Sistem Tanam Paksa Pada Masa Penjajahan Belanda

Sistem Tanam Paksa Pada Masa Penjajahan Belanda. Pada tahun 1814 Louis Napoleon (Prancis) mengalami kekalahan pada Perang Koalisi di Eropa. Pada tahun yang sama, setelah selesainya Perang Koalisi tersebut dan membaiknya kembali hubungan Belanda dan Inggris yang sebelumnya bermusuhan. Belanda dan Inggris mengadakan suatu pertemuan yang menghasilkan Konvensi London 1814 (Convention of London 1814). Dari hasil perundingan ini, Inggris menyerahkan wilayah Hindia-Belanda (Indonesia) kepada pemerintahan Belanda. Dengan demikian pemerintahan atas Hindia-Belanda kembali di pegang oleh Belanda, setelah sebelumnya Hindia Belanda dikuasai  oleh Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles (atas nama Kerajaan Inggris pada tahun 1811 - 1816). Untuk menjalankan dan mengendalikan pemerintahan di Hindia-Belanda, Belanda mengangkat Van der Capellen sebagai Gubernur Jenderal.

Penyebab Timbulnya Sistem Tanam Paksa

Namun setelah Hindia Belanda kembali dapat dikuasai, pada tahun 1830, Belanda kembali dililit persoalan keuangan. Kesulitan keuangan yang dialami tersebut di sebabkan oleh hal-hal berikut :
  1. Adanya pengeluaran biaya perang dalam menghadapi perlawanan rakyat di berbagai daerah, seperti Perang Diponegoro (1825-1830) dan Perang Paderi (1821-1837).
  2. Pemerintah Belanda banyak mengeluarkan biaya untuk menghadapi pemberontakan Belgia yang ingin memisahkan diri.
  3. Badan Usaha Dagang Belanda (Nederlandsche Handels Maatschappij) yang didirikan tahun 1824 gagal menghasilkan keuntungan bagi negeri Belanda.
Untuk menyelamatkan keuangan Belanda ini, Pada tahun 1830 pemerintah Belanda mengangkat Johanes van den Bosch sebagai Gubernur Jenderal yang baru. Semenjak itu berlakulah kebijakan yang paling memberatkan bagi rakyat Indonesia, yaitu kebijakan Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel).

Apa yang dimaksud dengan Sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel itu ?

Sistem tanam paksa adalah aturan yang memerintahkan kepada rakyat di berbagai daerah, untuk menanami sebagian dari tanahnya dengan tanaman yang laku di Eropa. Misalnya kopi, tebu, nila, tembakau, dan lain-lain. Hasil dari penanaman ini harus diserahkan kepada pemerintah.

Cukuplah dulu sampai di sini, Insya Allah pada kesempatan yang lain pembahasan mengenai "Sistem Tanam Paksa Pada Masa Penjajahan Belanda" dilanjutkan lagi.

Terima kasih atas kunjungan dan perhatiannya. Semoga Bermanfaat!





Comments