman dekat kita atau kerabat dekat mengalami musibah dengan luka berat, seolah-olah kita juga ikut kena musibah. Kita tidak hanya merasa kasihan, melainkan kita juga ikut merasakan penderitaan tersebut.

4. Sugesti


Sugesti adalah proses pemberian pandangan atau pengaruh kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga pandangan atau pengaruh tersebut diikuti tanpa berpikir panjang. Terkadang terjadi penerima anjuran lebih banyak memakai emosional daripada rasio, lebih-lebih jika yang memberi sugesti tersebut orang yang lebih tua, berwibawa, dan berpengalaman.

Contoh: Pengaruh pemimpin partai politik kepada para kader dan massanya.

5. Imitasi


Imitasi, yaitu proses belajar seseorang dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. Melalu proses imitasi seseorang dapat mempelajari nilai dan norma dalam masyarakat. Imitasi dapat melemahkan atau mematikan kreativitas, karena kesukaannya meniru, mengikuti perintah atau kehendak orang lain.

Contoh: Seorang anak yang menirukan gaya tokoh idolanya.

6. Identifikasi


Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk sama dengan orang lain. Hal ini timbul dari kekaguman seseorang kepada seorang tokoh dan idolanya, sehingga timbul dorongan pada dirinya untuk bisa sama dengan idolanya tersebut. Selain itu, ingin dimilikinya juga dan sangat menjiwainya sehingga pandangan, sikap, keyakinan, dan kaidah-kaidah lainnya sama dengan idolanya. Identifkasi ini lebih mendalam dari pada imitasi yang hanya meniru sebagian dari hal yang disukai dari orang lain.

Contoh: Seorang pria memakai anting seperti tokoh idolanya, menggunakan pakaian yang sama seperti tokoh idolanya, bahkan dalam berperilaku kesehariannya. 


Comments