Uranus: Planet Teleskop Pertama

Uranus: Planet Teleskop Pertama
Adalah seorang astronomi Inggris bernama William Herschel yang menemukan planet Uranus, setelah dia melakukan pengamatan menggunakan teleskop. Uranus inilah merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop. Sebelumnya planet ini tidak dapat dilihat dengan pengamatan biasa saja. Uranus ditemukan oleh Herschel pada tanggal 13 Maret 1781.

Sejak diketemukan planet Uranus tersebut, para ilmuwan bertambah gairah untuk terus mencari planet lainnya, sehingga membawa pada penemuan planet lainnya seperti Neptunus dan Pluto. Lalu pada tahun 1977 ditemukan cincin yang mengitari Uranus. Uranus memiliki cincin yang berbeda dengan cincin Saturnus. Cincin Uranus lebih kecil dan gelap. Planet ini letaknya sangat jauh dari Matahari, kurang lebih 2.869/2.870 juta km, besarnya 50 kali besarnya Bumi.

Uranus berwarna hijau kebiru-biruan, dengan diameter 51.120 km. Sedangkan jaraknnya dengan Matahari sekitar 2.900 juta km. Planet Uranus terselubung kabut tebal, seperti halnya dengan Yupiter dan Saturnus. Atmosfer atau udara Uranus terdiri-dari hidrogen, helium, dan metana. Dan intinya berbatu

Poros Uranus mempunyai kemiringan 98 derajat terhadap garis yang tegak lurus dengan bidang edarnya. Poros planet ini hampir berimpitan dengan bidang orbitnya dan oleh karena itu tampak bagaikan gasing yang menggelinding setelah rebah. Uranus memiliki 11 cincin tipis. Pesawat Voyager 2 yang diluncurkan dari Bumi tahun 1977 berhasil mendekati Uranus pada tahun 1986. Pengamatan Voyager memperlihatkan bahwa cincin Uranus memang sangat tipis.


Uranus berputar pada sumbu yang miring tadi (98 derajat) dari latar orbitnya. Hal ini berarti, dibandingkan dengan semua planet lainnya pada Sistem Tata Surya, Uranus berputar di sisinya. Selama orbit 84 tahun Matahari, Kutub Utara Uranus akan mengalami musim panas cerah sepanjang 42 tahun, sedangkan Kutub Selatan akan mengalami musim dingin tanpa matahari dengan panjang waktu yang sama, sebelum pergantian musim. Sumbu yang aneh ini mungkin adalah hasil tabrakan sewaktu pembentukan Sistem Tata Surya. 

Menurut sebuah teori, Uranus terdorong miring pada masa lalu, yaitu pada saat sebuah benda langit lain menabraknya. Sisa-sisa tabrakan dahsyat ini mungkin telah membentuk bulan serta cincin-cincin planet itu. Berkaitan dengan teori di atas, misi Voyager 2 tidak menemukan bukti apa pun untuk mendukung teori itu atau mengajukan teori lain.

Suhu di permukaan sangat rendah sekitar -210 derajat celcius, karena diselubungi oleh awan yang sangat tebal. Kala rotasi Uranus 17 jam 14 menit dan kala revolusinya 84 tahun. Arah rotasi dari timur ke barat.

Bulan Sastra


Uranus mempunyai 15 satelit, 9 satelit kecil ditemukan tahun1986 oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2, seperti: Cordelia, Ophelia, Cressida, Desdemona, Juliet, Portia, Rosalind, Belinda (satelit kecil) dan Puck, Miranda, Ariel, Umbriel, Oberon, dan Titania (terbesar).

Semua satelit atau bulan dari planet ini diberi nama tokoh-tokoh dari karya kesusastraan Inggris. Astronom Amerika  Gerard P. Kuiper (1905-1973) menemukan Miranda pada tahun 1948. (Miranda dan Ariel adalah tokoh-tokoh The Tempest karya William Shakespeare). Satelit ini mempunyai bentangan yang berbeda dari satelit lainnya. Miranda tampak terdiri atas blok-blok besar. Para ilmuwan menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh dampak besar sewaktu Miranda benar-benar hancur. Potongan-potongan kembali bersatu dengan adanya gaya tarik gravitasi, membentuk campuran batu dan es yang aneh.

Bulan Titania merupakan bulan yang paling besar di antara semua satelit yang dimiliki Uranus. Titania dan Oberon adalah dua satelit terbesar yang diketemukan oleh William Herschel pada tahun 1789. Oberon dan Titania adalah tokoh raja dan ratu drama Shakespeare berjudul A Midsummer Night's Dream).

Astronom Inggris William Lassell (1799-1880) menemukan Ariel dan Umbriel pada tahun 1851. Miranda ditemukannya pada tahun1948 dan delapan satelit lagi ditemukan pada perjalanan Voyager 2 tahun 1986.


Sumber: 

IPBA
Jendela Iptek: Astronomi, Balai Pustaka Jakarta, 2001.


FAKTA MENGENAI SATURNUS

FAKTA MENGENAI SATURNUS

FAKTA MENGENAI SATURNUS. Planet Saturnus memiliki julukan permata tata surya. Julukan ini dberikan karena keindahan warna dan cincin yang dimilikinya. Saturnus memiliki 3 cincin yang melingkarinya. Ketika Galileo menemukan cincin saturnus pada tahun 1610, ia salah menafsirkan apa yang dilihatnya. Ia berpikir Saturnus adalah planet rangkap tiga. Baru pada tahun 1655 cincin dapat diidentifikasi dan dideskripsikan oleh ilmuwan astronom Belanda, Christiaan Huygens (1629-1695), dengan menggunakan teleskop besar yang dibuatnya sendiri.

Cincin ini terbentuk bersamaan dengan terbentuknya planet Saturnus sekitar empat miliar tahun yang lalu. Diyakini cincin Saturnus berasal dari partikel-partikel kecil dari pecahan satelit-satelit Saturnus pada masa lalu. Ketika Saturnus mulai terbentuk dari awan gas dan debu yang berputar, beberapa partikel debu tidak tertarik ke dalam. Bagaikan remukan planet, partikel-partikel itu terus berputar mengelilingi Saturnus sampai sekarang.

Cincin Saturnus tampak padat dari Bumi dan pesawat ruang angkasa Voyager memperlihatkan bahwa cincin terdiri dari partikel debu tadi berupa potongan es dengan berbagai ukuran. Keterpantulan tinggi daro partikel es itu membantu menjelaskan luminositas Saturnus di langit malam. Cincin-cincin Saturnus sangat pipih, tebalnya hanya 30 m, dengan lebar keseluruhan cincin lebih dari 272.000 km.

Ketiga cincin itu berada di sekeliling ekuator Saturnus. Oleh karena itu ketika planet Saturnus miring, cincin pun melereng. Hal ini berarti penampakan dari Bumi akan berubah pula tergantung waktu pengamatannya  di tahun Saturnus, yaitu sama dengan 29,5 tahun Bumi. Sudut cincin tampak berubah menurut letak Saturnus dan Bumi pada masing-masing orbitnya. Ketika cincin berada di tepi, tampak seperti planet rangkap tiga, sebagaimana yang ditemukan Galileo.

Posisi Saturnus yang terkadang tegak dan terkadang miring terhadap Bumi menyebabkan setiap 15 tahun cincin akan terlihat sebagai garis putih yang cemerlang.

Planet Saturnus merupakan planet raksasa setelah planet Yupiter. Diameter ekuatorialnya sebesar 120.540 km. Atmosfernya terdiri terutama atas hidrogen terbanyak, ada juga helium, sedikit metana, uap air, dan kristal amonia. Strukturnya serupa dengan Jupiter, tetapi rapatannya lebih rendah. Saturnus begitu ringan sehingga dapat mengambang di air. Seperti bola kasti yang yang mengambang di air. 

Planet Saturnus berputar dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan ekuatornya keluar. Periode rotasinya hanya membutuhkan 10 jam 40 menit. Tapi 1 tahun di Saturnus sama dengan 29, 5 tahun di Bumi. Saturnus juga memiliki medan magnet besar. Angin di atmosfer atas Saturnus dapat mencapai 1.800 km/jam, tetapi hanya satu sistem badai utama yang baru ditemui, yakni Bintik Anne, yang namanya diambil dari Anne Bunker, ilmuwan pesawat Voyager.

Sedangkan jarak Saturnus dari Matahari adalah 1.430 juta km. Karena jaraknya yang sangat jauh dari Matahari, suhu di permukaannya sangat rendah, mencapai –180 derajat Celcius, dengan suhu rata-rata sekitar –40 derajat Celcius. 

Planet Saturnus memiliki 18 bulan (satelit). Semua bulan Saturnus terbuat dari es, kecuali bulan terbesarnya, Titan. Enceladus merupakan bulan yang relatif kecil dan menunjukkan bukti adanya perubahan baru. Beberapa bagian bulan penuh dengan kawah, sedangkan bagian yang lainnya licin. Hal ini diperkirakan karena adanya pelelehan internal. Enceladus berdiameter 500 km.
 
Nama-nama bulan (satelit) Saturnus, yaitu: Pan, Atlas, Prometheus, Pandora, Epimetheus, Janus, Mimas, Enceladus, Tethys, Telesto, Calypso, Dione, Helene, Rhea, Titan, Hyperion, Iapetus, dan Phoebe. Phoebe merupakan bulan terkecil dengan diameter 225 km. Phoebe berputar berlawanan arah dengan rotasi Saturnus.

Demikianlah semua fakta mengenai planet Saturnus yang dapat penulis himpun dan ketengahkan pada para pengunjung dan pembaca setia blog ini, semoga dapat menambah wawasan kita bersama. (Dari berbagai sumber)

CAHAYA MATAHARI

CAHAYA MATAHARI
CAHAYA MATAHARI. Matahari merupakan satu-satunya bintang yang terdapat di galaksi kita, yakni Galaksi Bima Sakti. Sinar cahaya yang dipancarkannya menghasilkan energi panas yang sangat vital bagi kelangsungan hidup berbagai  makhluk hidup yang terdapat di Planet Bumi. Suhu permukaan Matahari lebih dari 5500 derajat Celsius, panasnya sangat ideal bagi Bumi karena jaraknya yang sangat jauh yaitu 150 juta km.

Dari Bumi kelihatan Matahari hanya sebesar bola basket atau lebih besar sedikit dari itu, tetapi faktanya matahari merupakan bintang berpijar yang sangat besar. Jika kita perbandingkan dengan besarnya Bumi, maka tidak kurang sejuta planet Bumi akan muat di dalamnya.

Tenaga Matahari melimpah kesemua arah dan cuaca serta iklim di Bumi tergantung kepada energi yang dihasilkan oleh sinar cahaya Matahari ini. Walaupun jaraknya sangat jauh dari Bumi kita, matahari sangat cerah dan oleh sebab itu, sinarnya dapat menyebabkan kerusakan pada mata apabila Matahari dilihat secara langsung.

Panas Matahari berasal dari reaksi nuklir yang berlaku di dalamnya. Kadangkala terdapat noda gelap di Matahari. Noda gelap atau bintik hitam Matahari merupakan bagian yang paling dingin, namun suhunya masih sepanas 4000 derajat Celsius. Jumlah noda bertambah atau berkurang dalam siklus 11 tahun. Dikatakan, seandainya Matahari diselubungi es setebal 1,5 km, maka panas dari matahari akan mencairkannya dalam waktu hampir 2 jam saja.

Ada saintis berpendapat noda matahari mempengaruhi cuaca. Di sebagian tempat di dunia, hujan tidak turun hampir setiap 22 tahun - setiap dua siklus noda matahari - lalu mengakibatkan kemarau yang parah. Kejadian ini berlaku di Amerika Utara pada tahun 1930-an, 1950-an, dan 1970-an. Kemarau dapat mengakibatkan sungai kering krontang.

Adapun Edward Maunder (1851-1928), seorang ahli astronomi Inggris merasa heran karena catatan sejarah tentang kegiatan matahari menunjukkan tidak ada noda matahari dalam jangka waktu antara tahun 1645 hingga 1715. Jangka waktu itu kini disebut "Minimum Maunder". Pada waktu itu iklim di Eropa sangat dingin hingga jangka waktu tersebut disebut "Little Ice Age".

Semua keadaan cuaca berlangsung karena panas dari matahari menyebabkan udara senantiasa bergerak. Permukaan Bumi yang semakin panas akan memanaskan udara. Udara panas akan naik ke atas (konveksi) dan udara dingin menggantikan tempatnya lalu menyebabkan angin bertiup. Panas dari matahari menyebabkan air menguap dari laut dan membentuk awan. Apabila awan menjadi dingin, lembaban yang dikandungnya turun sebagai hujan.

Kesimpulan: 

Cahanya matahari berasal dari sinar matahari yang terbentuk dari reaksi nuklir yang terus berlangsung di dalam matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi atau tenaga panas yang sangat penting dan juga menyebabkan terbentuknya berbagai pola cuaca dan iklim yang terdapat di Bumi kita. Baca juga artikel sebelumnya FAKTA TENTANG MATAHARI.

Rujukan : Ensiklopedia Sains, Jilid 3. Aries Lima Jakarta.






FAKTA MENGENAI PLANET YUPITER

FAKTA MENGENAI PLANET YUPITER
Solar System-Planet Yupiter merupakan planet ke-5 dari sistem Tata Surya kita

Fakta Mengenai Planet Yupiter

Planet Yupiter merupakan planet yang terbesar, di antara planet-planet yang lain di dalam sistim Tata Surya kita. Planet ini merupakan planet raksasa yang terang dan memiliki 16 satelit, dan 4 dari bulannya sebesar planet. Bahkan orang-orang Romawi kuno menjuluki Jupiter adalah raja langit.

Ukuran Planet Yupiter dan Jaraknya dengan Matahari

Diameter ekuatorial Planet Yupiter 142.980 km atau 11 kali diameter Bumi (12.760 km). Memiliki masa 318 kali masa Bumi, dan 1300 kali lebih besar dari Planet Bumi. Sedangkan kerapatan (air) adalah 1/4 kerapatan Bumi, karena sebagian besar Jupiter terdiri atas gas, terutama hidrogen dan helium. Adapun jarak rata-rata Yupiter dengan Matahari adalah 778 juta km.

Yupiter sang raja langit ini, membutuhkan 9 jam 55 menit untuk melakukan rotasi dan 12 tahun waktu di bumi untuk mengelilingi Matahari (revolusi). Banyangkan pergantian siang dan malam di planet itu kurang dari 10 jam. Wow, kalau begini cepat pergantian waktu di bumi kita, apa yang bakalan terjadi, ya?

Satelit-Satelit Planet Yupiter

Seperti planet yang lainnya, Yupiter juga memiliki satelit alias bulan. Bahkan tidak tanggung-tanggung planet ini memiliki 16 satelit. Ke-16 satelit itu, adalah Metis, Adrastea, Amalthea, Thebe, Io, Europa, Ganymede, Callisto, Leda, Himalia, Lysithea, Elara, Ananke, Carme, Pasiphae, dan Sinope.

Io, Callisto, Europa, dan Ganymede adalah bulan-bulan yang ditemukan oleh Galileo Galile. Io adalah bulan yang terdekat dari Yupiter. Erupsi sebuah gunung besar yang berada di satelit Io dapat menghamburkan 300 km ke luar angkasa.

Callisto adalah bulan Yupiter kedua terbesar setelah Ganymede dan banyak kawahnya, yang tidak seperti bulan kita karena yang dimaksud adalah kawah es. Daerah-daerah yang terang yang terdapat pada Callisto adalah kawah es yang terbentuk oleh dampak benda dari angkasa.

Sebagaimana yang telah sedikit kita singgung di awal tulisan ini, 4 dari 16 satelit Yupiter sebesar planet, yaitu Ganymede (terbesar), Callisto, Europa, dan Io. Kemudian 2 satelit dari 16 satelit tersebut mempunyai arah peredaran yang berbeda dengan arah peredaran Yupiter dan jaraknya sangat jauh dari Yupiter.

Bulan-bulan ini mengelilingi Yupiter sambil berotasi, sebagaiman halnya dengan bulan terhadap bumi. Kenyataan ini berdasarkan penelitian sistematis yang dilakukan oleh Galileo pada tahun 1610, terhadap 4 satelit terbesar Yupiter. Pernyataan ini memberikan lebih banyak bukti untuk menggugurkan teori geosentris yang menempatkan Bumi sebagai pusat Alam Semesta.

Atmosfer Planet Yupiter

Berbeda dengan planet dalam yang padat, Yupiter terdiri atas gas hidrogen dan gas helium. Di bawah tataran awan, tekanannya sangat besar sehingga hidrogen dimampatkan dalam bentuk cairan dan ke bawah menjadi hidrogen logam.

Planet ini menyebarkan lebih banyak radiasi panas dari Matahari karena terus tenggelam pada laju beberapa milimeter per tahun. Jika Yupiter memiliki masa lebih besar, garis pada intinya akan panas dan cukup rapat untuk reaksi fusi nuklir dan Yupiter akan menjadi bintang.
Awan pada puncak Yupiter tampaknya terbagi atas pita-pita berbagai warna (dari foto penelitian). Pita yang terang disebut zona dan pita yang gelap disebut sabuk. Zona Trofis Utara (sama dengan zona sedang bagian utara) adalah yang paling terang. Warna putihnya menunjukkan awan amonia yang tinggi.

Sabuk Khatulistiwa, mengelilingi khatulistiwa Yupiter, selalu tampak kacau, dengan atmosfer yang selalu disinggahi angin kencang. Di sebelah planet terdapat sejumlah oval putih atau merah. Itu adalah sistem awan yang besar. Pita warna cokelat dan jingga menunjukkan adanya meolekul organik, termasuk etana.

Ekuator Yupiter menonjol keluar akibat rotasi yang sangat cepat. Menyebabkan berputar pula inti hidrogen logam Yupiter yang mengakibatkan terjadinya medan magnet yang sangat besar di sekelilingnya, 10 kali lebih besar dari kekuatan medan magnet bumi. Magnosfer ini didorong kembali oleh angin surya dan ekornya menyebar sampai jauh dari Matahari.

Pola angkasa Planet Jupiter yang paling menonjol adalah bintik merah besar. Bintik lonjong ini berukuran 40.000 kilometer kali 13.000 kilometer. Diduga bintik tersebut merupakan pusaran massa gas yang bertiup seperti badai yang tak pernah reda (sistem badai). Warna merah pada bintik diduga disebabkan oleh fosfor.

Walaupun Yupiter bukan bintang, pesawat penjelajah antariksa yang memerlukan beberapa tahun untuk sampai di sana harus dilindungi dari sabuk radiasi yang dapat menghancurkan peralatan. Pesawat apa pun yang dikirim ke atmosfer yang bergolak ini akan rebah seperti kaleng tipis di bawah tekanan. Baca juga artikel berikutnya: Mengenal Planet Mars.

Sumber tulisan:
Jendela Iptek Astoronomi, Balai Pustaka Jakarta, 2001.
Sumber bacaan lainnya
Gambar: Solar System-Fixabay.com

MENGENAL LEBIH JAUH PLANET MARS

MENGENAL LEBIH JAUH PLANET MARS
MENGENAL LEBIH JAUH PLANET MARS. Planet Mars atau yang biasa juga dikenal sebagai planet merah merupakan planet urutan ke-4 dari Matahari. Planet ini memiliki diameter 6.794,4 km. Sebagian besar dari Mars berupa gurun luas yang terdiri atas tanah dan batuan kecil-kecil berwarna merah. Mars tampak berwarna merah darah di langit malam.

Atmosfer Planet Mars terdiri dari 95 % CO2. Permukaan Mars sangat kasar, berbatu dan kering, sebagian ilmuwan menyakini air mengalir di bawahnya. Terdapat banyak lubang (kawah), bahkan ada kawah yang diameternya mencapai 120 km. Lubang-lubang tersebut kemungkinan terjadi akibat jatuhnya meteorit dipermukaannya.

Jarak antara Mars dan Matahari sekitar 227.940.000 km. Kala rotasi 24,6 jam dengan kala revolusi 687 hari. Suhu Planet ini berkisar antara 120 derajat C sampai 25 derajat C. Atmosfer di Mars lebih tipis jika dibandingkan dengan atmosfer Bumi. Udara Mars terdiri atas karbon dioksida, uap air, nitrogen, argon, dan oksigen.

Udara Planet Mars lebih tipis dari atmosfer bumi karena Mars mempunyai gaya tarik gravitasi yang rendah dan gas yang lebih ringan telah keluar dari atmosfernya ke angkasa.

Planet Mars mempunyai dua satelit yang diberi nama Phobos dan Deimos ditemukan oleh astronom Amerika Asaph Hall tahun 1877. Pada tahun 1971 Amerika Serikat mengirimkan pesawat penjelajah ke Mars yaitu Mariner 9. Mariner 9 berhasil mengambil foto yang memperlihatkan adanya lembah berkelok dan gunung api di Mars. Lembah berkelok itu diduga sungai yang mengering.

Foto yang diambil oleh pesawat penjelajah antariksa Mariner 9 memperlihatkan adanya lembah yang berkelok di daerah Chryse yang mungkin adalah sungai yang mengering. Mars juga memiliki gunung berapi yang besar. Salah satu di antaranya adalah Olympus Mons, gunung api terbesar dalam sistem Tata Surya. Ada pula gurun, ngarai, dan kubah es kutub.

Pada tahun 1976 Amerika mengirim Viking I dan Viking II. Berdasarkan foto Viking I, permukaan Mars tanpak gersang, berwarna merah dan berbatu. Pesawat penjelajah antariksa Viking II mencatat jumlah uap air yang banyak dan jurang es.

Air yang terdapat di Mars tidak banyak dan tampaknya tersimpan dalam kubah es yang membeku, Mars mempunyai tanda-tanda putih menutupi kedua kutubnya. Tanda-tanda terbut tampaknya tenggelam dan melebar seperti kubah kutub kita di Bumi. Kubah es di Planet Mars terdiri atas air es dan karbon dioksida beku. Tebal jurang es di kubah kutub utara ini mencapai 3,5 km.

Pada tahun 1877, seorang astronom Italia Giovanni Schiaparelli melakukan penelitian mendalam atas permukaan Planet Mars, ia melihat adanya garis-garis gelap yang tampaknya membentuk jaringan. Schiaparelli menamakannya canali, yang diterjemahkan menjadi kanal. Tampaknya ilusi optis inilah yang mendasari mitos bahwa Mars dihuni oleh ras canggih insinyur pengairan.

Selama hampir 60.000 tahun terakhir posisi terdekat Mars dengan Bumi, baru bisa dipandang sempurna bagaikan bulan purnama (konjungsi) dengan mata telanjang pada 27-29 Agustus 2003, dan pada posisi terdekat dengan Bumi tampak pada dini hari Jumat, 29 Agustus 2003, terlihat sebagai bintang yang paling terang dibanding bintang paling bercahaya saat itu, Sirius. Fenomena ini kemungkinan terjadi lagi 205 tahun lagi, tepatnya 24 Agustus 2208.

Kesimpulan:


Planet Mars adalah planet ke-4 dari Matahari. Disebut juga planet merah karena dia tampak berwarna merah darah di langit malam. Planet ini lebih besar dari Bumi, tapi lapisan atmosfer atau udaranya lebih tipis karena gaya tarik gravitasinya yang ringan. Planet Mars berjarak 227.940.000 km atau dibulatkan 230 juta km. Tidak ada bukti bahwa ada makhluk hidup (manusia) yang pernah tinggal di Planet Mars.
Back To Top