Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Menympang

Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Menympang

Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang

Ada beberapa hal atau faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang ini, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Ketidaksanggupan individu untuk menyesuaikan diri dengan nilai setempat.

Hal ini bisa terjadi karena individu tidak sanggup menyerap nilai dan norma yang ada di massyarakat dengan baik, akibatnya dia tidak sanggup menyesuaikan diri dan tidak sanggup menjalankan diri sesuai dengan peran yang diharapkan masyarakat.

2. Kondisi keluarga yang tidak harmonis (broken home)

Keluarga yang tidak harmonis akibat perceraian dan kesibukan orang tua berdampak pada kurangnya bahkan tidak adanya  perhatian dan kepedulian pada anak-anak. Sehingga anak-anak yang orang tuanya seperti itu kurang atau tidak mampu menerima dan menghayati nilai-nilai dan norma yang sudah disosialisasikan atau ditanamkan dalam keluarga. Hal ini menyebabkan anak-anak broken home itu cenderung melakukan penyimpangan.

3. Kondisi mental yang kurang sehat

Kondisi mental kurang sehat bisa disebabkan oleh trauma masa kecil dan oleh kejadian-kejadian buruk yang dialami pada masa lalu. Pada umumnya orang yang memiliki mental kurang sehat ini tidak memiliki rasa bersalah setelah dia melakukan kejahatan atau penyimpangan. Misalnya seorang ibu yang di bawa ke kantor polisi karena melakukan penganiayaan terhadap terhadap anak kandungnya dan setelah dalam interogasi polisi tidak menunjukkan rasa bersalah dan rasa penyesalan, padahal seorang ibu harus melindungi anaknya.

4. Dorongan kebutuhan ekonomi.

Rendahnya tingkat penghasilan dan dorongan kebutuhan ekonomi seseorang bisa menjadi sebab atau pendorng terjadinya penyimpangan sosial, seperti pencurian, perampokan, pelacuran (melacurkan diri), korupsi.

5. Pelampiasan rasa kecewa yang pernah dialami

Orang-orang yang mengalami kekecewaan dalam hidupnya biasanya membutuhkan suatu pelampiasan untuk mengobati dan menghibur dirinya. Kalau orang-orang tersebut tidak mampu mengalihkan rasa kecewanya kepada hal-hal yang positif maka akan terjadi penyimpangan. Misalnya seorang wanita yang kecewa ditinggalkan oleh pacarnya dengan wanita lain melampiaskan rasa kecewa tersebut dengan menjadikan dirinya sebagai pelacur.

6. Pengaruh lingkungan dan media massa

Penyimpangan sosial juga disebabkan oleh lingkungan pergaulan yang tidak sehat. Seorang yang bergaul dengan sekelompok orang yang tidak baik akan menjadi sebab orang tersebut menyimpang. Hal ini bisa terdorong karena rasa kesetiakawanan yang timbul atau karena kbiasaan jelek yang terus dilihatnya. Begitu pula dengan tayangan-tayangan yang tidak baik yang dipertontokan oleh media massa seperti TV, sinetron, film, dan majalah akan menjadi faktor pemicu terjadinya penyimpangan.

7. Keinginan dipuji

Kalau seseorang yang biasanya hidup mewah, banyak uang yang dipertontokan kepada orang ramai sehingga menimbulkan pujian kepada dirinya, pada sewaktu-waktu dia jatuh bangkrut atau penghasilan kurang tidak seperti biasanya maka untuk mempertahankan pujian dan kesan yang telah didapatnya, dia rela menjadi pelacur, mencuri atau melakukan korupsi.

8. Akibat proses sosialisasi dari nilai subkebudayaan menyimpang

Adakalanya perilaku menyimpang yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang disebabkan kesalahan dalam memilih nilai subkebudayaan yang menyimpang. Subkebudayaan yang menyimpang adalah suatu kebudayaan khusus yang kaidahnya bertentangan dengan norma yang umum di masyarakat. Contoh kehidupan di lingkungan prostitusi dan perjudian. Pada kedua lingkungan tersebut individu atau sekelompok orang yang mempunyai pola perilaku menyimpang dianggap wajar karena sudah tertanam dalam pribadi pelaku, meskipun tindakan tersebut di mata umum tidak benar.

9. Adanya ikatan sosial yang berlainan

Di dalam kehidupan bermasyarakat kita pasti akan menemukan kelompok-kelompok masyarakat yang berlainan. Kecenderungan seseorang akan memilih kelompok yang disukai dan dihargainya. Jika seseorang memilih kelompok yang dijadikan acuanya menyimpang maka dia pun akan ikut melakukan penyimpangan pula. Hal ini disebabkan karena seseorang secara lambat atau cepat akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya.

salam kami: Azanul Ahyan


Comments