Gambaran Sistem Ekonomi Tradisional

Gambaran Sistem Ekonomi Tradisional
Gambaran Sistem Ekonomi Tradisional

Setiap kita membaca atau mendengarkan kata tradisional, maka yang terbayang dibenak kita kehidupan yang sederhana, kebersamaan, gotong royong, hubungan yang erat satu sama lain dalam kelompok masyarakat dalam segala sisi kehidupan bermasyarakat, termasuk di dalam kegiatan ekonomi atau di dalam pemenuhan kebutuhan bersama. Ini adalah nilai-nilai karakter yang sangat baik untuk selalu ditanamkan dan diwariskan pada generasi muda, walaupun kemajuan zaman semakin meningkat. Karena ini merupakan ciri dan watak bangsa kita yang sejati.

Berbicara tentang sistem ekonomi dalam era sistem ekonomi modern sekarang, maka sistem ekonomi tradisional merupakan kegiatan ekonomi yang masih bersifat sederhana, berdasarkan tradisi yang berlangsung secara turun-temurun. Sehingga tradisi tersebut sudah menjadi budaya yang berkembang di dalam masyarakat. Inilah yang menjadikan sistem ekonomi ini tetap eksis dilakukan walaupun pada zaman semodern sekarang ini. Mungkin semua negara di dunia ini tidak ada yang menganut sistem ekonomi ini secara langsung, namun masyarakat masih terus menggunakannya meskipun tujuannya mungkin tidak lagi seperti sebelumnya, sekarang orientasinya sedikit banyak ditujukan untuk mencari keuntungan dan alat produksi yang digunakan tidak lagi dimiliki bersama namun tetap saja nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong masih melekat padanya. Lebih-lebih pada masyarakat Indonesia, sebagai cerminan budaya bangsa.
Pada sistem ekonomi tradisional, kegiatan ekonomi dilakukan dengan gotong royong untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Proses kegiatan ekonomi menggunakan peralatan ekonomi yang dimiliki secara bersama. Masyarakat belum berpikir menjual hasil produksi sehingga memperoleh keuntungan. (Baca : Macam-Macam Sistem Ekonomi Dalam Perekonomian Dunia)

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional

Kelebihan dari sistem ekonomi tradisional ini adalah terdapatnya hubungan keluarga yang sangat erat. Masyarakat tidak mementingkan keuntungan diri sendiri, sifatnya lebih kepada keuntungan bersama. Namun salah satu sisi lemahnyanya adalah masyarakat sulit mengalami perubahan, terutama dalam penerimaan dan penerapan teknologi modern, sehingga menjadi sebab terbatasnya jumlah hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Untuk mengetahui dan mengenal sistem ekonomi tradisional ini, kita dapat mengetahuinya dari ciri-cirinya. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional sebagai berikut :
  1. Kegiatan ekonomi umumnya mengelola sumber daya alam yang telah disediakan oleh alam.
  2. Peralatan yang digunakan untuk proses produksi bersifat sederhana dan tradisional.
  3. Kegiatan ekonomi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok (kebutuhan dasar)
  4. Masyarakat sulit menerima perubahan atau peradaban baru karena terikat tradisi budaya.
  5. Sumber daya modal masih bersifat terbatas sehingga belum mengenal tukar menukar secara kredit.
  6. Hasil industri biasanya berupa hasil kerajinan tangan.
Dengan mengetahui ciri-ciri tersebut, kita teringat pada kegiatan-kegiatan perekonomian masyarakat yang ada di pedesaan. Contoh : Desa Sade di wilayah Lombok Tengah, Desa Loyok di Lombok Timur, dan desa-desa lain di Indonesia.



Comments