MENGENAL SPEKTROSKOPI - SPEKTRUM

MENGENAL SPEKTROSKOPI - SPEKTRUM
Gambar Pelangi dari Pixabay com

Mengenal Spektroskopi - Spektrum


Sudah lebih dari satu abad para astronom dapat mempelajari komposisi kimia bintang dan betapa panasnya bintang-bintang itu dengan spektroskopi. Sebuah spektroskop menguraikan cahaya "putih" dari benda langit menjadi spektrum yang sangat rinci. Seorang ahli optika Jerman Josep Fraunhofer (1787-1826), yang mempelajari penemuan Isaac Newton, meneliti spektrum yang dibentuk oleh cahaya yang berasal dari matahari dan melihat adanya sejumlah garis kelam yang melintasinya.

Pada tahun 1859, seorang Jerman lainnya, Gustav Kirchhoff (1824-1887), menemukan makna garis-garis Fraunhofer itu. Garis-garis tersebut dihasilkan oleh bahan-bahan kimia pada lapisan terdingin dan teratas matahari (bintang) yang menyerap cahaya. Setiap zat kimia mempunyai pola garisnya sendiri, seperti sidik jari. Dengan melihat spektrum matahari, para astronom menemukan semua unsur yang dikenal di atmosfer bumi pada atmosfer matahari.

Pengertian Spektroskopi dan Spektrum


Spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari materi dan atributnya berdasarkan cahaya, suara atau partikel yang dipancarkan, diserap atau dipantulkan oleh materi tersebut. Spektroskopi juga dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi antara cahaya dan materi. Sedangkan, spektrum untuk menggambarkan pelangi warna dalam cahaya tampak ketika cahaya tersebut terdispersi oleh sebuah prisma. (https://id.wikipedia.org/wiki/Spektroskopi)

Warna-warna pelangi adalah spektrum. Pelangi terbentuk oleh matahari yang bersinar melalui tetesan hujan pada latar yang lebih gelap dan berawan. Cahaya dibiaskan oleh tetesan air, setiap titik air bagaikan prisma.

Pada tahun 1800 Sir William Herschel melakukan sejumlah percobaan untuk menguji hubungan antara panas dan cahaya. Ia mengulang kembali percobaan Newton yang menguraikan cahaya putih menjadi spektrum, dengan menutup semua warna, kecuali satu, ia dapat mengukur suhu setiap warna dalam spektrum. Ia menemukan bahwa bagian merah spektrum lebih panas dari yang ungu, tetapi ia terkejut melihat bahwa daerah yang tampak tak berwarna, disebelah bagian merah spektrum, suhunya jauh lebih panas. Ia menamakan daerah ini inframerah atau "di bawah merah".

Spektrum Bintang. Dengan meneliti garis-garis spektrum dalam cahaya yang diterima dari bintang jauh atau planet, astronom dapat mendeteksi "sidik jari" tersebut dan menguak komposisi kimia benda yang sedang diamati. Lebih jauh lagi, panas dari sumber dapat pula ditemukan dengan mempelajari garis-garis spektrum. Suhu dapat diukur dari intensitas setiap garis dalam spektrum. Lebar garis memberikan keterangan mengenai suhu, gerakan, dan adanya medan magnet. Dengan pembesaran, setiap spektrum dapat dianalisi lebih rinci.

Spektroskop menggunakan sederet prisma atau kekisi lentur, yaitu sebuah alat yang melenturkan cahaya melalui garis-garis halus untuk membentuk spektrum, untuk menguraikan cahaya dalam riak gelombang konstituen. Sebelum masa fotografi, seorang astronom akan melihat spektrum yang dihasilkan dengan mata, tetapi kini spektrum direkam dengan detektor elektronik CCD. Spektroskop abad ini menggunakan prisma untuk menguraikan cahaya.

Untuk lebih jelasnya atau lebih luasnya pengenalan dan pemahaman anda tentang Spektroskopi dan Spektrum ini, silahkan anda baca buku Jendela Iptek - Astronomi, yang ditulis oleh Kristen Lippincott, penerbit Balai Pustaka Jakarta, 2001. Semoga bermanfaat. Salam.




Comments