Home » , » Fase-Fase Bulan

Fase-Fase Bulan

Fase-Fase Bulan
Image: http://photobucket.com

Bulan tidak menghasilkan cahaya sendiri. Bulan tampak bersinar jika dilihat dari Bumi karena memantulkan cahaya dari Matahari.
Bulan berbentuk seperti sebuah bola, tetapi jika kita mengamati Bulan selama satu bulan, akan terlihat perubahan bentuk Bulan. perubahan bentuk bulan terjadi karena pada saat Bulan mengorbit Bumi, Matahari menyinari bagian-bagian yang berlainan pada sisi yang kita lihat. Berbagai bentuk penampakan Bulan yang kita lihat ini dinamakan fase-fase Bulan. Ketikan Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari. Akibatnya, Bulan tidak akan terlihat di Bumi. Fase ini disebut bulan muda. Seiring perjalanan Bulan mengelilingi Bumi, semakin banyak bagian bulan yang terlihat setiap malam. Sekitar setengah bulan masa orbit Bulan terhadap Bumi, seluruh bagian Bulan akan mengahadap Bumi. Bulan akan tampak utuh dan bercahaya oleh sinar Matahari. Fase ini dinamakan fase bulan purnama. Fase Bulan kemudian berlanjut sampai kembali ke fase bulan muda.
Pada saat berevolusi bidang edar Bulan miring sebesar 5 (lima) derajat terhadap bidang edar Bumi. Bulan sebenarnya membutuhkan waktu 27,3 hari untuk tepat satu kali mengitari Bumi. Waktu yang diperlukan Bulan sejak Bulan baru ke Bulan baru beikutnya 29,5 hari.
Jarak Bulan ke Bumi dapat diukur dengan sangat cermat menggunakan sinar laser. Pengukuran ini memperlihatkan bahwa Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepata 3 sentimeter per tahun. Hal in menyebabkan radius orbit rata-rata Bulan mencapai 370.800 km. Menurut suatu teori, ketika semula terbentuk, Bulan lebih dekat dengan Bumi dari pada sekarang. Radius orbit rata-rata pada saat itu sekitar 16.000 km.

Sumber:
Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
Penyusun: Rheza Firmansyah dan Faiz Lazuardi
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 10/24/2014

0 komentar:

Post a Comment