Teks Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah?

Pernahkah kalian membayangkan, teks proklamasi yang sangat bersejarah itu ditemukan di tong sampah? Tentu, kita tidak akan pernah menduganya demikian. Tapi kenyataannya demikianlah halnya yang terjadi.

Kejadian ini adalah sesuatu yang unik dan untuk itu patutlah kita menceritakannya kembali pada blog ini.
Begini ceritanya seperti yang terdapat dalam buku PR Intan Pariwara, kelas VIII semester 2.

Sekilas Info



Kita semua tahu bahwa naskah proklamasi terpendek di dunia dirancang, ditulis, diedit, dicoret, dibetulkan lagi, ditulis lagi, kemudian diketik di rumah Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1. Namun, siapa yang menduga bahwa draff bersejarah yang penuh coretan itu ditemukan B.M. Diah di tempat sampah?

Naskah asli teks proklamasi kemerdekaan Idonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta itu justeru disimpan dengan baik oleh wartawan B.M. Diah. Setelah diketik, naskah asli proklamasi kemerdekaan diremas-remas dan dibuang di keranjang sampah.

Diah menemukan draff proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sayuti Melik.

Bisa jadi karena jiwa dan darah kewartawanannya yang mengalir dalam tubuhnya itu, membuat B.M. Diah memungut kembali sampah berupa naskah asli proklamasi kemerdekaan yang sudah dibuang. Sebagai warrtawan sejati, dia selalu menghargai narasumber. Secarik kertas yang telah diremas-remas dan dibuang, disimpannya lebih dari 46 tahun hingga akhirnya dia kembalikan kepada pemiliknya Republik Indonesia.

Pada tanggal 29 Mei 1992 Diah menyerahkan naskah bersejarah tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari. Naskah itu kemudian disimpan oleh Arsip Nasional atas anjuran Soeharto. Penyerahan asli naskah proklamasi itu, terjadi hanya lima tahun sebelum dia wafat pada bulan Juni 1997.


Comments