KERAJAAN KUTAI AWAL MASA SEJARAH INDONESIA

KERAJAAN KUTAI AWAL MASA SEJARAH INDONESIA
Yupa - Kerajaan Kutai
Tentu kalian masih ingat, apa yang dimaksud dengan masa sejarah itu? Ya betul. Masa sejarah adalah masa dimana manusia mulai mengenal aksara atau tulisan, dan masa sebelum itu disebut dengan masa prasejarah. Lalu apa hubungannya Kerajaan Kutai dengan masa sejarah Indonesia? Untuk lebih jelasnya mari ikuti terus uraian di bawah ini.
 
Tahukah kamu dimana letak kerajaan Kutai? 

Kutai merupakan sebuah daerah yang terletak di sekitar tepi aliran Sungai Mahakam (Kalimantan Timur). Di tempat ini, berdirilah sebuah kerajaan, yang diberi nama Kerajaan Kutai.
 
Berdasarkan Yupa yang ditemukan di sana, kerajaan Kutai berdiri sekitar tahun 400 masehi atau awal abad ke-5. Raja pertama dari kerajaan ini bernama Kudunga. Ditilik dari nama raja tersebut kerajaan Kutai adalah kerajaan yang tidak terpengaruh dengan agama Hindu. Kerajaan Kutai diyakini oleh para ahli sebagai kerajaan tertua yang pernah ada di Indonesia.
 
Oh ya, tahukah kalian, apa yang dimaksud dengan Yupa itu?
 
Yupa merupakan tugu atau batu bertulis yang dibuat sebagai peringatan upacara kurban. Semua yupa tersusun dalam bentuk syair yang menggunakan tulisan Pallawa dengan bahasa Sanskerta. Yupa-yupa yang ditemukan di darah Kutai tidak memiliki angka tahun di dalamnya. Para ahli menentukan usia yupa tersebut dengan meneliti bentuk-bentuk tulisan dan bahasa yang digunakan pada yupa, kemudian menyimpulkan dengan jitu umur dari yupa tersebut. Dengan demikian usia dari kerajaan Kutai dapat ditentukan.
 
Siapakah orang yang bernama Kudunga itu?
 
Kudunga adalah orang atau raja pertama dari Kutai. Beliaulah yang membangun dan mendirikan kerajaan Kutai. Nama Kudunga adalah nama asli yang biasa digunakan oleh orang-orang Kutai, tidak ada unsur nama Hindu di dalamnya. Kudunga ini adalah orang yang paling bijaksana dan paling berpengaruh di masyarakatnya. Beliau memiliki kemampuan yang besar dalam mengatur dan mengontrol masyarakatnya, sehingga mereka tunduk dan menjadikan Kudunga sebagai pemimpin pemerintahan dan sekaligus sebagai pemimpin adat.
 
Raja Kudunga memiliki putra yang bernama Aswawarman, yang kemudian menggantikannya sebagai raja Kutai. Pada masa Aswawarman sebagai raja inilah, kemudian masuk pengaruh agama Hindu. Aswawarman dinobatkan sebagai raja dengan cara Hindu. Penobatan raja dengan cara vratyastoma, yaitu pengangkatan seseorang menjadi kasta yang tinggi (bangsawan).
 
Raja Aswawarman disebut sebagai wangsakarta yang bermakna pendiri keluarga kerajaan. Maksudnya, Aswawarman adalah raja pertama yang membentuk keluarga yang sudah berbudaya India. Sejak Aswawarman berkuasa di Kutai, budaya Hindu mulai memasuki kalangan keluarga kerajaan dan memengaruhi corak kehidupan masyarakat.
 
Setelah Aswawarman mangkat, dia digantikan oleh salah seorang dari ketiga putranya yang paling terkemuka yakni Mulawarman. Mulawarman ini merupakan raja dari kerajaan Kutai yang sangat dermawan seimbang dengan kerajaannya yang cukup kaya dan makmur. Diberitakan dalam sebuah yupa bahwa Raja Mulawarman adalah raja yang mulia dan terkemuka, yang telah memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana di tanah suci waprakeswara (tanah suci yang ditinggikan untuk menyembah Dewa Syiwa). Tugu ini dibuat para brahmana untuk menghormati kebaikan Raja Mulawarman.
 

Kesimpulan

 
Dari apa yang kita uraikan di atas maka kita dapat memberikan kesimpulan bahwa tulisan tertua dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta yang terdapat pada yupa yang diketemukan di daerah Kutai tersebut merupakan tulisan tertua di Indonesia. Dengan ditemukan tulisan pada yupa tersebut maka masa sejarah di Indonesia dimulai yakni bermula pada tahun 400 masehi atau awal abad ke-5 sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh para ahli.



Comments