ZAMAN PERTENGAHAN

ZAMAN PERTENGAHAN

ZAMAN PERTENGAHAN

Zaman pertengahan memang sering sekali menjadi bahan studi para ahli sejarahwan. Kita tahu zaman pertengahan, dilihat dari 2 sisi yang berbeda. Jika dilihat dari sisi Eropa maka zaman pertengahan merupakan zaman kelam atau zaman gelap, di mana pada zaman ini terjadi kemerosotan disegala bidang, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Sebaliknya di dunia Islam zaman pertengahan ini merupakan kebalikan dari yang ada di Eropa. Makanya zaman ini dikenal sebagai masa keemasan dan kejayaan, dimana ilmu pengetahuan juga memiliki peranan yang sangat penting, ini dibuktikan dari berkembang dan majunya sains pada waktu itu di dunia-dunia Islam.

Tapi yang akan kita bahas di sini bukan zaman pertengahan yang ada di negeri-negeri Islam, melainkan zaman kegelapan yang ada di negara-negara Eropa.

ZAMAN PERTENGAHAN DI EROPA

Zaman pertengahan ini terjadi pada abad ke-5 diawali dengan runtuhnya kekaisaran Romawi dan berlangsung selama 1000 tahun. Zaman ini juga disebut zaman gelap karena perpecahan politik, kemerosotan ekonomi, serta kongkongan agama Kristani atas masyarakat berlangsung secara luas.

STRUKTUR MASYARAKAT

Sistem masyarakat yang ada di Eropa waktu itu menggunakan Sistem Feodal. Feodalisme mengarah kepada masyarakat yang bersusun lapis dalam bentuk piramid. Puncak piramid adalah raja dan para ahli agama, diikuti para bangsawan, dan lapis yang terakhir atau kaki piramida para petani dan rakyat biasa atau dikenal pula dengan serf.

Raja dan para ahli agama khsususnya pimpinan agama memiliki kekuasaan yang paling besar. Adapun para bangsawan yang menjadi pengikut raja (Vassal), diberi beberapa keistimewaan sebagai berikut:
  1. Setiap bangsawan memiliki wilayah yang merupakan tanah pemberian raja kepada mereka.
  2. Mereka yakni para bangsawan berkuasa atas rakyat bisa yang menetap di wilayahnya.
Sedangkan rakyat biasa yang menempati posisi terbawah dalam sistem feodal, adalah orang-orang yang dianggap bukan hamba tetapi tidak memiliki kebebasan sepenuhnya. Mereka terikat kepada tuan mereka dari golongan bangsawan dan tidak bebas bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.

CARA HIDUP MASYARAKAT FEODAL

Cara hidup masyarakat feodal akan kita tinjau dari segi sosial, ekonomi, politik, dan agama, yang berlangsung di Eropa dan mungkin juga di belahan bumi lain yang juga terpengaruh dengan sistem feodal ini.

KEHIDUPAN SOSIAL

Sistem feodalisme ini memang sangat identik pada masa abad pertengahan. Dari hubungan sosial kemasyarakantan, kita bisa lihat dengan hubungan timbal balik yang terjadi secara langsung antara raja dan vassalnya (golongan bangsawan yang setia pada raja).

Hubungan ini berdasarkan satu perjanjian yaitu raja memberikan perlindungan dan menyerahkan tanah kepada vassalnya. Kadangkala vassal pun memberikan persembahan sebagai wujud kesetiaan kepada rajanya.

Hubungan yang sama juga terjadi antara golongan bangsawan dengan serf (orang-orang biasa) yang berada di wilayahnya.

Setiap lapisan masyarakat feodal memahami tanggung jawabnya masing-masing. Ikatan kesetiaan antara raja dengan golongan bangsawan merupakan kunci keberhasilan dalam sistem feodal. Di sinilah raja dapat melakukan tindakan yang keras kepada vassalnya yang dianggap tidak setia dan berani menentang raja.

Golongan serf yang tidak memiliki tanah dipaksa untuk bercocok tanam dan berternak di atas tanah yang diberikan oleh bangsawan. Sebagai balasannya serf memberi timbal balik kepada tuan tanah mereka atau melaksanakan tugas-tugas lain meliputi keperluan raja atau apabila terjadi peperangan harus siap dikerahkan menjadi laskar (tentara).
Di samping itu serf harus juga menyerahkan sebagian dari hasil mereka kepada tuan rumah (konsep serah).

KEHIDUPAN EKONOMI

Sebagaimana kita ketahui keadaan ekonomi di Eropa pada zaman pertengahan mengalami kemerosotan dan boleh dikatakan terbelakang.

Pada zaman pertengahan di Eropa ini, ada masyarakat pertanian yang memberlakukan sistem ekonomi sara diri, yang dicirikan sebagai berikut:
  1. Kegiatan ekonomi sara diri tidak banyak menghasilkan tanaman.
  2. Golongan serf yang mempunyai keahlian dalam membuat peralatan itu hanya untuk ditukarkan dengan bahan-bahan keperluan pokok seperti gandum, kambing, atau kuda.
Sistem jual beli yang diterapkan pada zaman pertengahan tersebut lebih pada sistem barter atau sistem tukar antara suatu barang dengan barang yang lainnya dan perdagangan antar bangsa dan jarak jauh tidak ada karena penggunaan uang yang terlambat pada tahun itu.

KEHIDUPAN POLITIK

Pada abad pertengahan, kekuasaan raja berkurang dan raja terpaksa berbagi kekuasaan dengan golongan bangsawan yang sangat berpengaruh di wilayahnya masing-masing. Raja akan mengalami pertentangan apabila mencoba untuk mengurangi kekuasaan para bangsawan tersebut.

Hal tersebut mengindikasikan tidak adanya kekuasaan pusat yang kuat sehingga mengakibatkan terjadinya persaingan yang tidak dapat dijaga di kalangan bangsawan yang bercita-cita tinggi. Keadaan ini menjadi sebab timbulnya peperanga-peperangan antara bangsawan. Kestabilan politik tidak ada di Eropa waktu itu.

KEHIDUPAN AGAMA

Kehidupan agama pada masa pertengahan ini mungkin yang paling banyak disorot, lebih-lebih karena pertentangan antara tokoh-tokoh agama dengan para cerdik pandai yang tidak sejalan dengan gereja.

Tetapi pertentangan antar tokoh agama dan para ilmuwan ini memerlukan penjelasan tersendiri. Sekarang yang kita fokuskan adalah kehidupan agama yang terjadi secara umum pada waktu itu.

Kemunduran ekonomi dan ketidakstabilan politik di Eropa pada zaman pertengahan memperbolehkan agama Kristiani meluaskan pengaruhnya mencakup semua aspek kehidupan. Kemudahan pendidikan pada masa itu juga disediakan oleh pihak Gereja.

Pada waktu itu agama Kristiani lebih mementingkan asfek kerohanian dan kehidupan setelah kematian. Aspek duniawi diberi perhatian untuk kalangan rakyat.

Sikap patuh sangat terlihat. Norma-norma agama diterima rakyat tanpa banyak tanya dan tanpa masalah. Akibatnya pemimpin-pemimpin gereja yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan kemewahan mengambil kesempatan. Pada zaman pertengahan para pemimpin gereja juga banyak yang terlibat persaingan dalam kekuasaan dan politik. (Sumber: Sejarah Peradaban Dunia. Oleh Lew Hee Men)

Next Article ==> Revolusi Inggris 1688



Comments