Kegiatan Pokok Ekonomi

Kegiatan Pokok Ekonomi
Ketiga kata berikut yaitu kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi merupakan istilah yang sudah sangat familiar di telinga kebanyakan orang. Kerena itu pada kesempatan yang syahdu ini yang suasananya sepi hanya bertemankan bintang di angkasa, saya akan menguraikan dan menjelaskan masing-masing dari ketiga kegiatan ekonomi tersebut Sebenarnya di blog ini, beberapa kali saya telah menulis postingan yang sama, cuma saya posting dalam artikel-artikel terpisah dan kali ini saya posting lagi dalam keadaan utuh dan saya beri judul dengan nama Kegiatan Pokok Ekonomi.sesuai dengan nama judul yang ada di buku-buku pelajaran IPS. Harapan saya postingan ini lebih-lebih lagi manfaatnya bagi para pelajar yang mencari bahan materi ini.

Macam-Macam Kegiatan Ekonomi


Adapun macam-macam kegiatan ekonomi ada tiga seperti yang telah kita sebutkan di awal tadi yaitu produksi, distribusi, konsumsi. selanjutnya mari kita bahas satu persatu.

A. Produksi


Produksi adalah pekerjaan untuk menghasilkan, memperbaiki, membuat, dan menambah nilai kegunaan barang dan jasa. Sedangkan orang yang melakukan produksi disebut dengan produsen. Adapun menambahkan nilai kegunaan suatu barang dapat kita jelaskan dengan contoh berikut. Misalnya pasir yang ada di sungai kurang atau tidak berharga. Tapi ketika pasir itu sudah berada di tangan penambang maka pasir itu akan berguna karena sudah dapat di perjual belikan. Ketika pasir itu kemudian berpindah kepada orang yang sedang membangun rumah maka pasir itu akan lebih bertambah kegunaannya karena ternyata menjadi salah satu bahan utama untuk membangun rumah.

Tujuan Produksi
  1. Kalau kita perhatikan dapatlah kita pahami bahwa tujuan inti produksi itu antara lain:
  2. Menghasilkan barang dan jasa
  3. memenuhi kebutuhan manusia akan barang dan jasa dan mencapai kemakmuran.
  4. Memperoleh keuntungan dari penjualan hasil produksinya
  5. Membuka lapangan pekerjaan. Perusahaan membutuhkan tenaga-tenaga ahli dan terampil sesuai dengan spesifikasi jenis usaha yang dilakukannya.
  6. Mengganti barang yang rusak. Ketersediaan barang dan jasa terutama yang vital dan banyak dibutuhkan harus tetap dilakukan dengan cara  memproduksi ulang dan dengan memperbaiki barang yang rusak. Pada perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang ternama biasanya selalu membuka pusat pelayanan perbaikan untuk barang-barang rusak yang ada di tangan konsumennya.
Faktor-faktor Produksi

Untuk memperlancar peroses pembuatan barang dan jasa tersebut. Maka dalam hal ini produsen harus memperhatikan faktor-faktor produksi yang akan digunakan. Produsen atau perusahaan betul-betul harus cerdas dan cermat dalam memilih faktor-faktor produksi ini untuk keberhasilan dan keberlanjutan usahanya.

Faktor-faktor produksi tersebut adalah:
  1. Faktor sumber daya alam
  2. Faktor tenaga kerja
  3. Faktor modal
  4. Faktor kewirausahaan
Baca lebih lengkap di Sumber Daya Ekonomi (Faktor-Faktor Produksi).
Akhirnya setelah proses produksi ini selesai dan menghasilkan produk yang baik maka dibutuhkan suatu saluran (distribusi) untuk menyebarkan produk tersebut sampai ke konsumen.

B. Distribusi


Kita dapat menggunakan dan menikmati barang dan jasa tidak lepas dari peran yang sangat penting dari kegiatan distribusi ini. Barang yang diproduksi dari tempat yang begitu jauh dapat kita nikmati berkat saluran-saluran perdagangan ini. Terasa sekali manfaat, karena tanpa dia maka barang hasil produksi tidak mungkin dinikmati. Kalau begitu pengertian dan tujuan distribusi, apa shi? Supaya kamu tahu jawabannya terus saja baca artikel ini. 

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyampaikan barang ataupun jasa dari pihak produsen kepada konsumen dengan membangun dan menggunakan lembaga-lembaga distribusi. Tentu saja distribusi ini akan memudahkan aliran barang dan jasa ke tengah-tengah masyarakat. Kemudian orang atau lembaga yang menjalankan kegiatan distribusi disebut distributor

Adapun Tujuan dari distribusi adalah : 

  1. Menyampaikan dan menyebarkan barang ketengah-tengah masyarakat konsumen.
  2. Meningkatkan nilai/kegunaan barang produksi. Barang hasil produksi tidak mempunyai nilai guna apabila tidak sampai ke tangan masyarakat.
  3. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa.
  4. Agar kontinuitas produksi terjamin. Bila hasil produksi sampai di masyarakat dan laku, maka akan diperoleh keuntungan yang akan menjamin proses produksi akan terus berlangsung untuk memenuhi dan memuaskan permintaan masyarakat.
Di samping tujuan-tujuan tadi, distributor mempunyai tugas, antara lain:
  1. Pembelian barang
  2. Penyimpanan
  3. Standarisasi
  4. Pengepakan
  5. Promosi
  6. Pengangkutan
  7. Penjualan
Salah satu keunikan distribusi adalah mampu memberikan manfaat kepada semua pelaku kegiatan ekonomi, baik produsen, konsumen, distributor sendiri, maupun kepada masyarakat. Adapun  pihak yang melakukan kegiatan distribusi bisa perorangan atau lembaga distribusi (perantara). 

Untuk mencapai tujuan distribusi ada beberapa cara yang dilakukan agar barang sampai kepada konsumen. Cara tersebut, antara lain sebagai berikut.
  1. Distribusi langsung adalah distribusi barang/jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen. Contoh, pedagang sate langsung menjual barang kepada konsumen.
  2. Distribusi semi langsung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contoh: pabrik tekstil menyalurkan kainnya melalui conventer.
  3. Distribusi tidak langusung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, makelar, komisioner, pedagang kecil yang bertindak sebagai pedagang perantara.

Lembaga Distribusi

Produsen menyalurkan barang/jasa dengan sistem distribusi tidak langsung melalui lembagalembaga yang bertindak sebagai badan perantara. Lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan distribusi itu, antara lain sebagai berikut.

1. Pedagang
Pedagang adalah orang atau badan yang membeli barang dagangan dari produsen dan menjualnya kepada konsumen. Para pedagang biasanya membeli barang dalam jumlah banyak sehingga barang tersebut perlu tempat untuk penyimpanan. Pedagang terdiri atas:

a. Pedagang besar (grosir) adalah pedagang yang membeli dan menjual dalam jumlah besar dan menjualnya ke pedagang kecil.

b. pedagang kecil (retailer) adalah pedagang yang membeli barang dagangannya kepada grosir dan menjualnya kepada pedagang yang lebih kecil atau eceran langsung pada konsumen.

2. Agen
Agen adalah lembaga atau seseorang yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan barang ataupun merupakan wakil dari produsen yang bertanggung jawab atas penjualan hasil produksinya.

3. Makelar
Makelar merupakan pedagang perantara yang bekerja atas nama orang yang menyuruhnya. Bonus yang diterima makelar disebut kurtasi/provisi. Makelar hanya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Lembaga ini tidak mengeluarkan biaya atau menanggung resiko.

4.Komisioner
Lembaga distribusi ini merupakan perantara dagang dalam pembelian maupun penjualan yang bekerja atas nama sendiri. Komisioner mengeluarkan biaya dan menanggung resiko. Orang yang menyuruh kosioner disebut dengan komiten. Upah yang diterima komosioner disebut komisi. Hak makelar diantaranya hak mendapat upah dan menahan barang selama orang yang menyuruhnya belum membayarnya.

5.Importir
Importir adalah individu atau organisasi perantara dagang yang mendatangkan barang dari luar negeri. Barang yang di impor tersebut bisa digunakan sebagai produksi atau untuk tujuan konsumsi.

6. Eksportir
Eksportir adalah individu atau organisasi perantara dagang yang melakukan kegiatan pengiriman barang ke negara lain yang membutuhkan. Dari kegiatan yang dilakukan berharap mendapat keuntungan. esportir ini bisa produsen itu sendiri atau pedagang.

C. Konsumsi

Istilah konsumsi berasal dari bahasa Latin, yaitu consumere yang artinya menghabiskan atau menggerogoti. Atau dalam bahasa Inggris consumption yang berarti menghabiskan atau mengurangi. Oleh karena itu pengertian konsumsi adalah kegiatan yang ditujukan untuk mengahabiskan dan mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa yang dilakukan sekaligus atau bertahap untuk memenuhi kebutuhan. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen, sedangkan perbuatan manusia yang selalu menggunakan barang dan jasa disebut konsumtif.

Silahkan baca Konsumsi Memakai Menikmati

Tujuan konsumsi itu sendiri sebagai berikut.

  1. Konsumsi produktif. Mengonsumsi barang dan jasa dengan tujuan untuk menghasilkan barang produksi yang lain. Contoh pembelian bahan baku. 
  2. Konsumsi konsumtip/akhir adalah konsumsi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi adalah:

  1. Faktor ekonomi yang memengaruhi ekonomi, yaitu pendapatan, perkiraan harga, harga barang yang bersangkutan, dan harga barang lain. 
  2. Faktor nonekonomi yang memengaruhi konsumsi, yaitu selera, adat istiadat, mode, dan jumlah harga. 
Baca Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Konsumsi?

Kesimpulan

Kegiatan pokok ekonomi meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Ketiga jenis kegiatan tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri. Artinya ketiganya saling terkait. Keterkaitan ketiganya akan membentuk siklus seperti produksi menghasilkan barang dan jasa. Lalu distributor membeli barang itu kemudian menjualnya kembali ke konsumen yang memakai. Kemudian produsen sebagai pelaksana kegiatan produksi juga melakukan banyak konsumsi untuk memproduksi barang, begitu seterusnya.


Comments