Fungsi dan Peran Keragaman Agama

Fungsi dan Peran Keragaman Agama

Fungsi dan Peran Keragaman Agama


Negara Indonesia terkenal dengan keragaman umat beragama dan aliran kepercayaannya.

Terdapat 6 aliran agama yang dianut dan diakui oleh negara, yakni: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu,Buddha, dan Konghucu.

Dan Agama Islam adalah agama yang paling besar penganutnya. Lebih dari 80 persen penduduk Indonesia memeluk agama Islam.

Walaupun demikian keragaman agama yang ada ini, tidak sampai menyebabkan bangsa terpecah belah persatuan dan kesatuannya, justeru ummat beragama di Indonesia menjadi contoh bagi keberlangsungan demokrasi dan sikap toleransi terbesar di dunia.

Lembaga agama mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting. Agama adalah pedoman hidup yang menjadi penerang dan penunjuk manusia dalam menjalani segala aktivitas hidupnya, baik itu untuk mengejar cita-citanya di dunia maupun untuk akhiratnya kelak.

Baca juga Fungsi Kelembagaan Sosial.

Karena semua agama memiliki nilai-nilai dan norma-norma baik yang mengajarkan manusia cara menjalani hidupnya untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan kebahagian di akhirat nanti.

Fungsi dan Peran Keragaman Agama dalam Pembangunan Nasional


Terkait dengan pembangunan nasional yang akan disasar, maka agama atau pranata agama memiliki fungsi dan peran, sebagai berikut.

1. Fungsi dan Peran dalam Bidang Pendidikan

Agama dalam pendidikan mempunyai fungsi dan peran untuk mengajarkan ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada segenap manusia, terutama yang menyangkut pengetahuan kehidupan di dunia dan akhirat.

Artinya di samping mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada umatnya masing-masing, agama juga mendidik dan mengajarkan pemeluknya ilmu-ilmu keduniawian agar manusia mengetahui bagaimana mereka memenuhi kebutuhan dan menjaga kelangsungan hidupnya di dunia.

Sebagai alat pendidikan, agama dapat mewujudkan perannya sebagai motivator dan inspirasi masyarakat untuk berkreasi.

2. Fungsi dan peran agama sebagai penyelamat bagi para pemeluknya

Sebagai manusia religi, manusia cenderung kepada agama. Kita dapat membuktikan tentang ini bahwa sejak zaman prasejarah manusia sudah menganut suatu aliran kepercayaan, baik animisme ataupun dinamisme sebagai bentuk aktualisasi diri akan kebutuhan dan kedekatan mereka dengan Tuhan.

Manusia sejak zaman purba dahulu kala sudah percaya bahwa ada Tuhan atau dewa yang mencipta, mengatur, dan menjaga alam serta segenap isinya. Karena itu mereka melakukan upacara-upacara keagamaan sesuai pemahaman yang mereka miliki  untuk memohon keselamatan dan kemudahan dalam setiap urusan kepada dewa mereka.

Dalam Islam, agama disebut juga hudan linnas (petunjuk bagi manusia). Petunjuk ke jalan yang benar atau selamat hingga terhindar dari larangan-larangan yang merugikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Setiap agama memiliki kitab sucinya masing-masing yang menjadi pegangan dan panduan kepada setiap penganutnya untuk mencapai keselamatan baik di dunia dan di akhirat.

Jadi agama merupakan petunjuk dan pedoman bagi manusia untuk memperoleh keselamatan dan kebahagian dunia dan akhirat.

3. Fungsi dan peran agama sebagai alat kontrol sosial

Bayangkan kalau agama tidak ada, maka manusia akan tetap mengalami masa jahiliah/kebodohan yang berbuat semaunya. Tatanan hidup akan kacau walaupun ada ilmu yang lain.

Karena tidak ada kontrol yang dapat mengatur kehidupan hubungan kemasyarakatan sebaik dan selengkap yang terdapat dalam agama.

Karena itu, pranata agama pulalah yang paling diandalkan sebagai alat kontrol sosial. Di dalamnya terdapat aturan-aturan dan norma-norma dalam berbagai bidang sosial, ekonomi dan sebagainya yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang menganutnya.

Dalam Islam misalnya, terdapat norma yang mengatur cara berpakaian dan bertingkah laku para muslimin dan muslimat, cara berjual beli, menuntut ilmu, tata cara pernikahan dan lain sebagainya.

Jika tercipta masyarakat yang religius maka kemungkinan timbulnya penyimpangan-penyimpangan yang sangat meresahkan sekarang ini tidak akan terjadi, paling tidak dapat ditekan semenimal mungkin.

Jadi sebagai alat kontrol sosial, agama berfungsi mengatur bagaimana pranata hubungan sosial yang berhubungan dengan masalah sosial, ekonomi, dan sebagainya yang menyangkut hablun minannas atau hubungan manusia dengan manusia lainnya dapat berjalan baik dan seimbang. Tidak hanya menyangkut hubungan manusia dengan Tuhannya.

Demikian pentingnya masalah ini, sehingga kita harus betul-betul mampu memaksimalkan semua fungsi dan peran keragaman agama ini demi suksesnya pembangunan nasional Indonesia.

Artikel sebelumnya Fungsi dan Peran Keragaman Budaya.


Setidaknya ada 2 hal yang harus diupayakan dalam mengoptimalkan fungsi dan peran keragaman agama  dalam pembangunan nasional ini, yaitu: 1) agama harus dijadikan spirit dalam pembangunan, dan; 2) agama harus di jadikan sebagai pengendali atau kontrol masyarakat dalam bersikap dan berprilaku.


Comments