KEUNGGULAN GEOLOGIS INDONESIA

KEUNGGULAN GEOLOGIS INDONESIA
Segara Anak di Rinjani salah satu keunggulan geologis Indonesia
Keunggulan Geologis Indonesia. Keadaan suatu negara berdasarkan keadaan struktur batu-batuan yang terdapat pada permukaan atau kulit bumi, disebut dengan letak geologis. Struktur batuan yang terdapat di wilyah nusantara ini beragam dan terbagi-bagi yang memengaruhi keadaan kehidupan makhluk hidup yang terdapat di atasnya demikian pula dengan jenis mineral yang ada dalam kandungan bumi kita.

Secara ringkasnya, Letak geologis ini bisa kita lihat dari sudut formasi geologi, keadaan batuan, dan jalur-jalur pegunungan. Di lihat dari formasi geologi, maka negara kita Indonesia yang terdiri dari banyak kepulauan terbagi dalam 3 zona geologi atau pertemuan tiga lempeng litosfer. yaitu:
  1. Bagian utara berbatasan dengan tameng Asia dan perluasannya ke arah selatan tenggelam di bawah permukaan air laut yang dikenal dengan Paparan Sunda (disebut lempeng Asia). Daratan Indonesia yang masuk wilayah ini adalah Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
  2. Bagian barat dan selatan dibatasi oleh “Benua Gondwana” yang terdiri atas India, dasar Samudra Hindia, Australia, dan perluasannya ke arah utara tenggelam di bawah permukaan air, yakni Paparan Sahul (disebut lempeng Indo-Austrlia). Daratan Indonesia yang masuk wilayah ini adalah Pulau Papua dan pulau-pulau di sekitarnya, seperti pulau Kei.
  3. Bagian Timur dibatasi oleh dasar Samudra Pasifik (disebut lempeng dasar Samudra Pasifik yang meluas ke arah barat daya).  
Daerah Paparan Sahul memiliki jenis batuan yang sama dengan yang di Benua Australia. Sehingga kedua tempat ini pun hampir semuanya memiliki jenis Flora dan Fauna yang sama. Daerah Paparan Sunda sendiri memiliki jenis batuan yang identik dengan benua Asia sehingga jenis flora dan fauna-nya pun memiliki kesamaan dengan yang ada di daratan Asia. Daerah peralihan di antara kedua dataran tersebut (Sunda – Sahul) adalah daerah Wallace. Daerah Wallace atau peralihan ini pun memiliki flora dan fauna tersendiri yang khas yang berbeda dengan tempat lainnya. Contoh flora yang khas untuk daerah Wallace ini adalah kayu cendana dan kayu puith. Komodo dan Anoa untuk faunanya. Adapun yang masuk ke daerah peralihan ini adalah Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Maluku.

Untuk lebih lengkapnya tentang ini baca: 

Dilihat dari jalur-jalur pegunungannya, Indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni rangkaian Sirkum Pasifik dan rangkaian Sirkum Mediterania.

Pada buku bse IPS kelas 8 yang disusun oleh Sanusi Fatah, dkk. Saya kutip sebagai berikut.

Sirkum Pasifik merupakan rangkaian pegunungan di sekeliling Samudra Pasifik. Berawal dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, Rocky Mountain di Amerika Utara, Alaska, Kepulauan Aleut, Kepulauan Kuril, Kepulauan Jepang, Taiwan, Filipina, Pulau Irian, hingga Selandia Baru.

Adapun Sirkum Mediterania dimulai dari Afrika Utara dan Eropa Selatan, lewat Asia Barat, Pegunungan Himalaya, Thailand Utara, Myanmar, Kepulauan Andaman, dan Indonesia. Di Indonesia, jalur tersebut terpecah menjadi dua, yang dikenal dengan sebutan jalur busur dalam dan jalur busur luar. Jalur busur luar berada di perairan sebelah Barat Sumatra, sebelah Selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan berakhir di Kepulauan Tanimbar. Adapun jalur busur dalam berada di Pulau Sumatra, membentuk rangkaian Bukit Barisan di bagian Barat Sumatra, rangkaian pegunungan Selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Kepulauan Banda.

Letak geologis inilah yang kemudian menjadi sebab banyaknya gunung api di Indonesia. Tercatat ada 128 gunung api di Indonesia, 90 di antaranya masih aktif dan selalu menunjukkan aktivitas vulkanisme. Tercatat juga tidak kurang dari 400 gunung api yang telah mati. Sebuah gunung dianggap telah mati jika sejak tahun 1600 tidak lagi menunjukkan adanya gejala vulkanis”. 

Tersebarnya banyak gunung api di Indonesia menyebabkan Indonesia mempunyai banyak lahan / tanah yang subur. Banyaknya gunung api juga berpengaruh terhadap cuaca, khususnya curah hujan akibat dari proses orografis, banyaknya mata air di lereng-lereng gunung sebagai sumber ketersediaan air tawar, bahkan saking banyaknya menimbulkan aliran sungai. Tetapi harus kita sadari pula, letak geologis di Indonesia juga rawan dengan bencana alam, seperti gunung meletus, tanah lonsor, gempa bumi, dan tsunami.

Sekarang dapatkah kamu memberikan kesimpulan tentang apa saja keunggulah geolologis Indonesia dan juga kerugiannya, setelah kamu membaca artikel di atas?


Comments