Pluralitas Masyarakat Indonesia

Pluralitas dan Multikultural Di Indonesia


Pluralitas adalah keberagaman atau kemajemukan yang terdapat dalam suatu bangsa atau masyarakat Indonesia yang mendorong tumbuhnya persatuan dan kesatuan. Keberagaman ini di Indonesia dapat kita lihat dari keanekaragaman suku bangsa , agama, ras, etnik, bahasa, adat dan budaya. Keanekaragaman ini memiliki potensi sebagai pemicu timbulnya perpecahan kalau tidak segera disikapi dengan baik oleh setiap elemen atau unsur yang terdapat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Yang saya maksudkan dengan sikap di sini adalah jiwa pluralisme. Pluralisme adalah siap menerima berbagai elemen yang ada di luar diri atau kelompoknya seperti pluralitas tadi dengan bersikap toleran, memiliki tenggang rasa, menghargai dan menumbuhkan rasa saling percaya-mempercayai di dalam masyarakat plural itu sendiri.

Pluralitas Masyarakat Indonesia

Sikap pluralisme ini akan tumbuh apabila individu atau kelompok di tengah-tengah masyarakat sudah memiliki kematangan kepribadian dan intelektualitas sehingga mampu atau dapat menerima adanya kebebasan dalam beragama, kebebasan berpikir, berpendapat dan lain-lain, yang pada akhirnya akan tercipta sikap toleransi antara pribadi atau antarkelompok.

Kalau semua itu sudah terwujud maka kebinekaan yang ada di Indonesia akan membawa berkah tersendri pada bangsa dan masyarakat Indonesia. Seperti motto yang diidam-idamkan oleh masyarakat Indonesia selama ini, yaitu "Bhineka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tetapi hakekatnya satu jua.

Senada dengan pluritas yang kita bahas di atas, di dalam masyarakat kita juga akan sering menjumpai istilah multikultural. Kata multikultural diadopsi dari bahasa Inggris yaitu "multi" yang berarti banyak dan "culture" yang artinya budaya.

Jadi multikultural maknanya, masyarakat yang memiliki banyak kebudayaan. Artinya masyarakat multikultural  adalah masyarakat yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan, suku bangsa, ras, agama, dan budaya. Mereka hidup bercampur-baur dalam satu wilayah.

Masyarakat yang multikultural merupakan sumber-sumber nilai yang sangat penting bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat. Karena walau terdapat perbedaan hak dan kewajiban, masing-masing kelompok tersebut mempunyai nilai-nilai luhur yang dijunjung bersama yaitu perasaan senasib dan sepenanggungan sebagai masyarkat Indonesia, sehingga perbedaan yang ada di junjung tinggi dan sangat dihargai tanpa adanya perbedaan hak dan kewajiban.

Silahkan baca juga Fungsi Keragaman Budaya

Kata kunci yang haruis dimiliki oleh setiap kita atau kelompok dalam masyarakat yang plural demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa adalah memiliki sikap :

  • Toleransi
  • Tenggang rasa
  • Hormat menghormati
  •  Saling menghargai
  • Menumbuhkan sikap salinjg percaya
Demikianlah pembahasan singkat kita mengenai Pluralitas Masyarakat Indonesia, semoga bermanfaat dalam membuka wawasan kita.
Faktor Pendorong Kerjasama Antarnegara ASEAN

Faktor Pendorong Kerjasama Antarnegara ASEAN

Faktor pendorong Kerjasama Antarnegara ASEAN

Pada artikel kita kali ini kita akan meninjau apa saja faktor pendorong kerjasama antarnegara di kawasan ASEAN sehingga nyambung dengan pembahasan kita sebelumnya tentang Letak dan Posisi Geografis Negara ASEAN, karena pada artikel tersebut kita sempat membahas sedikit mengenai faktor pendorong berdirinya ASEAN ini.

Langsung saja, berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi pendorong tumbuhnya kerjasama antarnegara di kawasan ASEAN.

1.Persamaan dan Perbedaan Sumber Daya Alam 

Persamaan dan perbedaan sumber daya alam menimbulkan interaksi yang saling membutuhkan antara dua negara atau lebih yang mempercepat terjalinnya kerjasama antarnegara untuk mengisi kekosongan yang ada pada setiap negara.

Misalnya, beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mengimpor beras dari Thailand sebagai penghasil beras utama di ASEAN, sedangkan Thailand mengimpor komoditas kayu dari Indonesia sebagai negara produsen kayu terbesar di ASEAN.

Dari segi persamaan SDA misalnya, Indonesia dengan negara-negara penghasil minyak bumi mebentuk organisasi bersama bidang pengelolaan minyak bumi secara terpadu.

2.Persamaan dan Perbedaan Wilayah

Walaupun negara-negara ASEAN memiliki letak geografis yang sama seperti yang pernah kita singgun pada artikel sebelumnya, namun tentu saja kondisi wilayah setiap negara-negara itu berbeda-beda. Perbedaan dan persamaan ini tentu saja mendorong negara-negara tersebut menjalin kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan di Asia Tenggara.

3.Perbedaan Perkembangan Teknologi

Kerja sama dalam pengembangan teknologi harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan antara negara-negara yang sudah maju teknologinya dengan negara-negara yang masih terbelakang dan berkembang atau antarnegara yang sama tingkat teknologinya. Penyerapan teknologi hendaknya dilakukan menurut-tahapan-tahapan dan kemampuan negara-negara tersebut menyerap teknologi. Tahapan-tahapan ini berbeda-beda pada setiap negara tergantung SDA dan SDM yang dimiliki. Hendaknya negara yang memiliki teknologi yang sederhana dapat memenuhi kebutuhan teknologi tinggi dengan mendatangkan peralatan teknologi dari luar negeri.

Kerja sama teknologi dapat dilakukan dengan transfer teknologi (TOT) terhadap peralatan teknologi yang dibeli oleh suatu negara. Misalnya Indonesia membeli kapal selam dari Korea Selatan dengan perjanjian negara tersebut mau mengajarkan atau mentranfer teknologi pembuatan kapal selam kepada Indonesia.

4.Perbedaan dan Persamaan Budaya

Budaya merupakan salah satu ciri khas suatu negara. Corak hidup sehari-hari penduduk suatu negara identik dengan corak budayanya. Budaya yang unik dapat menjadi potensi yang sangat berharga untuk mendorong kunjungan wisatawan. Budaya dapat menjadi objek wisata yang sangat menarik bagi wisatawan asing.

Perbedaan budaya antarnegara akan mendorong terjalinnya kerja samadi bidang budaya. Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam memiliki kesamaan budaya, yaitu budaya Melayu. Persamaan ini mendorong adanya kerja sama dalam rangka melestarikan budaya Melayu.

Itulah beberapa Faktor Pendorong Kerja Sama Antarnegara ASEAN, semoga bermanfaat!

Letak dan Posisi Geografis Negara-negara ASEAN

Letak dan Posisi Geografis Negara-negara ASEAN


ASEAN merupakan singkatan dari Association of South East Asian Nations merupakan organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dibentuk berdasarkan Deklarasi Bangkok yang ditandatangani oleh utusan para menteri luar negeri lima negara pendiri Asean, pada tanggal 8 Agustus 1967.

Kelima menteri luar negeri itu adalah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filfina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).

Di awal pembentukan, ASEAN beranggotakan lima negara anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Filifina. Kemudian bertambah lima negara anggota lagi dari Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Jadi keseluruhan anggota ASEAN berjumlah sepuluh negara anggota hingga saat ini.

Ada beberapa kondisi yang mendorong terbentuknya organisasi kerja sama ini, yakni adanya beberapa kesamaan dan perbedaan karekteristik fisik dan sosial yang dimiliki oleh setiap negara anggota. Kerja sama negara-negara anggota Asean merupakan bentuk interaksi antarruang.

Letak Geografis ASEAN


Letak geografis wilayah Asia Tenggara berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta dua samudra yaitu  Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Letak dan Posisi Geografis Negara-negara ASEAN

Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut:

a.Batas sebelah utara adalah Tingkok
b.Batas sebelah selatan adalah Samudra Hindia, Timor Leste dan Australia.
c.Batas sebelah barat adalah Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan Anak Benua India.
d.Batas sebelah timur adalah Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Posisi Geografis Asean


Posisi geografis (astronomis) negara-negara yang tergabung  dalam ASEAN  terletak di wilayah Benua Asia, tepatnya di 260 LU-110 LS dan 930BT-1410BT. Jadi sebagian besar wilayah negara-negara Asia Tenggara terletak di belahan bumi utara dan berada di lintang rendah. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar negara Asia Tenggara beriklim tropis, kecuali wilayah Myanmar bagian utara beriklim subtropis yang memiliki empat musim sepanjang tahun, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin.

Untuk daerah-daerah yang beriklim tropis hanya memiliki dua musim, musim penghujan dan musim kemarau. Daerah iklim tropis di pengaruhi oleh iklim monsun ini berakibat pada banyaknya hutan tropis yang lebat dan selalu hijau. Angin yang bertiup di kawasan ASEAN meliputi angin pasat tenggara, angin pasat timur laut, angin musim timur, angin musim barat laut, serta angin musim barat daya dan tenggara.

Catatan:


Sebagian besar wilayah berupa laut dengan luas sekira 5.060.100 km2. Luas daratan wilayah negara-negara di Asia Tenggara sekira 4.812.000 km2. Satu-satunya negara di Asean yang tidak memiliki wilayah laut adalah Laos. Luasnya laut di wilyah ini menyebabkan negara-negara di kawasan ini memiliki hasil laut yang melimpah terutama negara Indonesia.

Di bagian utara, ASEAN dipisahkan oleh bagian dari rangkaian Pegunungan Himalaya. Di sebelah selatan, pada batas barat dan timur, batas alam ASEAN ditandai dengan adanya busur gunung api. Busur gunung api merupakan pengangkatan lempeng Pasifik dan lempeng Hindia.

Wilayah alamnya dibagi menjadi subwilayah daratan utama (Benua Asia) dan wilayah kepulauan (perairan). Negara-negara yang termasuk subwilayah daratan meliputi Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja dan Vietnam. Adapun yang termasuk subwilayah kepulauan meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Filipina.

Ciri subwilayah benua (daratan) adalah terdapat banyak lembah yang terbentuk dari endapan alluvial. Endapan ini terpisah satu sama lain oleh rangkaian pegunungan. Sedangkan subwilayah kepulauan dicirikan oleh adanya lingkungan laut dan pulau.

Oleh karena itu berdasarkan kondisi di atas, bentuk geografis negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) dibagi menjadi empat tipe, yakni:

a.Berbentuk hampir seperti lingkaran (compact), misalnya Kamboja.
b.Berbetuk kepulauan yang terpisah-pisah (fragmanted), misalnya Indonesia dan Filipina.
c.Berbentuk memanjang (elongated), misalnya Vietnam.
d.Berbentuk lebih kompleks dan beragam, biasanya terdapat daerah yang memanjang seperti tangan (protuded), misalnya Thailand dan Myanmar.

Demikianlah materi singkat tentang Letak dan Posisi Geografis Negara-negara ASEAN semoga dapat menambah bacaan bagi para pelajar yang sedang berkutat dengan materi yang sama. Terima kasih dan jangan kapok berkunjung kembali.

Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan

Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan

Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan


Sebagai bagian dari anak bangsa yang besar ini, telah kita maklumi bersama bahwa bangsa kita ini memiliki ke aneka ragaman suku bangsa dan memiliki slogan yang indah untuk menyatukan kita, yaitu walaupun berbeda-beda kita tetap satu jua yaitu bangsa Indonesia.

Keragaman sosial budaya bangsa ini bisa kita lihat dari perbedaan suku bangsa, bahasa, budaya dan agama. Perbedaan-perbedaan tersebut sebenarnya merupakan pengaruh dari interaksi manusia dengan lingkungan hidup. Tapi karena sebab perbedaan-perbedaan ini pula kita bisa menjalin pergaulan, ingin saling mengenal dan saling bekerjasama antar kelompok masyarakat.

Tapi sekarang yang ingin kita tahu, bagaimanakah fungsi dan peran keragaman sosial budaya tersebut dalam pembangunan negara kita tercinta ini?

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan kita di atas, mari simak uraian selanjutnya di bawah ini.

1. Fungsi dan Peran Keragaman Suku Bangsa


Sebelum kita uraikan lebih lanjut mengenai fungsi dan peran ini mari kita lihat dulu pengertian dari suku itu sendiri.

Suku adalah suatu kesatuan masyarakat atas dasar kesamaan bahasa, budaya, dan tempat tinggal. Contoh Suku Sasak di Lombok, Suku Jawa di Jawa, Suku Sunda di Jawa Barat, Suku Dayak di Kalimantan, Suku Batak di Sumatra Utara dan Suku Asmat di Papua.

Setiap suku memiliki kebiasaan hidup yang berbeda-beda, kemudian kebiasaan hidup ini berkembang menjadi budaya dan ciri khas suku masing-masing, jadilah kemudian yang dinamakan keragaman budaya.

Karena dipengaruhi pula oleh geografis tempat tinggalnya setiap suku inipun memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berbeda untuk bisa mempertahankan hidupnya. Umpanya begini, penduduk yang tinggal didaerah yang subur maka penduduknya ahli dalam bidang pertanian, sedangkan daerah yang banyak pantainya penduduknya akan terampil dalam pelayaran dan penangkapan ikan.

Jadi, keragaman suku bangsa akan menyebabkan keragaman budaya, teknologi, bahasa, dan sebagainya. Inilah yang menjadi potensi penting bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunannya.

Dengan kata lain keragaman suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam pembangunan Indonesia disebabkan karena setiap suku bangsa tersebut memiliki keahlian, teknologi, dan kebudayaan yang diwariskan dari nenek moyang mereka. Sebab perbedaan ini pulalah setiap suku bisa saling mengisi dan melengkapi untuk menjadi bangsa yang makmur, kuat dan hebat.

2. Fungsi dan Peran Keragaman Bahasa


Karena beragamnya suku bangsa secara otomatis bahasa daerah yang ada di Indonesia berbeda-beda pula. Setiap suku mempunyai bahasa daerah sendiri yang digunakan untuk berkomunikasi antar sesama suku. Bahasa daerah yang banyak ini kemudian disatukan ke dalam bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia.

Bahasa bukan sekedar alat bertutur saja. Bukan sekedar bahasa pengantar di lembaga-lambaga saja. Bahasa yang kita pakai sekarang baik itu bahasa daerah maupun bahasa nasional merupakan salah satu dari hasil budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

Bahasa sebagai alat komunikasi atau kontak didedakan menjadi dua, yaitu bahasa verbal atau biasa kita sebut dengan bahasa lisan; dan bahasa non verbal atau bahasa dengan gerakan anggota tubuh.

Sekarang mari kita lihat peranan dan fungsi bahasa tersebut.

Apa sajakah fungsi dan peran bahasa bagi manusia? Jawabannya yaitu:

a. Bahasa menjadi alat komunikasi

Komunikasi adalah tuturan, pembicaraan atau kontak dua arah (timbal balik) antara dua orang atau lebih di mana masing-masing pihak ada yang berfungsi sebagai penyampai pesan dan ada pula yang berfungsi sebagai penerima pesan.

Interaksi yang terjalin dengan baik adalah interaksi yang disertai dengan komunikasi. Sehingga komunikasi ini sangat baik dalam menjalin hubungan yang harmonis dan akrab dengan orang lain.

b. Bahasa digunakan menjadi alat untuk menyatakan ekspresi diri

Ekspresi itu keadaan jiwa yang ada pada diri setiap orang berupa perasaan senang, sedih, geli, cemas, dan sebagainya. Terkadang keadaan jiwa ini bisa terlihat dengan jelas dari raut wajah seseorang, tetapi untuk bisa menyatakan dengan jelas harus dikomunikasikan dengan menggunakan bahasa. Jadi tanpa bahasa tidak mungkin orang bisa mengungkapkan perasaan yang dialaminya kepada orang lain.

c. Bahasa sebagai alat kontrol sosial

Kontrol atau pengawasan tidak akan mungkin bisa dilakukan tanpa menggunakan bahasa. Bahasa sebagai alat kontrol sosial ini tidak hanya menggunakan bahasa lisan saja tapi dapat juga dilakukan dengan berbagai media yang telah kita kenal pada masa kita sekarang ini. Misalnya kita bisa membuat dan menempelkan pengumuman yang bisa menyampaikan maksud kita seperti tulisan "DI LARANG MEROKOK DI AREA RUMAH SAKIT".

Sekarang mari kita tinjau, fungsi dan peran keragaman bahasa tadi dalam pembangunan nasional.

Adapun fungsi dan peran bahasa dalam pembangunan nasional adalah:

a. Keragaman bahasa sebagai wujud kekayaan budaya bangsa Indonesia

Keragaman bahasa daerah yang dimiliki oleh Indonesia akan memperkaya perbendaharaan kosa kata bahasa nasional atau bahasa Indonesia. Karena banyaknya bahasa daerah ini maka semakin banyak unsur-unsur bahasa daerah yang diserap menjadi bahasa nasional. Maka bahasa Indonesia dari tahun ke tahun memiliki kosa kata yang banyak yang dapat dipergunakan dalam segala aktivitas sehari-hari.

b. Keragaman bahasa mengandung nilai-nilai penting budaya bangsa

Tadi telah kita katakan bahwa bahasa bukan sekedar sebagai alat komunikasi tapi juga mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi. Kenapa demikian?

Salah satunya bahasa yang kita gunakan memiliki tingkatan-tingkatan tersendiri dalam menyampaikannya. Bahasa yang digunakan orang tua kepada anak-anaknya akan berbeda dengan bahasa yang digunakan pada orang yang sebaya atau dengan atasannya di kantor.

Terlebih-lebih dalam bahasa daerah. Bahasa Jawa misalnya. Dalam bahasa Jawa terdapat tingkatan-tingkatan seperti bahasa Jawa ngoko (kasar atau pasaran), kromo alus (halus/sopan) dan kromo inggil (sangat halus).

Karya-karya seni dan sastra juga dipengaruhi oleh bahasa-bahasa ini sehingga mengandung nilai-nilai kehidupan. Begitu pula dengan berbagai buku pengetahuan ditulis biasanya mengikuti usia dan karekter budaya para pembacanya sehingga mudah diserap. Dengan demikian bahasa akan mendorong semangat bangsa untuk terus maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budayanya.

Bahasa yang kita miliki baik bahasa daerah (bahasa ibu) maupun bahasa Indonesia memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa karena bahasa digunakan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan.

 3. Fungsi dan Peran Keragaman Budaya


Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan

Mengapa keragaman budaya mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam meningkatkan pembangunan nasional?

Coba simak ilustrasinya berikut ini.

Setiap daerah di Indonesia memiliki tarian daerah masing-masing. Di Bali terkenal dengan tarian Kecak dan di Nangroe Aceh Darussalam dengan tarian Saman-nya. Jumlah tarian daerah atau tradisional tidak kurang dari 100 tarian daerah di Indonesia.

Tarian daerah tentu merupakan proses dan buah dari budaya setiap suku bangsa yang ada di Indonesia. Kekayaan budaya berupa tarian daerah yang begitu banyak ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing dan domestik sehingga jumlah kunjungan wisata semakin meningkat.

Imbas dari peningkatan kunjungan wisatawan akan berimbas kepada peningkata sarana dan prasarana, seperti jalan raya, hotel, pelabuhan, bandara, kuliner, handycraf dan lain-lain, sehingga pada akhirnya pembangunan nasional pun meningkat ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan penduduk.

Silahkan lihat juga Keunggulan Pariwisata Indonesia.

Kesimpulan


Keragaman sosial budaya yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan warisan yang harus dijaga kelestarian dan keberadaannya. Unsur-unsur yang ada dalam sosial budaya itu memiliki fungsi dan peran masing-masing yang sangat penting dalam mendukung berlangsungnya pembangunan nasional menuju kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

Pembangunan yang sedang giat dilaksanakan di negara ini haruslah dilakukan dengan penuh kebijakan tanpa harus mengorbankan nilai-nilai budaya yang dimiliki. Sebaliknya kekayaan sosial budaya ini harus terus dilestarikan dan dikelola dengan baik sebagai potensi dan modal dasar pembangunan, sehingga akhirnya Indonesia menjadi negara maju yang kaya dengan nilai-nilai tradisi.

Baca juga artikel sebelumnya Keragaman Sosial Budaya sebagai Modal Dasar Pembangunan Nasional.

Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam

Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam - Pengelolaan sumber daya alam dilakukan oleh pemerintah dan juga oleh swasta.

Dalam pengelolaan sda ini, pemerintah dan swasta saling mendukung dalam hal membuat regulasi peraturan, menjadi operator pengelolaan sda, dan saling mengontrol pengelolaan sda.

Prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh kedua unsur ini dalam mengelola sumber daya alam adalah berpegang pada prinsip optimal dan efisien.

Ini dikarenakan sumber daya alam tidak hanya dimanfaatkan pada masa ini saja tapi juga harus diwariskan untuk generasi yang akan datang.

Dari sinilah kita kemudian mengenal yang namanya pembangunan yang berwawasan lingkungan, atau pembangunan yang berkelanjutan.

Artikel terkait Hakikat Pembangunan Nasional

Artinya pembangunan yang dilakukan dengan mengelola sumber daya alam jangan sampai merusak lingkungan dan habitat sumber daya itu berada.

Sehingga pembangunan terus dapat dilakukan secara berkesinambungan dari generasi ke generasi.

Untuk lebih jelasnya tentang prinsip optimal dan efisiensi ini mari terus simak pembahasannya.

Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam

1. Prinsip Optimal


Semua sumber daya alam yang terdapat di bumi Indonesia, baik yang terkandung di dalamnya, di atas permukaannya atau di langitnya (udara) adalah milik negara dan harus dikelola untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat  Indonesia, secara adil dan merata berdasarkan asas keadilan.

Ini sesuai dengan pasal 33 ayat 3, Undang-Undang Dasar 1945, seperti yang telah kita ketahui bersama.

Karena ketersediaan sda yang ada harus dipergunakan untuk kepentingan dan kemakmuran seluruh rakyat, maka negara dan swasta yang diberi izin oleh negara untuk mengelolanya harus menerapkan optimalisasi dalam pengelolaan sumber daya alam ini.

Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dengan cara mengambil kekayaan alam secara menyeluruh untuk memaksimalkan keuntungan, tapi tetap berdaya upaya untuk meminimalkan kerugian yang akan mungkin timbul dalam pegelolaan SDA itu dengan cara memperhatikan kelangsungan dari sumber daya alam tersebut dikemudian hari.

Mengambil kekayaan alam secara menyeluruh, bukan berarti mengambil kekayaan alam tanpa batas dan tanpa perencanaan yang matang, melainkan dilakukan dengan bijaksana dan arif dengan menerapkan asas pembangunan berkelanjutan.

Intinya ekspolitasi sumber daya alam yang kita lakukan sekarang jangan sampai mengorbankan kebutuhan generasi mendatang.

Supaya hal ini tercapai harus ada kebijakan-kebijakan pasti berupa penggunaan sumber daya alternatif yang efektif untuk mengurangi kelangkaan sumber daya alam, terutama SDA yang tak terbaharukan.

Dalam penggunaan minyak tanah, misalnya pemerintah telah mengambil langkah nyata untuk mengurangi konsumsi minyak tanah. Berupa kebijakan konversi minyak tanah ke gas.

Kebijakan ini diterapkan dengan cara pemerintah memberikan subsidi kompor gas kepada masyarakat untuk menggantikan kompor minyak tanah yang biasa dipakai masyarakat selama ini.

Kenapa terdapat konversi dari minyak tanah ke gas?

Ini dikarenakan berdasarkan penelitian para ahli, ketersediaan minyak bumi di Indonesia mulai menipis, sementara ketersediaan gas masih banyak.

Inilah contoh yang dimaksud dengan pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal atau menyeluruh, namun tetap tidak mengorbankan kebutuhan generasi mendatang.

Penghematan sumber daya alam yang tak terbaharukan, seperti minyak bumi yang semakin menipis tadi merupakan suatu keharusan yang mesti dilakukan.

Harus dapat diketemukan sumber-sumber daya atau energi alternatif, supaya sumber daya alam yang sudah menipis tadi, dapat dikurangi penggunaannya.

Di samping itu, penggunaan energi alternatif memiliki nilai tambah yang sangat baik, seperti mengurangi pencemaran lingkungan dan efek negatif pada sumber daya alam, misalnya saja, meminimalkan pencemaran air, udara, hutan, dan lainnya.

2. Lestari


Artinya dalam pemanfaatan SDA harus tetap berpegang kepada kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Kelestarian mesti dilakukan dengan memperhatikan dan menjaga sifat dan bentuk ekosistem dari SDA yang dieksploitasi, jangan sampai terganggu, apalagi sampai rusak.

Prinsip lestari dalam pengelolaan sumber daya alam adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menjaga SDA yang ada tetap ada baik dilihat dari sifatnya maupun dari bentuknya.

Upaya ini sangat penting dilakukan untuk menjaga agar sumber daya alam tadi senantiasa ada dan dapat dinikmati oleh penerus-penerus mendatang.

Lestari dalam penggunaan SDA juga berarti penggunaan SDA harus senantiasa dikelola secara seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan nasional disemua sektor dan wilayah.

Pembangunan berkelanjutan inilah kemudian menjadi prasyarat utama yang dimasukkan ke dalam kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah.

Tujuannya adalah untuk mendorong investasi pembangunan jangka menengah.

Prinsip-prinsip tersebut saling sinergis dan melengkapi dengan pengembangan tata pemerintahan yang baik (good governance) yang mendasarkan pada asas partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas yang mendorong upaya perbaikan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.

1. Menggunakan pupuk alami atau organik



Menggunakan pupuk alami untuk menjaga kelestarian tanah. 

Kandungan mineral dan zat-zat pada pupuk alami sangat cocok untuk menyuburkan tanah dan sangat ramah lingkungan karena tidak ada unsur kimia di dalamnya.

Karena itu, kesuburan tanah yang menggunakan pupuk organik tadi lebih tahan lama disebabkan ia selalu mengalami regenerasi oleh jasad hidup yang terkandung di dalam pupuk organik.

Lain halnya pupuk yang berbahan kimia, unsur humus dan tingkat kesuburan tanah cepat hilang, karena bahan kimia pupuk tidak semuanya dapat diuraikan oleh jasad renik yang terdapat di tanah sehingga dalam jangka waktu yang lama akan mengedap dan akan merusak tanah.

2. Penggunaan pestisida sesuai kebutuhan

Pestida berfungsi untuk memberantas hama yang menyerang tanaman.

Pestisida ini sangat penting untuk menghindari kegagalan panen akibat serangan hama penyakit.

Tapi karena kandungan bahan kimia yang terdapat pada pestisida meninggalkan residu (sisa) yang mengendap pada tanaman maka sebaiknya digunakan sesuai dengan kebutuhan, agar tidak mempengaruhi kesuburan tanah dan supaya kualitas tanaman tidak terlalu banyak mengandung bahan kimia.

3. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)

Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam

Contoh konsep lestari dalam pengelolaan SDA adalah:


Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk pelestarian tanah, adalah dengan cara reboisasi atau penghijaun kembali daerah tanah yang gundul. Cara sederhana yang dilakukan adalah bersama-sama menanami lahan gundul tadi dengan pohon-pohon yang mampu meresap air.

Untuk daerah perbukitan dan pegunungan dengan lahan miring, pelestarian tanah dapat dilakukan dengan membuat terasering atau sengkeden untuk menghambat laju aliran air hujan.

4. Pelestarian Udara

Pelestarian udara adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menjaga udara agar tetap bersih dan sehat.


Upaya pelestarian udara ini, dapat dilakukan dengan cara:

a. Memperbanyak menanam pohon atau pun tanaman hias di sekitar tempat tinggal kita masing-masing. Tanaman berfungsi untuk memproduksi oksigen melalui fotosintesis dan mengeluarkan uap air untuk menjaga kelembaban udara.

b. Berupaya mengurangi emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin dari knalpot bermotor dan cerobong-cerobong asap kegiatan industri.

Gas sisa pembakaran tadi menyebabkan semakin tingginya kandungan karbondioksida di udara dan akan mengakibatkan suhu bumi semakin meningkat dan menipisnya ozon.

Salah satu upaya mengurangi emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, seperti pemasangan filter pada cerobong asap pabrik dan pada knalpot bermotor.

c. Menghindari atau paling tidak mengurangi pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon. Seperti Pendingin ruangan (AC), kulkas, serta berbagai produk lainnya, seperti berbagai kosmetika dan detergen tertentu yang mengeluarkan gas dan bersenyawa dengan gas ozon di udara.

5. Pelestarian Hutan

Upaya-upaya yang dilakukan dalam pelestarian hutan, sebagai berikut:

- Reboisasi
- Melarang pembabatan hutan secara liar
- Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
- Menerapkan sistem tebang-tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
- Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengolahan tanaman.

6. Pelestarian flora dan fauna


Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam

Karena adanya hukum alam yang menjadikan manusia, hewan dan tanaman saling ketergantungan satu dengan lainnya menjadi alasan bagi manusia untuk senantiasa menjaga kelestarian flora dan fauna.

Pelestarian flora dan fauna pada akhirnya juga ditujukan demi kelangsungan hidup manusia di muka bumi.

Cara yang dilakukan dalam upaya pelestarian flora dan fauna di antaranya adalah dengan mendirikan cagar alam dan suaka marga satwa. Seperti di suaka marga satwa gunung Lauser Aceh dan suaka marga satwa Way Kambas di Lampung.

Dan juga upaya lain yang harus dilakukan adalah membuat undang-undang yang melarang keras terjadinya kegiatan perburuan liar.

Perbedaan suaka marga satwa dengan cagar alam.

Suaka marga satwa adalah suatu kawasan hutan tempat melindungi hewan-hewan tertentu dan tidak untuk diburu.

Sedangkan….

Cagar alam adalah kawasan hutan untuk melindungi hewan, tumbuhan, tanah dan tempat-tempat bersejarah lainnya. Contoh cagara alam Raflesia di Bengkulu dan cagar alam Penanjung di Pangandaran.

7. Pelestarian laut dan pantai

Pelestarian laut dan pantai dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan biota laut dan pantai akibat ulah manusia yang tidak bertanggungjawab.

Contoh ulah manusia yang tidak bertanggungjawab ini, seperti pengambilan pasir pantai, karang di laut, dan pengrusakan hutan bakau. Semua contoh ulah manusia ini mengakibatkan kerusakan kelestarian laut dan pantai.



Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam

Upaya untuk melestarikan laut dan pantai, dilakukan dengan cara-cara:

a. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.

b. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut.

c. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan lainnya dalam mencari ikan.

Tambah wawasan anda dengan membaca artikel kolom di bawah ini.


Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam


Alhamdulillah, selesai sudah pembahasan kita tentang Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Alam semoga bermanfaat.

Kunjungi Usaha pelestarian lingkungan dalam pembangunan



Sumber:

Buku IPS Pegangan Siswa kelas VIII Semerter 2, Kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, 2014.
Back To Top